
Di sisi lain....
Sekarang Johan sudah satu mobil dengan Ray, Ray menyarankan dan meminta Johan untuk satu mobil saja bersama dia, dengan Jay yang ada di kemudi dan disampingnya adalah asisten Johan, mereka menuju ke tempat dimana Fabri mengirimkan lokasi dimana anak gadisnya di sekap. Johan benar-benar terlihat sangat khawatir dan tidak bisa diam! berbeda dengan Ray yang hanya menekan amarahnya dengan cara menenangkan dirinya, sedangkan Johan sudah beberapa kali mengumpat sejak tadi, bahkan hanya karena macet yang ada di depannya, dia bisa mengumpat tidak karuan!.
Mereka bertiga yang sudah tahu bagaimana sifat Johan, hanya bisa diam saja bahkan Jay hanya bisa menambahkan kecepatan laju mobilnya ketika di depan sudah terlihat sepi.
"Jay apa kau tahu kabar anak-anak?" tanya Ray
"menurut kedua anak buah saya tuan Ray, mereka sudah memberikan pelajaran kepada sang penyewa mobil tersebut!" jelas Jay
"apa kelakuan mereka kelewat terbatas?" tanya Ray lagi.
"sementara ini yang bertindak hanya tuan muda Boy, tuan muda Boy menggunakan cambuk tuan muda Lee untuk memberikan pelajaran kepada sang penyewa mobil itu!" jawab Jay.
"Bagus Boy!!! aku suka gayamu!!" kali ini Johan yang memuji tindakan yang Boy ambil.
"Percepat Jay!!!" perintah Johan.
"Baik tuan!"
__ADS_1
Sedangkan di sebuah villa, di sebuah ruangan yang biasa mereka gunakan untuk berpesta 'aneh' mereka, kegiatan mereka tergolong cukup ekstrim.
Setelah menelanjangi tubuh korban, mereka akan menyayat kulit mulus para gadis tersebut secara bergantian, jeritan dan teriakan kesakitan para gadis itu menjadi kesenangan tersendiri bagi mereka,bahkan sambil menyayat tubuh para gadis yang mereka bawa,ada salah satu dari mereka yang sudah menikmati tubuh para gadis korban penculikan mereka.
"Dimana mereka?" tanya seseorang yang menyambut Teo,itu adalah Riko,dengan antusias sekali dia ingin melihat Revita, gadis yang sudah membuat nya berkali-kali bersolo karir guna menuntaskan hasratnya di kamar mandi kampus,hanya karena melihat tubuh Revita saat berjalan melewati dirinya setiap saat.
"Sabar!!! bos bilang hari ini ikut gabung kita!! gara-gara gadis itu!! kau tau kan Kalau dia ingin gadis perawan itu!" kata Teo
"Tidak masalah!! aku mau bermain kuda-kuda dengan dia! hahahahahaa.....mana pecut kudaku!!" kata Riko yang mencari pecut kuda yang biasa dia gunakan bila bermain-main dengan para korbannya, melihat temannya yang lain membawa dua gadis dalam gendongan nya masing-masing,membuat Riko heran.
"Teo....2 gadis?" tanya nya heran
"Dani, Edo bawa mereka ruangan yang sama!" lanjut Teo
Nampak Kayra sudah menggerakkan jari tangannya, bahkan Kay sudah bisa mendengar setiap perkataan mereka yang ada di sana,namun matanya masuk susah untuk di buka.
"Dimana ini? apa yang terjadi?" batin Kay
Kay berusaha membuka matanya sedikit, dia harus memastikan dimana dia berada, dan kebetulan sekali saat di letakkan di sebuah ranjang yang sama persis dengan ranjang rumah sakit kepalanya miring menghadap ke arah ranjang satunya yang berisikan Revita.
__ADS_1
"Kak Vita?" batin Kay lagi, dia melihat Vita di baringkan di sana, Kay coba mengingat apa yang terjadi, seketika bayangan saat dia bertemu dengan Vita di cafe depan rumah sakit, tiba-tiba sebuah mobil mendekati mereka, dan Vita,serta bagaimana teman kampus Vita memberikan minuman beraroma jamu yang katanya produk dari temannya yang ingin di perjual belikan, Kay lebih dulu mengincipinya dan terasa segar,hingga dia menghabiskan lebih dulu.Sekarang Kay tau apa yang terjadi! sinyal di otaknya hanya ada kata 'bahaya', mereka dalam bahaya.
"Lepaskan pakaian mereka!" sayup-sayup Kay mendengar seseorang memerintahkan temannya untuk menanggalkan pakaiannya dan Vita.
"Tidak!!! tidak!!!tidak!!!" Teriak nya dalam hati, Sayangnya otaknya masih belum bisa memerintahkan untuk bertindak, Kay menetes kan airmatanya ketika seseorang melangkah mendekati Vita, Kay melihat dengan membuka matanya sedikit, dia sangat takut bila dia ketahuan sudah sadar dari pingsannya.
'Kak Vita bangun!!!" pekiknya dalam hati
Kay kembali meneteskan airmatanya ketika Riko membelai wajah Vita yang masih terpejam, mencium bibir Vita sekejap lalu berkata-kata..
"Kita akan bersenang-senang sayang......! Tunggu Bos dulu sayang!.... baru setelahnya kau harus bangun dan memuaskan aku! hahahhahaha!'" kata Riko sambil membuka kancing kemeja milik Vita, berlanjut ke celana panjang milik Vita hingga hanya tertinggal c*elana da*lam dan b*ra milik Vita.Riko meraba paha mulus Vita sebentar,dan tiba-tiba pandangan nya tertuju pada Kay, Riko melihat air mata Kay yang mengalir deras dari matanya yang terlihat masih terpejam, padahal Kay jelas bisa melihat apa yang di lakukan oleh Riko pada Vita.
deg.....tatapan mata Riko tertuju pada Kay, jantung nya sudah berdetak sangat cepat.
"Hai Baby.....!!! aku tau kau sudah bangun!!! mau bermain dulu dengan ku!!'" ucap Riko dengan seringai nya.
"Tidaaaakkk!!" teriak Kay pelan ketika Riko beralih mendekati nya.
bersambung.....
__ADS_1