
"Clear tuan!!" lapor si anak buahnya
"Tuan!! kami menemukan dua mayat di sebuah kamar!"
"Aku segera kesana!"
tut.....
"Raka ayo mendekat!"
"Baik bos!"
Mobil mendekati rumah tersebut, dan Ray segera masuk untuk melihat keadaan di dalam rumah.
"Hubungi Aryo! bilang kita menemukan 2 mayat di dalam!"
Perintah Ray untuk menghubungi kepala polisi yang menjadi kenalan nya.
"Tuaaannn!!" teriak salah satu anak buahnya.
"Ada apa?"
"Di sini ada seorang anak kecil! tapi dia masih bernafas tuan!"
Ray segera berlari ke arah kamar yang satunya, di sana dia melihat seorang anak lelaki berusia sekitar 12 tahun tengah terkapar di lantai...
"Kalian urus di sini! rakaaaa siapkan mobil!"
Teriak Ray sambil membopong anak kecil tersebut dan segera di larikan ke rumah sakit. Dengan kecepatan penuh tentunya, si pembalap itu sudah sampai di rumah sakit yang ditujukan, Ray segera berlari dan ber teriak memanggil dokter.
"Ray..... bagaimana?"
Tian yang berlari ke arah Ray bersama dengan suster Nayla yang baru saja menemani dokter Tian memeriksa pasien di kamar rawat. Suster Nayla melihat ke arah UGD dan seperti mengenali seseorang yang sedang di tangani disana.
"Lerie!!" teriaknya...
"Apa yang terjadi padanya?? dia kenapa? bagaimana keadaannya?" tanya suster Nayla bahkan sudah lupa bahwa dia berada di ruang UGD.
"Suster tolong jangan panik...silahkan keluar dulu!"
"Tidak! selamat kan dia!! selamat kan dia!!"
kata suster Nayla yang di paksa keluar karena menggangu proses penanganan pasien.
"Ada apa?" tanya Tian pada Nayla.
"Dia Lerie....dia adik Maysha hiks....hiks.....kenapa mereka semua seperti ini hiks....apa salah mereka!"
ucap Nayla sambil menutup i wajahnya dengan kedua tangannya. Maysha sahabat nya sungguh bernasib tragis, entahlah siapa yang ingin di salahkan Nayla, Nayla merasa temannya bener-bener punya nasib yang buruk. Tian duduk di sampingnya dan memeluk bahu Nayla, Nayla semakin menangis namun kali ini dia membekap mulutnya sendiri agar tak terlalu kencang dia menangis. Dokter yang memeriksa Lerie pun keluar dan menemui Ray, Tian dan Nayla.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Nayla panik.
"Dia mengalami kekerasan fisik, tangan sebelah kirinya patah, segera kami akan melakukan tindak operasi bila pasien sudah sadar kan diri"
"Terimakasih dok!" ucap Tian karena Nayla sudah tak mampu lagi berbicara.
drt...drt...drt...
"Hallo...." jawab Ray.
"Tuan apa kami harus meninggalkan lokasi? karena polisi sudah mengambil alih kasusnya!"
"Bagaimana? "
"Dua mayat tersebut adalah orangtua dari anak yang tuan bawa ke rumah sakit!"
"Mayat akan segera di bawa ke rumah sakit tuan!" lanjutnya.
"Hemmm ikuti mereka sampai proses nya selesai?"
"Baik tuan!"
tut.....
"Apa suster May masih mempunyai orang tua?" tanya Ray pada Nayla.
"Tidak... orangtuanya sudah tidak ada!"
" bu dhe dan pak dhe nya!"
heh!!! Ray membuang nafasnya pelan.
"Mereka sudah meninggal! mayat yang ditemukan di rumah berserta anak itu! akan segera di bawa ke sini!"
"huuuuaaaa hiks...hiks .....!" tangis Nayla meledak, Nayla bahkan tak menyangka kalo hidup Maysha berubah dalam waktu kurang dari 3 bulan ini.
Nayla teringat bagaimana senyuman Maysha mengembang saat dia mendapatkan pekerjaan di luar rumah sakit dengan gaji besar.
Maysha memang selalu ingin adik dan orang yang merawat adiknya hidup serba kecukupan. kalo mengandalkan gajinya sebagai suster di rumah sakit ini tak akan bisa memenuhi biasa hidupnya, kos nya dan biaya adiknya Lerie.
Nayla tak menyangka bila keputusan Maysha untuk mencari uang yang lebih di luar rumah sakit akan mengorbankan bu dhe dan pak dhe juga Lerie bahkan dia sendiri. Siapa yang harus disalahkan oleh Nayla? namun semuanya juga bukan salah orang-orang yang memperkerjakan Nayla, mereka juga tidak berhak di salahkan. Nayla memeluk Tian seakan meminta penguatan untuk dirinya, kini Lerie hanya punya Maysha dan dirinya, lelaki remaja yang sudah di anggap adiknya sendiri sekarang pun sedang berjuang untuk hidupnya. begitu juga dengan Maysha.
"Dokter!! tolong katakan aku cuma bermimpi!! hiks....katakan dokter!!".
Isak tangis Nayla di dalam dekapan Tian. Tian hanya diam sambil menepuk punggung Nayla pelan, memberikan kekuatan untuk gadis yang terlihat begitu sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa sahabat baiknya. Sampai akhirnya seorang suster mendekati mereka
"Maaf dokter, suster.. pasien remaja tadi sadar!"
Nayla langsung melepaskan pelukannya,dan pergi mengikuti suster yang memberitahu itu.Tian dan Ray mengikuti Nayla.
__ADS_1
"Lerie...... Lerie.....!" panggil Nayla pelan.
"Mbak Lala!" ucap Lerie.
"Hiks....hiks...iya...ini mbak...mana yang sakit? mana?"
Lerie mengeleng,dan melihat ke arah Ray, kemudian dia tersenyum.dia berpikir Ray disini? berarti Ray selamat dan mungkin kakaknya tidak melakukan hal bodoh seperti perintah wanita ular tersebut, Ray akhirnya mendekati Lerie dari sisi kanan. dan untuk memastikan semuanya baik-baik saja, alih-alih dia tanyakan kondisi kakaknya Lerie malah bertanya tentang kondisi papa Arya.
"Papa Arya?" tanya Lerie yang memang di perbolehkan Arya untuk memanggil papa.
"Dia baik-baik saja di rumah!" jawab Ray.
"Syukurlah mbak May tidak melakukan hal itu!! mbak May tidak jadi seorang pembunuh!"
Ray diam saja, ya dia tidak jadi pembunuh! bahkan dia hampir membunuh dirinya sendiri pikir Ray.
"Istirahat lah!" kata Ray dia tak ingin adik suster May itu tau dengan kondisi kakak perempuan nya.
"Terimakasih!"
Lerie remaja yang sangat cerdas, dia akan masuk ke sebuah sekolah SMP favorit dengan bekal otaknya yang cerdas namun masuk ke situ juga masih membutuhkan uang untuk keperluan yang tidak ada kaitannya dengan beasiswa,oleh karena itu Maysha sang kakak berusaha untuk mewujudkan keinginan adiknya.
Ray dan Tian meninggalkan ruang ICU,dan sebentar lagi Lerie akan dipindahkan ke ruang rawat.
Tian meminta suster Nayla untuk libur hari ini karena memang suster Nayla adalah asisten dokter Tian.
"Aku ikut menangani suster May sekarang! jadi kau tidak perlu khawatir!" u
Ucap Tian,mereka sekarang berada di depan kaca di mana suster May di rawat, jadi mereka bisa melihat kondisi dari suster May.
"Racun itu sangat berbahaya Tian!!"
"Loe udah dapat informasi tentang itu?"
"Hemmm...aku meminta Starla untuk menyelidiki kira-kira siapa yang bisa melakukan ini semua!"
"Ckck kau kenal ilmuan gila itu juga!"
"Dia salah satu orang tuan Adrian!"
"Ya...wanita itu memang benar-benar gila ilmu!aku yakin dia pasti bisa menebak siapa rekan seprofesi nya yang di manfaatkan oleh musuh loe itu!"
Ray diam memperhatikan suster May dengan seksama! entah apa yang dipikirkan lelaki dingin itu.
"Udah gak usah di pandangi terus!! ntar loe jatuh cinta lagi!!"
goda Tian mencoba mencairkan suasana yang sudah terlalu tegang dari tadi.
Masalah Ray cukup pelik! hanya karena dendam lama Monica pada keluarga Adrian membawa serta orang-orang yang tak berdosa menjadi korbannya.
__ADS_1
dan Ray harus bekerja lebih keras untuk membuat Monica berhenti.
bersambung....