
Ray datang dengan tergesa-gesa ke ruang rawat Vita, dia terlihat tak sabar ingin melihat cucu pertama nya, apalagi cucu pertama nya adalah seorang cewek, Ray yang tak punya anak cewek karena kedua anaknya lelaki semua merasa senang dan di kantor nya tadi dia bahkan sudah membagikan uang kepada seluruh karyawan seperti yang di lakukan oleh tuan Adrian ketika cucu pertama dari Bianca anak sulungnya lahir,Dan kali ini sang asisten yang sangat berbahagia,siapa lagi kalau bukan Ray, asisten CEO itu sangat senang ketika mendengar kabar bahwa cucu pertama nya telah lahir. Dengan senang hati dia membagikan uang pada para karyawan, kemudian bergegas menuju ke rumah sakit di mana sang menantu melahirkan.
"Di mana bayi mungil itu?" tanya Ray begitu sampai ruang rawat.
"Papa sudah datang" kata Lee yang duduk di sofa, Abhi sudah harus pulang karena ada les yang harus di jalani anak tersebut.
"Mana cucu Papa?" tanya Ray sambil celingukan mencari bayi yang tidak ada di box bayi.
"Sini pa....cucu cantik Papa baru saja selesai menyusu" panggil May.
Ray mendekati Maysha,dan melihat bayi mungil di tangan istrinya.Senyumnya merekah ketika melihat cucu pertama nya, Vita yang melihat nya hampir tak percaya, selama setahun lebih menikah dengan Lee, Vita jarang sekali melihat Ray, mertua lelaki nya itu tersenyum selebar itu. Vita merasa bahagia,karena kehadiran bayi nya membawa kebahagiaan bagi semua orang.
"Namanya kira-kira siapa ya pa?" tanya May
"Lee belum memberi nama?" tanya Ray sambil menoleh pada Lee
"Aku harap sih Papa yang kasih nama, ya kan sayang?" tanya Lee pada Vita.
"Iya pa....Vita harap Papa yang ngasih nama" saut Vita
"Naisha Putri Barata, bagaimana?" kata Ray sambil memandang bergantian anak istri dan menantu nya.
"Oke.. Lee suka!" kata Lee, karena apapun yang di berikan oleh Ray, Lee pasti menyukainya.
"Mama juga, kamu suka Vit?" tanya May pada Vita
__ADS_1
"Cantik ma, makasih pa" saut Vita.
"Shasha? gimana kalau di panggil Shasha" kata Lee dengan antusias.
"Setuju!" semuanya menjawab sama.
Kebahagiaan Ray dan keluarganya tak terhingga, Vita tak lupa mengabari sang Ayah di kampung halaman nya, mereka melakukan video call agar sang Ayah bisa melihat cucunya juga.
Setelah melalui perawatan selama tiga hari, akhirnya Vita dan Lee membawa anaknya pulang ke rumah, hadiah berdatangan mulai dari teman-teman Ray, teman-teman Lee, hingga semua karyawan dan klien bisnis Ray, dan yang paling utama, tuan Adrian selaku Bos dari Ray membelikan hadiah yang tak tanggung-tanggung! Satu set perhiasan bermata berlian yang sangat cantik, tuan Adrian berkilah bahwa hadiah ini memang sangat pantas untuk Shasha yang cantik, karena awalnya Ray menolak hadiah yang terlalu mahal ini.
Dan akhirnya beberapa hari setelah kepulangan Vita dari rumah sakit, syukuran atas lahirnya keturunan baru keluarga Barata di laksanakan dan selesai dengan sangat menggembirakan.
"Waahh cucu loe emang cantik banget Ray?" kata Beniqno usai acara selesai, namun dia masih berharap anak pertama Boy tetap lah laki-laki.
"Siapa dulu bapaknya?!!" saut Lee yang tiba-tiba bergabung dengan mereka.
Mereka semua berbincang bersama dan bersantai sejenak setelah acara selesai.
Hari-hari berlalu begitu saja sekarang si cantik sudah berumur 3 bulan, hal itu membuat kawan-kawan Lee jarang nongkrong di Cafe, Karena mereka lebih memilih orang-orang di markas karena tidak mau jauh dari putrinya, Leo, Fabri dan juga Boy sangat senang bermain dengan Shasha yang sesekali dibawa oleh Lee ke markas, bayi mungil perempuan itu menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka berempat, Boy bahkan sering membayangkan bagaimana bahagia nya dia ketika anaknya sendiri lahir, karena perut Kay juga semakin besar.
Entah mengapa Fabri lebih sering ke rumah Ray untuk bermain dengan si mungil Shasha, kadangkala Fabri datang dengan membawa Ela, Fabri sangat antusias ketika di percaya Lee untuk menjaga Shasha, bahkan Ela sudah sangat mahir mengendong bayi mungil dan cantik tersebut.
"Lihat Kak, dia tersenyum padaku!!" pekik Ela senang
"Dia sedang melihat ku sayangi!" kata Fabri tak mau kalah dari Ela.
__ADS_1
Bayi mungil itu sangat senang bila sudah bermain dengan sahabat-sahabat dari Papa Lee, bahkan dengan seenaknya hatinya, mereka meminta Shasha memanggil Leo dengan sebutan Apa Leo, Papi Boy dan Daddy untuk Fabri. Lee senang sekali karena mereka menyambut kedatangan Shasha putrinya dengan sangat bahagia dan antusias, persahabatan yang mereka jalin sejak kecil hingga sekarang pun menjadi sebuah anugerah tersendiri bagi mereka dan Lee juga kawan-kawannya Leo, boy dan juga Fabri ingin persahabatan mereka berlangsung sampai ke anak-anak mereka suatu saat nanti.
"Sayang....... Shasha pup sayang!!" teriak Fabri ketika melihat gelagat Bayi mungil itu, dia sedikit berteriak memanggil Ela.
"Ya kak, bentar!?" saut Ela yang berada di dapur bersama Vita.
"Berani kamu pup di pangkuan Daddy hemmmmm??" kata Fabri penuh penekanan.
bukannya menangis, Shasha malah tertawa kecil melihat wajah Fabri yang melotot.
"Jaga mata loe Bri!!" kata Lee ketika melihat mata tajam Fabri pada anaknya, padahal dia tau Fabri hanya menggoda Shasha.
"Aiish nih lihat Lee, si Shasha malah pup di tangan gue!!"
"Anggap saja ujian sebelu loe benar-benar menikah nanti dan punya anak nanti!!'' jawab Lee santai.
"Sialan loe!" kata Fabri
"Gak papa deh demi kamu sayang nya Daddy!!"
cup
cup
Berulang kali Fabri gemes, dan menciumi pipi tembem milik Shasha.Dia bahkan membayangkan bahwa Ela dan dirinya akan menikah dan punya anak lucu, seperti halnya Lee dan Boy yang menikahi dan bahkan Lee sudah mempunyai anak selucu dan menggemaskan Shasha. Sungguh Fabri sangat gemas dengan anak Lee tersebut.
__ADS_1
bersambung....