
Tepukan tangan di bahu dokter Fabian memberikan semangat dan seakan berkata 'sabar' membuat dokter Fabian menghela nafasnya.
'Tuhan bantu kami!!' batin dokter yang menangani Tian di sela-sela usahanya menyadarkan dokter Tian. Setelah tanpa lelah dokter Fabian mencobanya, Tuhan memberikan keajaiban nya, detak jantung Tian kembali, perlahan tapi pasti mulai naik dan naik.
dokter Fabian begitu lega dengan normalnya kembali keadaan Tian.,Seorang gadis terlihat mondar-mandir di depan ruang ICU, ya ketika dia datang untuk menjenguk Tian, dia melihat dokter berlarian menuju ruang ICU dimana Tian di rawat, dia sengaja datang setelah aktivitas nya selesai, dan karena Tian tak bisa di ajak bicara bahkan tak boleh di temui dia datang malam hari itu!.
Begitu melihat dokter keluar dari ruangan tersebut, Kila,gadis itu menghampiri dokter dan bertanya.
"Dok bagaimana keadaan kak Cris?" tanya Kila
"Cris?"
"Dokter Cristian!" terang Kila.
"Anda siapa? kenapa bertanya tentang keadaan dokter Tian?" tanya dokter Fabian.
"Aku pacarnya!" saut Kila
"Jangan aneh-aneh adik kecil! dokter Tian tidak punya pacar anak kecil seperti kamu okey!" ucap Fabian dan hendak berlalu dari sana.
"Beneran!! aku adiknya kak Ray! sahabat kak Cris!"
"Tuan Ray? benarkah?" tanya dokter Fabian
"Huuuh, benar dokter!"
"Barusan saja jantung dokter Tian berhenti berdetak tapi untungnya semua sudah bisa di atasi dan sekarang sudah normal seperti semula!" terang dokter Fabian singkat.
"Hiks....hiks....hiks....apa dia tidak apa-apa!!! aku boleh masuk dan melihatnya?"
"Tidak boleh adik kecil! sekarang pergilah sudah malam!"
"Ijinkan aku melihatnya hiks....hiks ...hiks...."
"Oh astaga Tian!! apa benar dia pacarmu!" gumam dokternya Fabian lirih.
Akhirnya Fabian mengijinkan Kila masuk, dia hanya memberikan Kila waktu 10 menit saja.
"Kak Cris! ini Kila! bangun dong!! Kila sedih nih liat kak Cris kayak gini! hiks....hiks....hiks...apa kak Cris gak kasihan sama Kila? Kila gak mau jadi janda sebelum kawin kak!!"
__ADS_1
Dokter Fabian yang menemani Kila melotot tajam pada gadis berwajah India itu, dia akhirnya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang terlontar begitu saja dari mulut gadis kecil itu.
"Kak! Kila janji deh bakalan bikin kakak bucin akuuut sama Kila hiks.....bangun kak!! banguunn dong!! masa' tega sih ninggalin Kila yang imut sendirian, dari tadi Kila udah di lirik-lirik ya sama dokter tua di sini kak!!" ucap Kila dengan polosnya.
"Eh...gak ada ya!! aku lirik-lirik kamu!! lagian mana ada tampang tua di wajah aku!! yang ada aku ini dewasa!! lagian aku gak minat sama anak TK kayak kamu!!" saut Fabian kesal karena dari tadi disindir anak ingusan itu.
"Anak TK ini bisa bikin anak TK Om!" kata Kila.
"Kamu ya!! manggil Tian dengan embel-embel kakak, giliran ke aku jadi Om!!" ucap dokter Fabian kesal karena di panggil Om oleh Kila. Entah mengapa mereka jadi berdebat walaupun dengan nada lirih di saat berada di dekat dokter Tian, Kila masih setia memengang tangan Tian yang sedang tak sadarkan diri. tiba-tiba.....
"Ehh..eh..eh...eh... Om dokter!!! tangan kak Cris gerak-gerak!!!!" pekik Kila.
dokter Fabian langsung berjalan cepat ke sisi ranjang yang lainnya, dengan cekatan dia memeriksa keadaan Tian, dari monitor bisa di lihat perkembangan Tian meningkat dan...
"Bocah ingusan!" ucap Tian lirih hampir tak terdengar.
"Kakak!!! hiks....hiks.....kakak bangun....kakak benar-benar bangun! huwaaaaaaaa!!" kata Kila sambil memeluk tubuh Tian.
"Hei....kau mau membunuh Tian!!" dokter Fabian menarik pelan tangan Kila yang tubuhnya menempel pada Tian.
Setelah sekian lama Tian akhirnya kembali sadar dari koma, dia tersenyum kecil melihat anak ingusan adik Ray itu menangis di dadanya. Akhirnya beberapa alat yang ada di tubuh Tian di lepaskan, dokter Fabian meminta Kila untuk keluar terlebih dulu.
Di ruang kerja Ray
"Tuan! dia adalah kekasih sesama jenis Monica! hubungan mereka sudah lama bahkan sebelum dia berhubungan dengan sepupu tuan Adrian!'" ungkap Kevin, orang kepercayaannya yang tak banyak di ketahui publik karena tak pernah terang-terangan Bekerja dengan Ray.
"Mengerikan!" kata Ray
"Dia mengganti identitas nya setelah bersama dengan Monica Tuan! karena itu kemarin saya kesulitan mencari jati dirinya!" kata Kevin
"Kemungkinan dia mengincar orang-orang terdekat anda tuan Ray!" lanjutnya.
"Tian?"
"belum ada bukti tuan! tapi waspada tentunya harus kita lakukan!" kata Kevin
"Kau benar Kev! kita perlu waspada!"
Kevin adalah orang kepercayaannya yang bahkan tuan Adrian pun tak pernah tau keberadaan Kevin di sisi Ray. Segala informasi selain dari Mario,ray dapat dari Kevin, Kevin yang langsung terjun ke lapangan lebih mengetahui secara detail apa-apa yang ingin Ray ketahui.
__ADS_1
Disisi lain, setelah mendapatkan informasi dari seorang suster yang mengosip tentang sadarnya dokter Tian, dokter Ica merasa geram karena usaha nya gagal total! Dia berpikir keras apa yang harus dilakukannya saat ini! hingga beberapa saat kemudian.
"Suster Rani!" panggil dokter Ica
"Ya dokter Ica? ada yang bisa di bantu?" kata suster Rani.
"Siapa yang mengantikan dokter Tian di kliniknya?" tanya dokter Ica dengan lembut.
"Ohj kalo itu belum tau dok, katanya sih dokter Adel, tapi kami belum tau! ada apa ya dok?"
"Ah tidak apa-apa sus, aku hanya khawatir, sebenarnya ingin mengajukan diri, karena disana sepertinya menyenangkan! dapat pengalaman baru!" senyum cerah dokter Ica.
"Sebentar dokter saya telpon ke asistennya saja!"
"Suster Nayla?" tanya dokter Ica.
"Dokter kenal?"'
"Ah tidak hanya beberapa kali bertemu saja!" kata dokter Ica
"Boleh aku minta nomor telepon suster Nayla?" lanjutnya.
"Tentu sana, ini dokter!" setelah itu suster Rani menyodorkan ponselnya di depan dokter Ica.
"Terimakasih suster,!"
Setelah mendapatkan nomor telepon Nayla, dokter Ica kembali ke ruangannya.
"Apa kabar suster Nayla! hi hi hi hi!" kata dokter Ica sambil menatap kontak nomor ponsel suster Nayla di depan matanya.
Di rumah mama Sita,..
"Sayang berhentilah kerja! kita akan segera mengganti kan Ray menikah!" kata Beniqno yang sudah duduk manis di ranjang kamar Nayla.
"Dokter Tian sedang sakit! masa' aku malah mengundurkan diri sih!"
"Tapi perasaan ku tak enak sayang!" kaya Beniqno sambil beranjak memeluk Nayla yang sedang memakai skin care nya.
"Ben! aku baik-baik saja!! pulanglah!"
__ADS_1
"Aku tidak tau kenapa sayang! hatiku tidak tenang sayang! ayolah pulang ke mansionku" kata Beniqno terlihat sangat posesif seakan-akan Nayla akan meninggalkan dirinya.
bersambung