Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Spesial Levin & Sesil


__ADS_3

Levin nampak sudah duduk di sofa sambil memangku laptop miliknya, dia masih tak bisa sepenuhnya meninggalkan pekerjaan nya pada Ali. Akhirnya Levin meminta Ali untuk mengirimkan bekas-bekasnya melalui email kepada Levin.Levin yang membuat Sesil kelelahan menjelang pagi, tak berani membangunkan sang istri,padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang dan Sesil belum sarapan sama sekali.Sesil nampak menggeliat, menarik badannya ke kanan dan ke kiri, dari sofa Levin memperhatikan tingkah sang istri, tadi pagi sewaktu Levin bangun, dia mengoleskan krim untuk mengurangi nyeri pada Mrs V supaya ketika Sesil bangun,dia tak begitu kesakitan.


Sesil masih bermalas-malasan di atas ranjang nya, bahkan matanya masih terpejam dengan sempurna, namun dia mulai menggerakkan Levin yang gemas dengan perilaku istri nya mulai mendekati dan merangkak naik ke atas ranjang, berbaring sambil menatap sang istri, menjadikan tangan nya yang bertumpu pada sikunya sebagai bantalan kepala nya.


"Masih malas bangun?" tanya Levin, sontak membuat Sesil membuka matanya.


"Apa sudah pagi?" tanya Sesil.Levin memasukkan tangannya di bawa leher Sesil dan menarik tubuh Sesil yang masih polos ke dalam dekapan nya.


"Sudah siang.... sebentar lagi makan siang akan di antar" saut Levin sambil mencium kening sang istri.


"Apa?? kenapa gak di bangun kan!!"


ucap Sesil yang mau keluar dari dekapan suaminya, Sesil rasa ini sungguh keterlaluan, dia tak biasa bangun terlalu siang seperti ini, semuanya karena Levin yang hampir semalaman menggagahi nya, Badan Sesil seakan seperti baru saja bergulat dengan beberapa orang,rasanya sangat capek.


"Pelan sayang.....aku siapkan air hangat dulu" kata Levin yang lebih dulu beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sesil memandang punggung suaminya sampai masuk ke dalam kamar mandi, ada senyuman tipis di wajahnya, Sesil benar-benar tak menyangka bahwa dia akan berada di dalam sampai di titik ini, pertemuan pertama dengan Levin yang sungguh sangat buruk kesannya hingga bagaimana dia harus berjuang untuk bisa melawan Levin karena di penjara di vila Levin beberapa tahun yang lalu,saat itu dia sudah mulai sadar dengan sifatnya yang sedikit agak buruk, sepertinya perlakuan Levin dan anak buahnya lah yang mengubah Sesil.


Dan demi menghindari pertikaian yang lebih lagi dengan Levin, Sesil kala itu harus dipaksa untuk menandatangani surat perjanjian, dia dan Papanya pun memindahkan seluruh aset perusahaan ke luar negeri dan menetap di sana.Namun siapa yang menyangka takdir mempertemukan mereka kembali,setelah Sesil berjuang mati-matian demi hidupnya sendiri di sana setelah dikhianati oleh asisten pribadi sang Papa, dia harus kembali ke tanah air dan bertemu dengan Levin, kesan pertama pertemuan pun sama seperti sebelumnya, di mata Levin hanya nampak kebencian saat menatap Sesil.


Namun kala itu Sesill yang tidak punya pilihan lain lebih memilih untuk menjadi budak Levin daripada harus berjuang di luar sendirian, dia merasa tak mampu jika harus melakukan itu, Sesil bahkan dari kecil atau bisa dikatakan dari bayi pun sudah hidup di manja dan dipenuhi segalanya oleh sang Papa, dia membayangkan tak akan sanggup harus hidup memikirkan bagaimana cara nya mencari kerja, hidup di kos-kosan, rasanya membayangkan saja Sesil tak sanggup.Karena itu Sesil lebih memilih mendatangi Levin.

__ADS_1


Siapa yang menyangka bahwa Sesil bisa berubah seperti saat ini dan sekarang dia mendapatkan kembali cinta orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama cinta dari suaminya, lelaki dingin,galak dan bermulut pedas itu nyatanya mampu menggerakkan hatinya untuk mencintainya.


Sesil menghapus air matanya pelan,menatap kearah langit-langit kamar hotel yang dia tempati saat ini, hatinya bergetar ketika mengingat sang Papa. Dia meremas kuat selimut yang sedang membalut tubuhnya, Sesil teringat sang Papa,hal itu merupakan sesuatu yang begitu menyakitkan di hatinya,rasa rindu yang menyiksa dan segala penyesalan akan perbuatannya yang dulu menyusahkan sang Papa, begitu menyiksanya saat ini.


"Tenang lah di sana Pa, Sesil sudah bahagia, Sesil sudah menikah Pa! Sesil mendapatkan seorang mertua yang begitu sangat menyayangi Sesil,Mama Kiara memberikan kasih sayang pada Sesil seperti anaknya sendiri Pa, dan sekarang suami Sesil juga sangat mencintai Sesil! terima kasih atas segala sesuatu yang sudah Papa lakukan untuk Sesil....terima kasih untuk cinta dan kasih sayang untuk Sesil" gumam Sesil sambil berurai air mata.


Grep


Sesil sampai tak menyadari bahwa Levin sudah berada di samping nya, Levin yang melihat sang istri berurai air mata langsung mendekapnya erat.


"Papa pasti bahagia! jadi berbahagia lah kamu.....kita...harus bahagia bersama" ucap Levin.


Hal itu malah membuat Sesil terisak. Levin segera membopong istrinya masuk ke kamar mandi, sebelumnya dia menyingkirkan selimut yang membalut tubuh polos Sesil, kemudian meletakkannya di bathtub yang sudah dipenuhi dengan air hangat dengan aroma terapi, Levin mengecup singkat bibir Sesil dan menghapus air mata wanita tersebut, dan kemudian mendaratkan kecupan nya lagi di kening Sesil.


Levin meninggalkan sang istri di kamar mandi sendirian untuk berendam, dia kembali lagi ke sofa dan duduk di sana, menyandarkan punggungnya,dia tahu benar bagaimana kehidupan Sesil dari orang suruhannya setelah kepergian sang papa, karena baru-baru ini Levine meminta pertolongan seseorang untuk menyelidiki kehidupan Sesil dan juga aset - aset berharga milik Papa Sesil.


drt...


drt...


drt...

__ADS_1


"Hallo Tuan Levin!" sapa seseorang.


"Bagaimana?" tanya Levin.


"Semuanya berjalan lancar Tuan, kami akan terus mengawasi nya, dan sesuai permintaan Tuan, kami akan bergerak setelah mendapatkan perintah!" kata anak buahnya.


"Awasi dulu! aku akan bergerak setelah liburan ku selesai!" kata Levin.


"Baiklah Tuan, sesuai perintah Anda!"


Akhirnya panggilan telepon nya terputus, Levin meletakkan ponselnya di atas meja sofa.Levin nampak tersenyum,dia senang dengan kinerja anak buahnya.


"Aku yakin empat sekawan pasti akan senang di ajak bersenang-senang nanti!" ucap Levin dengan seringai licik nya.


Dan beberapa saat kemudian seorang pelayan hotel mengantarkan makan siang Levin dan Sesil.


bersambung.


Jangan tanya tentang empat sekawan! mereka udah end di episode sebelum 'Spesial Levin dan Sesil'. Ini memang episode khusus mereka,dan empat sekawan bakalan nyempil sekedarnya saja.


Dan cerita Fabri masih di kumpulkan ya idenya 🤭🤭

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan Kopi.


__ADS_2