
"Dari mana aja sih loe?" tanya Fabri
"Biasa!! minta vitamin C sama cewek gue!!"
kata Leo santai sambil duduk di samping Fabri, mereka memang kuliah di bidang yang sama.
"Ciihh emang dia udah mau jadi cewek loe??" cibir Fabri, pasalnya dia tau beberapa hari ini Leo sering banget uring-uringan dan bahkan kalau nongkrong bareng suka banget diam hanya karena Ayana menghindari nya, bahkan di kampus sebisa mungkin Ayana tak bertemu dengan Leo,dan sekarang Leo terlihat lebih baik bahkan sangat gembira.
"Ya maulah!! kalau gak! mana mungkin gue dapat vitamin C!!" kata Leo.
Hosh...hosh....hosh...... braaakkk , suara nafas Lee juga gebrakan meja membuat mereka bertiga langsung menengok ke samping. Mereka merasa heran, dengan ribut yang masih acak-acakan, Lee terlihat sangat berantakan.Karena tatapan aneh ketiga temannya, Lee memandang dirinya sendiri, dia melihat kemeja yang di pakainya belum sempurna terkancing, juga memegang rambut nya yang masih berantakan, Lee dengan santai duduk sambil mengancingkan kemejanya dan mengibaskan rambutnya pelan, menata sedikit dan terlihat sedikit rapi.
Teman-teman cewek satu kelasnya,terlihat terpana dengan tampilan Lee, sedikit berantakan tapi terlihat seksi. Banyak dari mereka memang yang belum tau tentang pernikahan Lee,mereka menganggap 4 sekawan adalah seorang jomblo, kecuali Leo tentu nya yang acap kali terlihat menghampiri Ayana, walaupun seringkali Ayana menghindari nya.
"Habis ngapain loe? tumben telat?" tanya Fabri
"Habis makan duren!!" jawab Leo sambil memainkan ponselnya, bukan Fabri yang heran namun Lee sendiri.
"Siapa yang makan Duren?" tanya Lee.
__ADS_1
"Kamu!! kan kamu baru aja memakan istri mu!!" ucap Leo
"Ckc......apa sih loe!! udah jangan di bahas, ntar loe pengen!!" kata Lee santai. Leo hanya bisa mencebikkan bibir nya saja. Kali ini dia merasa kalah dengan Lee yang sudah tau bagaimana rasanya surga dunia, kata banyak orang. Karena dosen pengajar datang, akhirnya mereka terdiam dan mengikuti kuliah pagi ini.
Mata pelajaran selesai setelah beberapa waktu berlalu, Lee dan Leo bergegas ke markas, karena hari ini rencananya mereka akan ngobrol menghabiskan waktu bersama, sedangkan Boy yang di susul asisten nya akan menjemput Kay dulu ke sekolahnya,karena hari ini adalah ujian terakhir dari Kay., setelahnya boy akan mengajak tunangan nya itu ke markas. Fabri yang sejak awal membawa mobil sendiri, bertugas membeli beberapa minuman dan camilan ke markas.
" Lee tunggu di sini dulu!" kata Leo sedikit berlari ke arah kelas Ayana. Dia melihat Ayana sedang bersama si Terik matahari dan dua temannya yang lain.
"Ay......sudah mau pulang sayang?" tanya Leo sambil menggenggam tangan Ayana. Ayana yang merasa tak enak pada teman-teman nya hanya bisa tertunduk setelah menjawab dengan anggukan kepala. Erik hanya diam tak suka dengan kehadiran Leo, sedangkan dua temannya memandang Leo tanpa berkedip, wajah ala Korea yang lebih cenderung menurun dari sang papi, membuat Leo terlihat sempurna di mata semua temen cewek di kampus nya.
"Pamit gih.....terus ikut aku!" kata Leo, setelah Ayana pamit, Leo menggenggam erat tangan Ayana sambil berlalu ke dalam mobilnya.
Lee yang sudah tau bahwa Leo membawa Ayana langsung pindah ke belakang, dan akhirnya mereka melesat menuju Markas Empat Sekawan.
"Maling!!!!" teriak seseorang sambil mengejar seseorang yang ada terlihat berpakaian sedikit lusuh.
"Ada apa pak?" tanya satu orang lain.
"Ini maling pak!!! lihat satu kantong rotiku di maling sama dia!!"
__ADS_1
Seseorang yang di teriaki maling tadi hanya mampu menggelengkan kepalanya, dia tak mencuri, namun istri si bapak ini yang menyerahkan roti yang hampir mendekati masa kadaluarsa itu padanya. Terjadi tarik-menarik antara bapak penjual dan seseorang tersebut,hingga akhirnya perebutan tersebut di menang kan oleh si penjual roti.
"Dasar maling!!" teriaknya sambil berlalu.
Seseorang tersebut berjalan gontai meratapi nasibnya yang kelaparan, sudah hampir 2 hari dia hanya minum air putih saja.Hingga dia berhenti di depan sebuah minimarket.
Fabri yang baru saja keluar dari mini market merasa heran melihat seseorang mencoba membuka pintu mobilnya, dia hanya melihat dari jauh, Karena Fabri tak menguncinya, akhirnya seseorang tersebut berhasil membuka nya dan mengambil roti sandwich milik Fabri tadi pagi, itupun sudah bekas gigitan nya.Orang tersebut segera menutup pintu mobil dan duduk jongkok memakan sandwich tersebut.
Setelah makanannya habis, orang tersebut kaget ketika melihat Fabri sudah ada di hadapannya.
'Enak!! maling sandwich?" kata Fabri datar.
Orang tersebut kaget, spontan berdiri dan hendak lagi, namun Fabri yang reflek menjambak rambutnya yang terbungkus topi, namun Fabri sangat kaget karena maling tersebut adalah seorang gadis, karena ketika topinya di ambil Fabri sambut panjangnya terurai.
"Cewek??" tanya Fabri.
Gadis itu berlari setelah menginjak Kaki Fabri, reflek Fabri mengejar gadis tersebut, namun.....
ciiiiiiiitttt..
__ADS_1
braaaaaak........
bersambung...