
Hari demi hari di lalui empat sekawan dengan santainya, dua bulan lebih Boy mulai terbiasa dengan tidak adanya Kay di samping nya, walaupun rindu sudah sangat menggebu di hati Boy, namun Boy melampiaskan dengan berlatih samurai atau pun berkumpul dengan teman-temannya. kehamilan Vita yang sudah menginjak bulan ke empat membuat Lee lebih bersemangat, karena tiga bulan pertama, Lee benar-benar hampir tak menyentuh Vita, demi kesehatan sang jabang bayi, sesuai dengan anjuran dokter dan penjaga an ketat sang Mama, membuat Lee juga lebih sering uring-uringan atau menghindari Vita, dia tak mau kalap hanya karena melihat istrinya yang semakin terlihat montok! bisa-bisa si macam betina yaitu yang Mama murka karena seringnya Lee membuat Vita lelah di atas ranjang.
Tak beda jauh dari Lee dan Boy, Leo juga uring-uringan beberapa hari ini, permintaan Vita yang kelewatan membuat Leo sering cemberut walaupun dia juga sering mengabulkan permintaan Vita, namun bukan itu yang membuat Leo uring-uringan, sang kekasih, Ayana harus ke luar kota dan tinggal di sana menemani sang nenek yang sedang sakit, hal itu membuat Leo tak bisa bertemu dengan Ayana selama hampir dua minggu ini, sedangkan dia tak bisa menyusul kesana karena pekerjaan dari sang papi cukup padat jadwalnya. tak beda jauh dengan Fabri, entah mengapa dia kehilangan Frela, Sejak pertemuan nya dengan Ela dan memberikan kan ponselnya pada Ela kala itu, niat hati memberikan ponselnya pada Ela agar bisa dihubungi, Fabri dengan bodohnya menghilangkan kertas kecil yang bertuliskan nomor telepon Ela yang baru. Hingga Fabri juga ikut tidak bersemangat sama seperti ketiga temannya.
Dua bulanan ini Fabri sangat sibuk dengan Lee, dia sedang belajar memimpin perusahaan yang dimana Lee sebagai Ceo dan Fabri menjadi wakilnya Ceo-nya, jadi saat mereka sudah sama-sama menyelesaikan pendidikan sarjana nya, mereka sudah siap masuk kantor dan memegang amanah yang di berikan oleh Ray dan Kevin, ya Kevin mempunyai 20% saham disana Ray 54%, sisanya saham dimiliki oleh para investor.
"Loe kenapa Bri?? perasaan cuma loe aja deh yang gak perlu galau!! loe kan jomblo ngenes!!"
ucap Leo sambil menyesap kopi susu kesukaannya.
"Trus? walaupun jomblo otak gue juga lagi mikirin sesuatu yang bikin gue galau!!" saut Fabri, sambil menyandarkan tubuhnya ke punggung sofa.
"Loe tidur sini lagi?" tanya Lee
"Ya!" saut Fabri
"Gue juga!!" kata Boy.
"Kenapa kalian?" tanya Lee heran.
"Males pulang!!" kata mereka serempak.
Leo juga merasa malas pulang, dia akhirnya memutuskan untuk tidur disana juga, dan tanpa di duga yang lain, Boy sudah membawa beberapa botol minuman beralkohol.
"Sekali-kali pesta!! gak masalah kan?" kata Boy enteng.
"tidak masalah! kita selalu mendukungmu Boy!!" kata Leo yang juga sangat galau.
__ADS_1
"Oh seperti gue harus tidur sini juga!! bisa gue makan habis istri gue kalau gue sedikit saja mabuk!!" kata Lee sambil meraih gelas yang sudah berisi minuman.
kata-kata Lee disambut gelak tawa ketiga temannya, mereka tahu kegalauan Lee sesuatu yang akan mereka rasakan mungkin suatu saat nanti,Lee tidak bisa melakukan olahraga ranjang hanya karena sang istri yang sedang hamil lebih dijaga ketat oleh mamanya. Fabri juga bernasib sama dengan mereka bertiga, galau!!! namun Fabri selalu bertanya-tanya kenapa dia begitu galau,bukan urusannya jika Ela pergi jauh darinya, Fabri sudah mendatangi kosan Ela,namun ibu kos mengatakan bahwa Ela sudah pergi sekitar 2 bulan yang lalu, serta tempat Ella bekerja pun mengatakan kalau 2 bulan yang lalu, Ela dipecat dari pekerjaannya.
"Loe sedang patah hati Bri?" kata Lee yang memang paling tidak bisa minum, baru juga minum sedikit kesadaran nya mulai hilang, tinggal setengahnya saja.
"Gue gak tau!!! apa...gue ... jatuh cinta?.....hahahahahh....di..a..masih kecil!!" kata Fabri yang juga sudah mulai mabuk.
Boy dan Leo yang masih sadar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka, Empat Sekawan sudah lama sekali tidak pernah melakukan kegiatan seperti ini,mabuk bersama dan santai bersama sudah sangat lama mereka tak melakukannya.
"Apa maksudnya pencuri sandwich itu?" tanya Leo.
"A..a...a.... benar!!dia...pencuri sandwich....dan....di...a.. pencuri hati... ku....ha ha ha ha ha!" Fabri sudah melatur tak karuan.
"Apa kau tau.....di..a....memba...wa hatiku...pergi!!! ahh....gila....aku merindukan gadis kecil..i..tu....!" kata Fabri sebelum benar-benar ambruk di karpet Markas dan tertidur dengan seenaknya saja.
"Jangan ingatkan gue sama Kay, bangsaaat!!!" teriak Boy, dan di balas dengan kekehan dari Lee dan juga Leo.
"Boy....mau...gue....kasih tau....se.. buah rahasia?" kata Lee yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya.
"Apa? loe punya Rahasia apa Lee?" kata Boy, satu-satunya yang tidak terlihat mabuk,diantara teman-teman nya, karena Leo pun hampir kehilangan kesadaran nya.
"sssttttt.....jangan.....bi..lang- bilang.... Boy!!" kata Lee yang sudah sangat mabuk, dia berbisik pada Boy seakan-akan ada orang yang mengawasi mereka.
"Apa Lee?" e tah mengapa Boy menjadi penasaran.
"Om Jo.....meninggalkan Kay.... sendirian di rumah!!" kata Lee, mampuslah Lee bila Johan tau dia membocorkan keberadaan Kay yang sendirian di rumah.
__ADS_1
"Benarkah?" kata Boy memastikan.
"Kak Levin sedang ke luar negri, dan Om Jo.....dia sedang di luar pulau bersama Tante Ara!!'' kata Lee dengan gaya mabuknya.
"Gue!!!" lanjut Lee sambil menepuk dadanya sendiri.
"Yang mendengar sendiri pembicaraan Papa dan Om Joy!!"
"Sempurna!! terimakasih Lee!! gue pergi dulu!!!"
kata Boy girang, dia segera menghabiskan sisa minuman di gelasnya. Leo nampak sudah menyusul Fabri terkapar, namun bedanya Leo terkapar di sofa sedang kan Fabri di karpet. Sebelum benar-benar keluar dari markas, Lee memanggil Boy kembali.
"Boy!!! "
"Apa!!"
"Kerjai Kay!! sampai rasa rindu mu terpuaskan hahahahahah!!" kata Lee, dia tak tau bahwa sarannya itu, membuka otak mesum dari anak Beniqno tersebut.
"Terima kasih saran nya Lee!!!"
Boy sekarang menuju ke mobilnya dan melajukan cepat menuju ke arah rumah Johan yang memang tak jauh dari rumah Ray, sebuah strategi di pikirkan Boy di dalam mobilnya, Dia tahu tak mudah menembus satpam yang ada di rumah Kay, karena memang beberapa kali Boy ingin menemui Kay,namun para satpam sudah mendapatkan titah dari Johan agar Boy tidak masuk ke dalam rumah mereka.
Boy nampak menelpon seseorang untuk melancarkan aksinya dan orang itu bersedia membantu Boy, Boy sedang menunggu nya saat ini.
"Tunggu pembalasan ku Kay sayang!!" senyuman licik terpampang jelas di wajah Boy,yang sedang menatap rumah Kay dari kejauhan.
bersambung
__ADS_1