
"Hai Baby.....!!! aku tau kau sudah bangun!!! mau bermain dulu dengan ku??" ucap Riko dengan seringai nya.
"Tidaaaakkk!!" teriak Kay pelan ketika Riko beralih mendekati nya.
Riko melihat wajah imut Kayra, gadis yang baru saja menginjak umur 16 tahun itu,memang terlihat berisi, Riko mengamati dengan seksama dan tersebut tipis, Riko sangat menginginkan Revita, tapi bermain dengan gadis kecil ini pasti sangat menarik untuk nya.
"Hallo manis!" bisik Riko di telinga Kay sambil menji*latnya pelan
Tubuh Kayra bergetar ketakutan,dia benar-benar sangat takut saat ini.
"pa-papa!! Kay takut!!'" jerit hati Kayra
Melihat wajah ketakutan dari Kay, hasrat Riko tiba-tiba naik seketika,dia benar-benar ingin melahap gadis itu dengan tak sabar.Riko mengambil gunting yang tak jauh dari tempatnya berdiri, kembali mendekati Kayra menggunting kaos oblong putih yang di kenakan Kayra.
"Tidak!!! jangan ..aku mohon!!" berontak Kay walaupun dengan tenaga yang tak seberapa.
"Apa yang loe lakuin Rik?"
tanya Teo yang baru saja kembali menghubungi bos besar mereka.
__ADS_1
Teo, Riko, Dani dan juga Edo, keempat orang yang mempunyai penyimpanan perilaku itu memang mempunyai big Bos, bos yang menjamin kehidupan mereka selama ini, Teo dan Riko memang berasal dari keluarga berada,namun mereka terlihat sangat sopan dan santun di depan orang tua ataupun kerabat lainnya, berbeda dengan Dani yang memang tergantung dengan uang yang di berikan oleh big Bos nya untuk biaya kuliahnya selama ini, Sedangkan Edo, dia mengikuti Dani, pasangan sesama jenisnya,namun demikian mereka benar-benar sepasang psikopat handal!! mereka berdua bertugas sebagai eksekutor di akhir permainannya.
"Teo...gue mau dia!" kata Riko berbinar
"Kita akan menikmati bersama,karena bos meminta untuk membawa Revita ke tempatnya!'' kata Teo
"Maksudnya? bos tidak datang?" tanya Riko lagi.
"tidak! Edo yang akan mengantar nya!pakaikan baju nya kembali!'' kata Teo, Edo memakai kan baju pada Revita kembali mendandani sedemikian rupa hingga terlihat seperti orang sakit di atas kursi ronda.
Di sisi lain....
"Bagaimana Leo? sudah mendekati?'' kata Boy.
"Dapat!!!! lihat vila itu!"
Kata Leo menghentikan laju mobilnya, menunjuk sebuah vila yang terletak beberapa meter dari tempat mereka berhenti, bersamaan dengan itu, Edo dengan mobilnya membawa Revita melewati mobil mereka tanpa mencurigakan sama sekali, Lee hanya menoleh sekilas ke arah mobil yang melintas i mereka.
"Tunggu apalagi Leo!!" bentak Boy, hal itu membuat Leo langsung menancap kan gas nya.Mereka memarkirkan mobil sedikit jauh dari vila,dan tak mau menimbulkan kecurigaan.
__ADS_1
"Tunggu!!" kata Fabri ketika Lee dan Boy hendak turun.
"Ada apa?" kata Lee dengan tak sabar
"Aku harus melumpuhkan kamera cctv nya dulu Lee!" kata Fabri sambil mengotak-atik laptop nya mencoba meretas cctv vila tersebut.
"Sempurna!!! sudah selesai!!" kata Fabri
"Ayo bersenang-senang Lee!!" kata Boy sambil mengambil cambuk milik nya, karena Lee melarangnya memakai samurai, bisa saja Boy mencincang habis penjahat itu, Lee masih belum sanggup melihat Boy jadi seorang pembunuh, walaupun dia tak tau apa dia juga bisa mengontrol dirinya sendiri nantinya.
''Aargggghhh sakit!!....jangan....hiks.... Jangan.....!!!"
Teriak Kay ketika Riko sudah berada di atas tubuhnya yang tinggal ce*Lana da*lam dan br*a saja sambil terus menikmati tubuh Kay, Teo memegang tangan kiri Kay dan menciumi nya dengan rakusnya, sedangkan Dani sudah menyayat tangan kanan Kay pelan dengan sebuah silet tajam, kenikmatan tersendiri bagi Dani bila mendengar jeritan kesakitan dari seorang gadis. Teo menepuk bahu Riko meminta berganti an dan Riko pun menuruti Teo, Riko turun dan beralih ke paha mulus milik Kay.
"Papa....hiks.....mama.....hiks!" batin Kay yang nampak sudah di ambang kesadaran nya, Dani sudah menyayat pelan nadi milik Kay,darah sudah mengalir perlahan dari sana.Riko bahkan sudah membuang penutup terakhir bagian tubuh Kay.
"Nikmatilah Baby!" bisik Riko sambil bersiap menerkam Kayra yang nampak sudah lemas.
bersambung......
__ADS_1