Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Sesil nampak kaget ada seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik bisa masuk apartemen milik Levin, otaknya langsung memberi sinyal bahwa mungkin ini adalah orang tua Levin, dan benar saja wanita itu mempertanyakan keberadaan nya di apartemen Levin.


'' Saya pembantu Tuan Levin nyonya" kata Sesil


"Baiklah... simpan makanan ini,.dan layani anakku dengan baik!" kata Kiara sambil tersenyum manis padanya.


jujur saja saat melihat senyum Kiara, Sesil merasa berdebar hatinya, dia tidak mengira bahwa Kiara sedikit bersahabat daripada anaknya yaitu Levin majikannya sendiri.


"Baik nyonya"


jawab Sesil dengan hormat.Sesil mengambil barang bawaan Kiara, ternyata barang-barang bawaan Kiara adalah bahan makanan yang bisa dipanaskan untuk nanti malam, lalu Sesil menaruh beberapa kotak makanan ke dalam kulkas, selesai melakukannya Sesil mendekati Kiara yang sedang duduk di sofa ruang tamu apartemen tersebut.


"Nyonya mau saya buatkan minum?" tanya Sesil


"Memangnya kau bisa membuatkan aku minuman apa? karena aku tidak suka minum dingin! aku tidak suka kopi juga!" kata Kiara


"Saya tadi membuat jamu nyonya, apa nyonya bisa minum jamu?" kata Sesil


"Jamu?''


Tanya Kiara tak percaya, pasal nya dia tak pernah meminum minuman seperti itu, dan dia juga heran bagaimana Sesil bisa tau tentang jamu, bukannya Ayana bilang bahwa Sesil bekas anak orang kaya yang manja?


"Mbak Wati dulu yang mengajari, salah satu bekas maid di rumah, ini hanya kunyit yang di rebus dengan gula kristal nyonya, tidak begitu manis tapi masih hangat, tadi saya baru saja belajar ke supermarket dan menemukan nya! nyonya mau?" tanya Sesil


" Boleh...bawa sini, barangkali aja aku suka" kata Kiara.


Dengan semangat Sesil menuju ke dapur, hari ini dia memang membuat jamu yang sering diajarkan Wati salah satu maid yang dulu bekerja di rumahnya, Wati bilang untuk menghilangkan pegal-pegal makanya dia membuatnya dan hari ini adalah hari pertama Sesil berkesempatan keluar apartemen menuju supermarket untuk membeli bahan makanan yang di inginkan dan disuruh oleh Levin, di sana dia melihat beberapa rempah-rempah dan dia menemukan kunyit di salah satu rak yang bercampur dengan bahan makanan yang lain.Terus terang saja Sesil yang sudah terbiasa bekerja di kedai milik pasangan suami istri yang menyiksanya dulu merasa sudah terbiasa jika hanya untuk membersihkan apartemen Levin, apalagi apartemen itu terlihat sangat bersih hingga Sesil tak perlu bekerja keras untuk membersihkannya, namun tetap saja selama 1 bulan ini badan Sesil nampak sangat kecapean hingga akhirnya dia meminum jamu yang baru saja dia buat.


"ini nyonya,sengaja saya memberikan Anda gelas yang kecil agar anda mengicipi nya terlebih dahulu, jika anda suka masih ada lagi satu gelas besar yang akan saya sajikan untuk nyonya" kata Sesil

__ADS_1


"Terimakasih, siapa namamu?" tanya Kiara


"Sesil nyonya!"


"Terimakasih Sesil!"


Braaaaak......


suara apartemen terbuka dengan tergesa-gesa saat Kiara hampir saja memasukkan minuman yang diberikan Sesil kepadanya


"Apa yang Mama lakukan di sini?"


tanya Levin namun matanya menatap tajam kearah Sesil, Sesil tau diri,dia langsung mundur beberapa langkah dan masuk ke dalam dapur,dia langsung membuatkan minuman untuk Levin, karena dia tahu Levin selalu meminta kopi bila dia pulang ke apartemen, Tinggal di sana selama satu bulan membuat Sesil begitu hafal dengan kebiasaan dari Levin, bahkan jika kopi yang di sajikan Sesil sudah dingin pun, Levin tetap minumnya, dia bukan tipe lelaki yang hanya mau kopi panas saja.


"Levin!! kau mengagetkan Mama saja!!!Mama sedang minum! lihat Sesil membuat jamu,dan dia memberikan segelas untuk Mama!" kata Kiara, dan sang anak hanya memandang datar Mama nya.


"Waahhh tepat sekali sayang....ini jam makan siang, biar Sesil siapkan makan siang untuk kita! tadi Mama kesini bawa makanan buat kamu makan malam, tapi siang-siang begini kamu sudah datang!" lanjut Kiara sambil meminum jamu di tangannya.


"Kamu emang lupa ya? sudah dua minggu ini kamu gak pernah datang ke rumah! ada aja alasan mu!" kata Kiara.


"Lagian sejak kapan kamu punya pembantu? kenapa kamu gak cerita sama Mama?" tanya Kiara sambil berlalu ke arah Sesil, namun saat melewati Levin, Kiara sedikit berbisik di telinga anak lelakinya itu


"Lagian itu pembantu apa calon istri Vin? cakep amat!"


Seketika Levin mendelik ke arah punggung Mama nya yang terus berjalan menuju ke dapur untuk menemui Sesil dan menyiapkan makan siang untuk Levin.


########


"Hahahahahaha.....gue benar-benar gak tau Kak!! bukan ulah gue!!" kata Leo membela diri.

__ADS_1


"Mana mungkin loe gak tau!! loe kan bucin akut sama Ayana, bisa saja Ayana merencanakan ini dengan dukungan dari loe!" ucap Levin sedikit ketus sambil mengambil kopi di depannya.


"Boy kali! dia kan juga bucin kronis!!" kata Leo asal


"Enak aja!! Kay ya yang bucin kronis ma gue!! bukan gue!! lagian gue juga gak tau Kak kalau Mama sampai datang ke apartemen Kakak!" kata Boy membela diri.


"Emang kenapa kalau Tante Kiara datang ke apartemen Kakak?" tanya Lee yang memang tidak terlalu paham dengan pembahasan mereka.


"Kak Levin kepergok Tante Kiara punya pembantu cantik! dan di kira calon istri nya hahahhahaha... makanya nikah Kak!!" kata Boy menjelaskan ke Lee.


"Woww...betah juga ya si cewek itu tinggal sama Kak Levin! si mulut pedas!!" celetuk Fabri sambil memakan camilan di depan nya.


"Sialan loe!!gue hanya gak ingin ribet kalau udah berhubungan dengan Mama!!" Kata Levin


Akhirnya Levin memutuskan untuk pulang terlebih dahulu setelah sesi curhat nya pada empat sekawan, Levin sungguh tak ingin ribet dengan urusan Sesil, selama hidup berdua dengan wanita itu, Sesil jarang sekali menampakkan diri di depan Levin, Sesil hanya ingin Levin tetap nyaman dan membiarkan dirinya tinggal di apartemen itu.Namun tanpa sepengetahuan Sesil, Levin tetap memantau wanita itu dengan berbagai kamera tersembunyi di apartemen nya, dia belum sepenuhnya percaya pada Sesil.


"Non Sesil!"


panggil seseorang yang dari awal kedatangan Sesil selalu memberikan bantuan padanya,. seorang bapak-bapak paru baya yang bekerja sebagai satpam di apartemen tempat tinggal Levin.


"Ya pak Arif...." jawab Sesil lalu sejenak berhenti.


"Dari mana?" tanya pak Arif


"Dari supermarket pak, kopinya habis.....buat ngopi tuan Levin besok pagi" kata Sesil


"Ini....tadi istri bapak bikin kue kering banyak...buat non Sesil katanya" kata pak Arif sambil menyerahkan satu toples kue kering.


Sesil nampak tersenyum senang, Sesil merasa di manusia kan oleh sosok pak Arif dan istrinya, walaupun sebenarnya Sesil belum pernah sekalipun bertemu istri Pak Arif. Mereka bercanda sebentar, terlihat jelas senyum cerah dan tawa lepas Sesil bersama pak Arif, sampai mereka tak menyadari ada seseorang yang tak sengaja melihat kebersamaan mereka.

__ADS_1


"Cih...kalau di apartemen saja dia seperti robot!! kenapa di luar dia seceria ini!!" gumam seseorang yang tidak lain adalah Levin,yang baru saja sampai di depan pintu apartemen nya.


bersambung....


__ADS_2