Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Meninggalkan Levin yang masih memberikan pelajaran pada Sesil, hari ini adalah sesi terakhir Ayana bertemu dengan dokter kejiwaan yang menangani dirinya, setelah beberapa kali tes ternyata dia di nyatakan sembuh, Dan tentu saja sebisa mungkin Ayana di jauhkan dari hal-hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian yang membuat nya mengalami trauma.


"Trus gimana rencana nya?'' tanya Lee


"Rencananya gue minta buat segera mengadakan acara tunangan kami, kalau buat nikah,gue memang belum kepikiran, begitu juga Ayana,gue sih menghormati Ayana yang ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu" jawab Leo.


"Loe gak takut, ada Sesil yang lain yang bakalan menyusahkan Ayana?" tanya Boy


"Karena itu gue mau tunangan dan di saksikan banyak teman dan kolega Papi, biar mereka gak seenak jidatnya aja nyodorin anak gadisnya buat gue lewat Papi!" kata Leo


"Heran gue! gak tau diri banget sih anak-anak gadis mereka!! mereka kan kaya berpendidikan, eh malah terlihat murahan karena sering menyodorkan diri ke anak-anak kolega bisnis orang tua mereka! bikin eneg banget kan?" lanjut Leo.


"Hahahahahaha...... apalagi si Boy tuh!! bule KW itu kan sering banget dapet cewek gratisan!" saut Lee


"Sialan loe!!! gue mana mau sama sembarangan cewek!!! 'Itu' gue aja cuma bisa berdiri kalau sama lubang sah nya!!" otak Boy mulai geser itu kembali aktif bila sudah mulai di goda soal cewek.

__ADS_1


Ya ..memang Beniqno, sering kali mendapatkan tawaran menjadi besan salah satu koleganya, apalagi Ben mengatakan bahwa anak sulungnya yang akan segera menggantikan posisinya sebagai Ceo perusahaan miliknya, dan benar saja, banyak dari para kolega bisnis dan anak-anak mereka yang ingin berdekatan dengan Boy.


"Apa Kaka Levin akan melepaskan Sesil?" tanya Lee pada Leo.


"Gue gak tau! kalau dari pengamatan dan obrolan kita kemarin kayaknya kak Levin bakal ngelepasin tuh cewek, karena dokter yang merawat Ayana juga udah bilang kalau Ayana di nyatakan sembuh!" jawab Leo


"Kasihan juga sih kalau menurut gue! Papanya berjuang mati-matian untuk menebus kesalahan anaknya, lagian kak Levin juga udah muak melihat gadis manja itu!" lanjut Leo.


"Ya dia termasuk gadis-gadis bodoh yang loe bicarakan di awal tadi!!" saut Fabri


tanya Leo mengalihkan pembicaraan sambil memandang ke arah Fabri yang memegang botol susu yang sedang di minum oleh Shasha, mereka sedang berkumpul di Markas, Vita yang sedang ada keperluan bersama May mertuanya meminta Lee dan teman-temannya untuk menjaga Shasha. Shasha memang lebih tenang bersama Fabri, apalagi kalau ada Ela, mereka berdua sudah menguasai Shasha, seakan-akan Shasha adalah anak mereka berdua. Bahkan pernah suatu ketika, Lee dengan tak ada sungkan-sungkan nya meminta Fabri dan Ela menjaga Shasha hanya untuk main kuda-kudaan dengan sang istri.


"Iya tuh anak, seneng banget tertawa kalau sama Fabri!"


"Wajah loe pasaran, makanya di kira Shasha boneka!! gak lucu!! jadi Shasha maunya sama Daddy yang gagah ini!!" saut Fabri membanggakan diri.

__ADS_1


mereka bercanda tawa bersama membicarakan banyak hal setelah beberapa hari tidak bertemu,Leo dengan Ayana , Boy lebih sering menemani sang istri yang sedang dalam kelas senam ibu hamil, Hanya Fabri yang sering ke markas bersama Lee.


selang beberapa saat, Fabri menerima telepon dari seseorang, entah karena kaget atau apa, Fabri Langsung berdiri, meninggalkan Shasha yang berada di depannya.


"Saya kesana!!"


Fabri berlari tanpa mempedulikan Boy dan Leo serta Lee, Lee segera meraih anaknya.


"Leo.... ikuti dia!'' perintah Lee


'' Restoran XXX!!" teriak Fabri pada Leo ketika tau Leo mengikuti nya


bersambung....


Maaf sedikit sekali...besok aku usahakan up lagi

__ADS_1


__ADS_2