
Dengan cepat lee mengambil cambuk di mobilnya, melempar kan cambuk tersebut pada Boy, dua lelaki muda itu berjalan bak malaikat maut ke arah seorang pemuda yang berdiri di samping mobil dengan di apit oleh anak buah paman Jay tanpa wajah takut sama sekali.Bahkan pemuda tersebut nampak menyepelekan dua remaja yang sedang berjalan ke arahnya.Pemuda tersebut belum tahu bahwa perbuatannya dan Teo meninggalkan bekas yang bisa di endus mereka.
"Apa mau kalian? kenapa kalian menghadang ku di sini?''
Tantang pemuda itu dengan berani, dia memang bertugas mengambil mobil dari Teo,setiap kali Teo beraksi dan memerlukan mobil maka Teo akan menghubunginya, namun pemuda bernama Brata tersebut tak pernah tau apa yang di lakukan Teo dan kawan-kawan nya, dia selalu di minta menjadi penyewa mobil dan berbohong jikalau suatu saat nanti Teo terendus aparat polisi,demi kelangsungan hidup keluarga nya, Brata melakukan semuanya,dia hanya beranggapan bahwa Teo bertransaksi obat-obatan terlarang atau menjual gadis-gadis tersebut sebagai wanita pe*lacur,bahkan Brata tak berpikir perbuatan Teo lebih bejat dari itu.
"Dimana kau menukar mobil nya?" ucap Lee dengan penuh penekanan.
"Aku rasa bukan urusan mu!! dia penyewa mobilku!! dan itu menjadi urusan ku!!" bantah Brata dan terlihat tak terima dengan apa yang di tanyakan Lee.Dengan cepat Lee mencekik leher Brata, mendorongnya sampai membentur mobil yang ada disampingnya, entah kekuatan dari mana Lee mencekik sangat kuat, hingga Brata bahkan tak bisa melepaskan nya, Brata bahkan berusaha melepaskan cekikikan Lee namun usahanya sia-sia.
"Mau mati konyol? atau menurut i keinginan ku?" tanya Lee terlihat dingin, Boy hanya diam tanpa ikut campur walaupun tangannya sangat gatal ingin menghajar Brata saat itu juga, Lee terlalu bersabar pikir Boy.Jangan tanyakan bagaimana wajah dua pengawal dari paman Jay yang berada di sana,mereka seperti melihat malaikat Lee menjadi iblis dalam seketika.
"Katakan!! atau kau mau mati dengan cara sang sedikit mengerikan??" kata Lee, namun karena tercekik Brata tak bisa berkata apa-apa!.
"Lepaskan Lee!!!" kata Leo yang tadinya hanya melihat saja,kini dia ikut campur,Sambil menarik Lee untuk mundur beberapa langkah, Leo memerintahkan kedua anak buah paman Jay untuk membawanya ke sebuah gudang yang nampak kosong beberapa meter dari tempat mereka berhenti.Dengan cepat mereka menyeret Brata ke sana, Boy dan Lee yang sudah tak sabar akhirnya mengikuti kemana mobil anak buahnya berjalan, sedang kan mobil Brata di bawa oleh Fabri.
"Bri....share Lok pada Paman Jay!!" kata Lee
"Okey brother!"
Sesampainya disana Brata di dorong masuk ke dalam gudang,dan satu bogem mentah dari Boy dilayangkan ke wajah Brata, bogem mentah yang Boy tahan dari tadi.
bug.....
" katakan di mana kau menukar mobil nya!!"
bug.....
__ADS_1
"katakan ke mana kedua gadis itu dibawa oleh temanmu itu!?! bajingan!!!" teriak Boy karena tak mendapatkan jawaban dari mulut Brata.
"Aku tidak tau maksud kalian!!' teriak Brata masih berkilah, dan memang itulah tugasnya, dia dibayar Teo untuk diam.
Lee mengambil ponsel milik Kay yang terlempar di bawah kursi mobil, dan Brata hanya mengerutkan keningnya tak tau apa maksud dari Lee.
"Kami melacak mu dari ponsel nona Kay!! gadis yang kalian culik!" kata salah satu anak buah Lee yang melihat gelagat heran dari wajah Brata.
"Kau tau!!! kau sudah salah telah bermain-main dengan kami!!" kata Boy dengan penekanan kata-kata nya.
cetar......
Suara cambukan tiba-tiba menggema di ruang tersebut, tentu saja di ikuti oleh suara kesakitan dari mulut Brata.
cetar.......
Kembali Boy dengan santainya mencambuk tubuh Brata, dan Lee yang buka suara.
"Dimana adikku di bawa mereka?" kata Lee.
"Aku tak tau!!" teriak Brata dengan menahan rasa sakit nya.
"Boy!!''
Cetar......
Satu cambukan sudah mendarat di punggung Brata!Namun Brata masih tetap bungkam! karena merasa geram dengan diamnya Brata, Fabri mendekat dan memberikan sebuah video yang memperlihatkan seseorang sedang duduk santai di depan rumahnya sambil berbincang dengan orang suruhan nya, Fabri dengan mudahnya mencari informasi tentang Lelaki yang ada di hadapannya itu,dan langsung menyuruh suruhannya untuk datang ke sana.
__ADS_1
"Bangsaaat!!!! jangan ganggu dia!!" kata Brata berteriak,sambil memberontak karena di cekal oleh dua orang bodyguard Lee.
"Ciiihhh......kau bilang jangan ganggu?? bagaimana kau bisa berkata seperti bangsat!!! kalau nyatanya kau yang lebih dulu mengusik ku!!!" teriak Lee.
"Bri....kenapa kau tidak menyuruh seseorang saja menyuntikkan obat yang perlahan bisa membunuhnya!!" kata Boy santai memberi saran pada Fabri agar menyuruh anak buahnya melakukan sesuatu pada gadis di video tersebut.
"Jangan!!! aku mohon!!! aku mohon!!! aku tak tau kemana mereka membawa gadis-gadis itu!!" kata Brata di sisa tenaganya.
"Tapi aku punya nomor ponsel salah satu dari mereka!! kau bisa melancaknya!!" ucap Brata sambil tersengal.
"Kenapa tidak dari tadi saja!" ucap Fabri sambil merampas ponsel Brata.
"Untung aku belum membunuh kekasih mu!! hahahahhaha!"
lanjut Fabri menghubungi ponsel seseorang di sana.Leo merinding melihat dan mendengar tawa Fabri, dia bahkan beranggapan bahwa Fabri sudah sama gilanya dengan Lee dan Boy.
Beberapa kali melakukan panggilan dan Fabri meminta Brata berbicara senormal dan selama mungkin, sampai Fabri mengangkat tangan kirinya tanda dia sudah mendapatkan posisi penjahat tersebut.
"Dapat!!!"
"Lee.... Boy.... seperti nya aku butuh hadiahku!!" kata Fabri sambil memutar layar laptop menghadap ke arah Boy dan Lee.
"Kita berangkat!!! Lee kau bawa samurai ku kan!!"
"Ooh God!!! sepertinya aku harus menutup mataku hari ini!!! mereka semua gila!! Bangsaaat!!!!" umpat Leo
"Kalian salah memilih teman bermain-main!!! bangsaaat!!
__ADS_1
umpat Leo lagi,karena dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya, umpat an Leo hanya di balas senyuman kecil oleh Lee.
bersambung....