
Meninggalkan Kay yang kebingungan di kamar markas, Lee,Leo dan Fabri mengikuti kemana Johan membawa Boy, Johan benar-benar di buat geram dengan kelakuan dari Boy, seharusnya dia tau apa yang akan terjadi di antara Boy dan Kay setelah mereka resmi menjadi tunangannya, dan memang keluarga Boy meminta pernikahan mereka di laksanakan setelah Kay berusia 17 Tahun, atau setelah dia lulus dari bangku SMA, Tapi entah mengapa Johan merasa kehilangan anak gadisnya saat Boy sudah mulai mendekati Kay. Cinta pertama seorang gadis adalah Papa nya, dan Johan akan selalu menjadi cinta pertama untuk Kayra.Namun Johan lupa bahwa anak gadis nya bukan semungil dulu lagi, Kay sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sudah bertunangan tentu nya, Johan harus berbagi Kay dengan Boy! Oh..... tidak!!! rasanya dia tak rela, begitu lah isi otak dari Johan.
"Aaaarrggghhh......ampun pa!!! Boy bisa jelasin semuanya pa!!!!! ini tak seperti yang Papa pikirkan!!!" teriak Boy namun Johan tak mempedulikan semuanya, dia terus menyeret Boy sambil memegang telinga Boy keluar dari markas.
"Dasar anak nakal!!! apa saja yang kau lakukan pada Kay hah???!!!" Johan dengan kesalnya tetap menjewer telinga Boy sampai ke ruang tamu rumah utama.
"Aaaarrggghhh......ampun pa!!! Boy bisa jelasin semuanya pa!!!!! ini tak seperti yang Papa pikirkan!!!" teriak Boy sekali lagi.
"Sial!! kenapa bisa ketahuan sama Papa singa sih!!'' gerutu Boy di dalam hati nya.
"Apa yang kau lakukan pada anakku Jo??" sebuah suara yang sangat di kenal oleh Boy.
"Keluarga singa berkumpul!!" bisik Tian pada Ray, Ray hanya membalas dengan pukulan di bahu Tian
"Apa yang kau lakukan pada anakku Jo??"
pertanyaan keluar dari mulut Ben untuk kedua kalinya karena merasa tak ada yang menjawabnya. Boy bukannya senang ketika sang Papa ternyata juga berkunjung bersama Mama nya karena mendapat kabar bahwa Arya, Papa Ray sedang sakit. Nayla yang mendapat kode dari Boy tak mau ikut campur urusan mereka para lelaki, dia melenggang masuk mencari May untuk meminta May menemani nya bertemu Papa Arya. Boy merasa ini akan sangat rumit urusannya.
Dan benar saja, setelah beberapa saat, Ben duduk berhadapan dengan Johan, sedangkan ketiga sahabat Boy lainnya hanya duduk di samping Ray dan Tian. di mana Boy? Boy sudah berdiri dengan satu kaki sambil menyilang kan tangan nya berpegangan pada masing-masing telinga nya.Sungguh harga diri Boy runtuh ketika di perlakukan seperti anak SD yang sedang melakukan kesalahan dan di hukum di depan kelas.Leo,Lee dan Fabri sampai melipat bibir mereka agar tak meledakkan tawanya, karena mereka yakin bila itu terjadi,maka nasib mereka akan sama seperti Boy.
"Ayolah Jo!! mereka sudah tunangan!!" bela Ben akan kelakuan anaknya.
Bagi mantan Casanova itu, hal seperti itu sudah biasa, apalagi Boy tak sampai menjebol pertahanan milik Kay.
__ADS_1
"Apa kalau sudah tunangan,dia berhak melakukan tindakan itu pada Kay?" kata Johan sambil menunjuk ke arah Boy, dan bertepatan dengan Boy yang menurunkan kakinya.
"Naiklah kakimu Boy!!" hardik Johan.
"I-iya pa" jawab Boy,
dia harus nurut, begitu lah pikir Boy saat ini, dia harus bisa mengambil hati Johan agar segera menikah dengan Kay, setelahnya??! jangan salahkan bila sifat Ben menurun pada Boy, Ben yang tak ada takut-takut nya pada sang mertua,bahkan sang mertua yang takut pada Ben.Namun saat ini dia harus benar-benar menurut pada Johan, Johan bukan Papa Nayla sang Mommy yang takut dengan Beniqno dulu, calon mertua Ben dulu memang sangat takut dengan Ben, bahkan mereka segera menyetujui pernikahan Nayla padahal Nayla belum mencintai Ben, mereka hanya takut jika menolak permintaan Ben,Tapi seiring berjalannya waktu Nay sangat mencintai Ben,tapi ini Johan, Johan bahkan sama galaknya dengan Dad Beniqno,lalu bagaimana bisa Boy menaklukkan Johan kalau bukan dengan cara menurut saja.
"Tiga bulan lagi mereka menikah Jo!! jangan berlebihan!!" Ben masih membela sang anak,
Walau pun sering bertengkar dengan Boy perihal Nayla, namun dia tetap menjadi tameng terdepan bila anak-anak nya mendapatkan masalah.
"Ciihh.....!!" saut Johan ketus.
"Baiklah!! aku akan memaafkan perbuatannya!!" lanjut Johan, Boy berbinar mendengar nya dengan senyum manisnya, Namun Ben yang lebih mengenal Johan, merasa akan ada sesuatu yang membuat Boy menyesali senyum kemenangan yang tercetak manis saat ini.
Ray dan Tian hanya bisa menghela nafas pelan, karena sama dengan Ben,mereka tau siapa Johan!! Johan tak akan begitu saja melepaskan orang yang telah berbuat salah menurut nya.
"Tentu saja Boy!!! tapi Papa tetap akan menghukum mu!!" kata Johan tersenyum manis,
Namun entah mengapa Boy menyadari senyuman itu sebagai sebuah pertanda buruk padanya, Boy melihat sekilas pada wajah Dad Beniqno, papa Ray nya dan uncle Tian, mereka yang di rasa Boy tau otak dari Johan.
"A-apa hukuman nya pa?" tanya Boy yang tiba-tiba saja gugup.
__ADS_1
"Hukuman nya?" kata Johan
Semuanya menunggu dengan cemas apa kelanjutan perkataan Johan,bahkan Nay dan May sudah ikut mengintip perbincangan para lelaki di ruang tamu tersebut.
"Anakmu berani sekali Nay, mau di apain tuh sama si Jo?" tanya May sambil berbisik
"Gue juga gak tau!! emang dasar turunan si Ben mesum!! kenapa gak nurun gue aja sih!!" jawab Nay sambil berbisik juga.
"Loe sekarang sama mesumnya sama laki loe!!"
Dua orang sahabat ini malah saling berargumen di balik tembok sambil menguping keputusan apa yang akan di katakan oleh Johan, lelaki yang tak bisa diam bila orang-orang di sekitarnya di sentuh.
"Hukuman!!! kau Boy, tidak boleh sedetikpun mendekati Kay sampai hari pernikahan kalian di laksanakan!! itu artinya jangan menemui Kay selama 3 bulan ini!!!" kata Johan dengan lantang.
"Yang benar saja papa Singa!!!" teriak Boy yang langsung menurunkan kakinya dan berdiri tegak dengan menahan kekesalan nya. sekarang dia malah sudah terlihat seperti Beniqno muda.
"Tiga hari saja aku tak bisa menahannya bila tidak bertemu Kay!! Papa bilang 3 bulan!!???" lanjut Boy
"Apa papa ingin,aku langsung memperko*sa anak Papa itu!!!
Boy benar-benar tidak sadar akan kelakuannya, Kay tiba-tiba sudah berdiri diambang pintu sambil menepuk jidatnya, begitu juga dengan ke enam lelaki yang ada di sana, sia-sia sudah Ben membela sang anak! pikirnya, sedangkan Johan sudah mengepalkan tangannya karena menahan amarahnya, entah bagaimana tiba-tiba Boy tersadar akan tindakan nya.
"Boyyyyyyyyyyy!!!!" teriak Johan ketika melihat Boy lari dari sana.
__ADS_1
Tian tertawa terpingkal-pingkal,ya hanya Tian,karena hanya dia yang berani melakukan nya,yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
bersambung.....