Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Cemburunya Ray 2


__ADS_3

Braaak....


suara pintu kamar Maysha di buka dan ditutup kembali dengan kencang oleh Ray, Maysha benar-benar ketakutan dengan tingkah Ray, dari di Mall tadi di dalam mobil bahkan sampai sekarang di dalam kamarnya Maysha masih melihat kemarahan Ray.


Maysha berdiri dengan gemetaran tanpa berani melihat wajah Ray sama sekali, Ray terdiam mengatur nafasnya dan tak membiarkan amarah nya melukai Maysha.


Banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam otak Maysha, apa yang menyebabkan Ray marah?


apa yang sebenarnya Ray rasakan?


apa yang seharusnya May lakukan?


apa benar Ray mencintai dia?


semua pertanyaan itu berputar-putar di kepala Maysha.


"Kau mengenalnya?" tanya Ray dingin.


"Ti-tidak Tuan!"


"Kenapa bisa dia bersama kamu kalo tidak mengenalnya?"


"Dia bersama kami Tuan, bukan hanya aku!" jawab May lirih.


"Mulai besok kau tidak boleh keluar dari rumah ini! tanpa aku!" pinta Ray malah terdengar seperti perintah.


"Kenapa Tuan?"


"Apa kau berencana bertemu dengan dia lagi?" bukannya menjawab pertanyaan Maysha, Ray malah melontarkan pertanyaan balik.


"Tidak! tapi bagaimana kalo aku ingin bertemu Nayla!" ucapnya dengan polos.


"Telpon dia dan biarkan dia kesini!"


"tapi kalo aku ingin.....tidak jadi!" ucapan Maysha terpotong begitu melihat tatapan tajam Ray padanya.


"Kapan kau mau menerima ku?" tanya Ray melembut


"Tidak! aku tidak bisa menerima anda Tuan! maaf!"


"Kenapa?" sambil berjalan maju ke arah May amarah Ray kembali lagi, dia beranggapan mungkin May menolaknya karena Beniqno, bayangan senyum Beniqno pada Maysha seperti foto yang dikirim anak buahnya membuat amarah Ray meradang. May yang ketakutan semakin mundur lalu berakhir di tepi ranjangnya dan terduduk di sana.

__ADS_1


"Jawab May!!" bentak Ray karena cemburu yang sudah berada di ujung ubun-ubun nya.


"Apa karena lelaki tadi? apa benar kau tidak mengenali nya? lalu kenapa dia tersenyum manis padamu! hah??!"


wajah marah Ray begitu menakutkan, dia sendiri heran kenapa dia tidak bisa mengendalikan amarahnya ketika melihat May menolaknya kembali, apalagi setelah pertemuan nya dengan Beniqno tadi, dia semakin beranggapan bahwa May menolaknya karena Beniqno dan berbohong padanya kalo tidak mengenali Beniqno. Jarak Ray dan May semakin terkikis, Ray mengangkat dagu Maysha dengan tangannya.


"Sudah aku bilang May,Aku akan mendapatkan kamu dengan caraku!! tak akan aku biarkan siapapun mendekati kamu May! tidak akan pernah!"


"Aku bahkan bisa berperang dengan tuan Beniqno kalo dia berani mengusik milikku May?"


"Apa kau ingin aku mencobanya?heh??! katakan May katakan?!!"


Teriak Ray yang sungguh sangat marah.


Tiba-tiba May memeluk pinggang Ray yang berdiri di depannya, tak ada cara lain yang May pikir kan saat ini kecuali meredam amarah banteng di hadapannya tersebut.


"Berhenti!! jangan marah lagi..aku mohon..hiks....hiks....jangan marah lagi!"


Tangis Maysha pecah juga..dia sangat takut bila Ray melakukan apa yang dia katakan barusan, Maysha tau siapa Ray, walaupun dia bukan seorang Ceo yang kaya raya dan berkuasa, namun dia begitu banyak di segani dan ditakuti oleh banyak orang atau bahkan musuhnya sekalipun.


Tangisan Maysha nyatanya benar-benar bisa meredam amarah Ray.Ray terdiam dan perlahan dia membelai rambut Maysha yang menangis sambil memeluk pinggang nya.


ya... saat ini mereka berdua sedang menempel kan telinga mereka di pintu kamar Maysha, mencoba mendengar suara dari dalam kamar yang di duga mereka adalah sebuah pertengkaran kalo melihat sikap Ray tadi. Tian merasa khawatir karena Ray jarang menampakkan wajah garang nya bila berada di rumah atau di depan orang-orang yang di sayangi nya, dan tadi Tian melihat amarah yang tertahan di wajah Ray.


"Kita tunggu in gini jangan-jangan mereka lagi main kuda-kudaan di dalam lagi kak!" ucap Kila vulgar.


pletaaakk....suara jitakan mendarat di kepala gadis bau kencur itu.


"awwwoww sakit kak!!"


"Lagian siapa yang ngajari kamu seperti itu?! kecil-kecil sudah mesum!!"


"Iihh aku sudah 17++ kak! jadi udah De-wa-sa!! praktek kuda-kudaan udah boleh!apa lagi kalo cuma nonton doang!!"


sekali lagi mulut lemes Kila membuat Tian melongo.


"Oh Tuhan Ray....kenapa sepupumu seperti ini!" gumam Tian sambil meninggalkan tempat tersebut, lenyap sudah rasa kepo nya tentang apa yang terjadi di dalam sana.


"Kak kayaknya bener deh...mereka main kuda-kudaan, aku dengar ada suara....itu lho...yang ah..uh.... hemmmmppphh"


Tian berbalik dan membungkam mulut Kila dengan tangan kanannya dan menyeret anak bau kencur itu ke dalam markasnya, dia benar-benar sudah hampir kewalahan menghadapi Shakila yang main ceplas-ceplos gak karuan, bertepatan dengan itu papa Arya keluar dari kamarnya dan melihat adegan tersebut.

__ADS_1


"Ada apa Tian? lepaskan Kila nanti dia gak bisa nafas!"


"Itu pa.... Tian mau ngajak Kila ke markas! ada yang mau Tian ajarkan sama dia!'" teriaknya sambil terus membawa Kila ke dalam markas.


Di tempat lain......


Mobil yang di kendarai Beniqno berhenti di sebuah rumah yang nampak sederhana namun asri dengan taman bunga di pekarangan depan rumahnya, rumah yang tak terlalu besar berada tengah-tengah nya! ya ini adalah depan rumah Nayla, hanya saja karena dari tadi Beniqno diam saja tanpa berucap sepatah katapun Nayla merasa tak berani turun dari mobil kalo tidak di perintahkan oleh bule yang berada disampingnya tersebut.


'Gila! udah setengah jam di dalam mobil ini!! ngapain sih dia gak ngomong apapun! kan serem jadinya!' batin Nayla


'Apa gue lari aja ya? duuhh dia bakalan lebih marah!'


'May... May...kok bisa sih kamu berurusan sama dua orang yang menyeramkan kayak mereka! haissshh sekarang malah gue di ikut sertakan!'


Nayla binggung harus bagaimana, dua orang lelaki yang ada di dalam mobil tersebut sama-sama diam, Beniqno sibuk dengan laptop di tangannya, sedangkan Antoni yang berada di belakang kemudi sibuk dengan ponselnya. sampai beberapa saat kemudian seseorang mengetuk pintu mobil mereka.


tok... tok...tok....


Nayla melihat sang mama sudah mengetuk kaca mobil dengan membawa sapu lidi karena hendak menyapu halaman rumahnya.


'Aduuuhh ketahuan nyonya menir lagi! mampus...mampus!!'


batin Nayla sambil memukuli keningnya.


Karena takut mamanya , Nayla keluar dari mobil disusul oleh Beniqno, melihat sang anak yang berada di dalam mobil yang terparkir setengah jam yang lalu membuat otak nyonya menir traveling kemana-mana karena kebanyakan nonton adengan film Hollywood kesukaan nya.


"Naylaaaaaaa!!! kamu mesum di dalam mobil yaaa!!! dasar anak kurang ajar!!" teriak sang mama sambil memukuli anaknya dengan tongkat sapu yang di bawahnya.


"Mama...enggak ma....mama salah paham!! berhenti ma..sakit aduuhh mama!!" teriak Nayla sambil berlarian kecil menghindari pukulan sang mama. Melihat Nayla di pukuli seorang wanita yang tak lain adalah mamanya sendiri, Beniqno berjalan cepat menghalangi perempuan tersebut.


"Nyonya berhenti!! nyonya tolong berhenti!! jangan pukuli kelinci kecilku!" ucap Beniqno sedikit meninggi agar bisa menghentikan pukulan wanita tersebut.


"Kelinci kecil?" ucap Nayla dan mamanya bersamaan.


"Iya...dia kelinci kecilku nyonya!" kata Beniqno sambil menarik pinggang Nayla dan mencium kening Nayla..


Nayla dan sang mama kaget dan.....


"Naylaaaaaaa........" teriak mamanya melihat pemandangan di depannya.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2