
Fabri antusias ketika melihat Lee keluar dari ruang bersalin, sedangkan May sudah berdiri di balik kaca demi melihat cucu pertama nya.
"Lee gimana rasanya jadi bapak?? gimana rasanya melihat anak loe lahir dengan selamat!!" lanjut Fabri.
"Rasanya??" tanya Lee balik.
"Ya rasanya! gimana?" kata Fabri antusias dan berbinar,entah mengapa sepintas bayangan Ela muncul di benak nya.
"Luar biasa!!!" jawab Lee tegas.
"Seperti naik rollercoaster Bri! menengangkan!!! antara cemas dan bahagia!!" ucap Lee dengan semangat juga.
"Gila loe ya... udah jadi Papa muda aja loe!! bikin iri aja!" kata Fabri dengan senang.
Fabri tak menyangka, Lee lelaki yang bahkan belum genap 20 tahun itu sudah menjadi ayah untuk bayi mungilnya.
"Ya Bri, gue jadi Ayah!!" pekik Lee seakan baru sadar kalau dia menjadi ayah sekarang.
"Anak loe cewek apa cowok?" tanya Fabri lagi.
"Anak gue?" Lee seakan berpikir keras.
"Eh iya Bri!! anak gue tadi cowok apa cewek ya?" tanya balik Lee ada Fabri
Saking senengnya,Lee yang jenius berubah menjadi lelaki yang bodoh! bagaimana bisa dia tidak tahu anaknya lahir perempuan ataupun laki-laki, karena memang sedari kandungan Lee dan Vita tak pernah menanyakan jenis kelamin anaknya, namun ketika lahir dengan bodohnya Lee tak bertanya dan bahkan tak melihat apakah anaknya laki-laki atau perempuan, Fabri sampai menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan Lee, bagaimana bisa seorang Lee bisa menjadi Ayah yang baik kalau hal sepele saja,yaitu dia tidak pernah tahu jenis kelamin anaknya sendiri.
"Bego' loe!!" sentak Fabri yang meninggal kan Lee kemudian mengikuti May yang sudah di pastikan menuju ke ruang rawat Vita.
Dan benar saja, sekarang mereka sampai di ruang VIP yang disiapkan oleh Dian untuk ruang rawat Revita beserta anaknya yang berlari kecil mengikuti pabrik masuk ke dalam ruang rawat sang istri beberapa saat kemudian bayi mungil itu dibawa oleh seorang suster dan dimasukkan dalam box bayi yang ada di ruangan tersebut.
"May cucu mu sangat lucu! lihat kulit nya kemerah-merahan, bakalan putih bersih nih nanti!" kata Tian.
"Iya ya..untung nurun dari Mama nya, kalau dari Papa nya...hemmmmmm... masa' cantik-cantik item!" kata May
__ADS_1
"Eh Lee gak item ma" sanggah Lee,
Lee memang tidak hitam, namun berkulit kuning langsat, sedangkan kulit Vita putih bersih, Lee yang mempunyai darah India,lebih terlihat gelap jika di bandingkan kulit sang istri.
"eh ma...mama bilang cantik? jadi anak Lee cewek ma??" pekik Lee dengan berbinar.
"Apa?? jadi kamu baru tau anak kamu cewek?" tanya May dan di anggukin santai oleh Lee.
pletaakk.......
"Awooww kok di jitak sih ma!!" pekik Lee kesakitan z di kepalanya.
"Dasar bapak gak ada akhlak!!! tadi ngapain aja waktu nemeni Vita lahiran??" sentak May pelan karena tak mau mengusik cucu pertama nya.
"Udah Tante, kasih ke aku aja baby nya!" sela Fabri sambil ikut melihat bayi mungil itu di dalam box bayi tersebut.
"Enak aja!! bikin sendiri!" kata Lee sambil memukul bahu Fabri pelan dan berlalu menuju ke ranjang sang istri.
"Makasih sayang! istirahat lah...capek banget ya?" tanya Lee sambil mengelus kepala istri nya.
Vita memang terlihat capek, dia tertidur setelah beberapa kali Lee mengelus kepalanya,dan ranjang Vita yang sedikit lebih lebar membuat Lee dengan mudah naik ke ranjang dan membawa sang istri tertidur di lengannya.May dan Tian serta Fabri yang masih di sana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua, sedangkan Abhi sudah sibuk dengan buku-buku pelajaran nya di sofa di ruangan yang memang luas tersebut.
"Ray dalam perjalanan ke sini, katanya pekerjaan nya sudah bisa di tinggal" kata Tian sambil memperhatikan bayi mungil tersebut.
"Ya ...aku lupa gak bawa ponsel" saut May.
Beberapa saat kemudian, Boy dan Kay datang, bersamaan dengan Ayana dan Leo.
"Waahhh cantik banget kak...." ucap Kay yang melihat bayi Lee.
"Iya...lucu banget sangat....lihat Yang....dia mengeliat!!" pekik Boy senang.
"Anak loe udah tau jenis kelamin nya belum?" tanya Leo di samping Boy.
__ADS_1
"Udah dong! kehamilan nya cuma beda 4 bulanan aja! nih udah 5 bulanan si Kay" kata Boy senang.
" Loe kapan?" tanya Boy
"incip - incip mulu'!! kapan jadinya!" bisik Boy pada Leo karena tak mau terdengar oleh Ayana.
"Sialan loe!" saut Leo sambil memukul pelan bahu Boy.
bayi mungil itu nampak terbangun dari tidurnya,dengan cepat Ayana ingin menggendong bayi tersebut dan Mereka bergantian menggendongnya, termasuk Tian yang juga antusias mengendong bayi mungil tersebut, Mereka menggendong bayi tersebut dengan sangat senang, suster memberinya susu botol terlebih dahulu karena Vita masih harus belajar untuk menyusui dan saat ini bayi mungil tersebut telah berada di gendoman Fabri.
"Lihat Lee dia lucu banget!!" kata Fabri yang terus menoel pipi tembem bayi tersebut.
"bapaknya aja lucu gini!?Apalagi anaknya!!' kata Lee dengan gaya sombong nya.
"Songong loe!!!'" Leo , Boy dan Fabri serempak.
"uuuhhh sayang.....mau gak? kalau besar nanti nikah sama Om!! gemes banget deh sama kamu!!! pengen di bawa pulang aja!" ucap Fabri sambil mencium bayi tersebut.
"Enak aja!! emang loe pedofil!!" kata Boy.
"Hihihi abis lucu!! jadi pengen bawa pulang aja" saut Fabri.
"Lucu kali ya, kalau Fabri jadi mantu loe Lee hahahahahaha!" kata Leo yang memanaskan keadaan.
"Ogah gue punya mantu model begitu an!!" kata Lee sambil mencibir Fabri.
"Lha gue kenapa? di antara kalian gue yang paling muda!! jadi 17 tahun ke depan, gue masih terlihat keren dan gagah!! ya kan manis.....cup....cup...." kata Fabri tak mau kalah,sambil terus menciumi bayi mungil tersebut.
Begitulah bila mereka berkumpul,mereka mulai bercanda bersama bahkan bayi tersebut nampak tak terusik sama sekali dengan gelak tawa Empat Sekawan tersebut, Tian sudah pergi terlebih dahulu karena ada pasien yang harus ditangani, sedangkan Abhi dan May menunggu kedatangan Ray terlebih dahulu, mereka hanya memperhatikan Empat Sekawan bercanda sambil mengejek satu sama lain, sedangkan Ayana, Kay dan juga Vita tengah berbincang bersama di ranjang Vita, Vita berbagi cerita dan pengalaman kepada Kay tentang bagaimana kontraksinya datang dan sampai proses melahirkan.
Boy dan Kay juga menunggu kedatangan bayi mereka yang di perkirakan dokter adalah cowok, sesuai harapan Daddy Ben dan Papa Johan. Kay juga sudah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi persalinan kali ini, dia ingin semuanya sesuai dengan keinginan Kay, melahirkan dengan selamat dan sehat untuk ibu dan bayinya.
bersambung
__ADS_1