Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Tidak usah! aku ada janji dengan orang, jadi aku pergi sulu... terima kasih semuanya ya!" Ayana mengangkat barang belanjaan nya yang tadi juga di bayar oleh Leo.


Leo hanya memandang kepergian Ayana, namun tiba-tiba Ayana berhenti di depan sebuah cafe di dekat super market tersebut, Ayana memang tak membawa mobil, dia tak bisa mengemudi,jadi dia berniat berjalan di tepi jalan untuk mencari taksi. Melihat siapa yang sedang keluar dari cafe,dia berhenti, lelaki yang sedang membuat janji dengan nya satu jam lagi, tiba-tiba di lihatnya keluar dari cafe, mengapit pinggang seorang wanita dengan mesranya.


Saat Ayana ingin menegur nya, lelaki tersebut rupanya sudah melihat Ayana terlebih dahulu, ekspresi kaget terlihat jelas di wajahnya, Leo hanya diam sebelum masuk ke dalam mobilnya, Dia ingin melihat drama live yang ada di hadapannya saat ini.


"Yana?" tegur Robi, Robi melepaskan tangannya dari pinggang wanita di sebelah nya.


"Dia siapa kamu Robi?" tanya Ayana.


"Kamu siapanya Robi?" bukannya Robi menjawab, malah gadis di sebelahnya yang bertanya balik.


"Aku.....!"


"Dia mantan aku Yang!" Robi memotong perkataan Ayana, sambil memandang ke arah Elia,gadis disampingnya.


"Kamu masuk dulu ke mobil, aku mau bicara sama dia!" lanjut Robi.


"Apa maksud nya ini Robi?" tanya Ayana setelah kepergian gadis tadi, Ayana merasa bingung dengan apa yang terjadi.


"Ayo kita putus!" kata Robi


"Robi!" ucap Ayana lirih.


"Aku tau aku jahat Yana, tapi aku tidak melanjutkan hubungan perjodohan ini! aku sudah berusaha mencintai kamu!"


"Tapi kenapa baru sekarang? setelah satu ini! kenapa baru sekarang?" kata Ayana masih dengan kelembutan nya, dia mencoba mencerna apa yang dialami nya saat ini.


"Karena baru sekarang aku mendapatkan cinta ku Yana, Yana maafkan aku!aku menunggu waktu yang tepat agar Elia bisa di terima di keluarga ku!! maafkan aku Yana!!!" kata Robi

__ADS_1


"Cinta gak di paksakan Yana, aku...aku gak bisa terus memaksakan diriku untuk mencintai mu, maafkan aku!! aku akan cari waktu yang tepat untuk membahas tentang kita di keluarga ku dan keluarga mu juga!"


Robi pergi meninggalkan Ayana yang masih mematung di tempatnya, dia merasa tak tega, namun satu jam lagi memang rencana Robi akan memutuskan perjodohan mereka, Robi meminta satu tahun untuk bisa mencintai Ayana dan melanjutkan perjodohan mereka. Namun nyatanya dia tak sanggup mencintai Ayana, hatinya malah berlabuh pada gadis yang bernama Elia, gadis yang sesuai tipe Robi, periang, cerewet dan apa adanya, Elia dari keluarga kaya namun dia gadis yang baik, bahkan dia tak tau kalau Robi masih belum memutuskan perjodohan nya saat berpacaran dengannya.


Ayana duduk jongkok di tepi jalan setelah melihat mobil Robi menjauh, dia menunduk kan kepalanya sambil terisak, walaupun dia tak tau bagaimana perasaan sebenarnya pada Robi, namun dia sudah cukup bahagia, Robi mau menerima nya, karena Ayana tipe gadis yang pendiam dan susah akrab dengan orang baru, Ayana juga tak bisa membayangkan bagaimana nenek dan kakeknya tau tentang Robi yang sudah memutuskan hubungan dengan nya.


"Berdiri!!"


"Berdiri!!"


Ayana mendongak, melihat siapa yang memerintah nya.


"Berdiri!!"


"Kau belum pulang?" tanya Ayana pelan.


"Hemm aku baru melihat drama live!!" kata orang tersebut yang tak lain adalah Leo.


"Temani aku makan!" kata Leo yang akhirnya menarik tangan Ayana masuk ke dalam cafe di depan mereka.Setelah memilih makanan dan minuman nya, mereka berbincang sebentar.


"Dia pacar mu?" tanya Leo, Ayana hanya mengangguk.


"Kalian baru saja putus? apa karena wanita tadi?" lanjut Leo


"bukan, karena Robi sendiri, cinta memang tak bisa di paksakan!" ucap Ayana lirih, sambil menyeka air matanya.


"Kalau tak bisa di paksakan, harusnya jangan berjuang sejak awal!!" kata Leo


"Kami di jodohkan! jadi bukan salah Robi juga kalau tak bisa mencintai ku!" kata Ayana membuang pandangannya ke arah jendela cafe, melihat lalu lalang mobil di jalanan. Perbincangan mereka berhenti sampai di situ, Leo tak tau harus bertanya apalagi, dia menemani gadis patah hati ini hanya karena dia kenal, hanya karena dia adalah sepupu Kayra dan tidak lebih. selesai makan Leo mengantarkan Ayana pulang ke rumahnya,walaupun Ayana sudah menolak beberapa kali namun ia bersikeras untuk mengantarnya, rasanya Leo tidak tega melihat Ayana yang sedang patah hati harus menyetop taksi di pinggir jalan dan pulang sendiri.

__ADS_1


"terima kasih sudah mengantarku mas Leo!" kata Ayana.


"ya,....jangan terlalu dipikirkan,lupakan semuanya karena jodoh tidak akan pernah ke mana, bukankah begitu? kalau kau sudah tahu bahwa cinta tidak bisa dipaksakan kenapa kau harus sedih?!" kata Leo


"Benar, terima kasih mas Leo!" kata Ayana sambil tersenyum manis.


akhirnya Leo berlalu dari depan rumah Ayana,dia melanjutkan untuk pulang ke rumah karena memang sudah ditunggu oleh maminya.


"Baru pulang?" tanya Raka sang papa yang sedang bersantai di teras belakang, ya setelah meletakkan pesanan maminya di dapur, Leo berlalu ke teras belakang.


"Ya Pi! capek....! mami yang benar saja! belanjaan nya buaanyak!!! untungnya ada yang bantuin!!"


"Emang siapa yang bantuin?"


"Temen!...dah ah Leo mandi dulu Pi!" kata Leo pamit.


"Ehh kamu bisa ikut om Zen?" tanya Raka


"Kemana Pi?"


"Ke luar kota, Ada Jeep jadul yang minta di periksa dan di modif, bukannya kuliah kamu lagi off?"


"Kapan Pi?" tanya Leo


"Lusa berangkat! ditemani om Zen!"


"Siap Pi!!"


Leo berlalu,masuk ke dalam kamarnya, merasa badannya lengket semua Leo menuju kamar mandi untuk mandi, dia mengguyur kepalanya dengan air dingin dari shower,entah mengapa tangisan Ayana terdengar begitu dekat di telinganya saat dia memejamkan mata, Leo mencoba membuka matanya suara tersebut menghilang, Leo kembali memejamkan matanya lagi, wajah tersenyum Ayana yang mengucapkan terima kasih padanya tadi terlintas kembali.

__ADS_1


"Oohh Shi*t!!! apa yang kau pikirkan Leo!!" gumam Leo sendiri.


bersambung


__ADS_2