
"Nay....Nikah aja yuk?" dengan menatap lekat ke arah Nayla, Nayla yang ada di bawah kungkungannya Beniqno hanya diam sambil melotot tidak percaya pada apa yang dia dengar. Nayla akhirnya tersadar dan mendorong Beniqno kembali.
"Minggir tuan!" pinta Nayla.
"Jawab dulu!!"
"Gak mau!!"
"Maksud nya?" tanya Ben sambil memainkan rambut Nayla.
"Aku gak mau nikah sama kamu tuan!" ucap Nayla tegas.
Seketika Ben menghentikan tangannya yang memainkan rambut Nayla, dia beralih menatap tajam Nayla yang masih ada di bawahnya. Nayla merasa takut dengan tatapan mata Ben, dia berusaha mengalihkan pandangannya ke samping, namun naas Ben memengang dagu Nayla dan membawanya tepat di depan matanya.
"Kata kan lagi?" ucaop Ben tajam dan dingin.
"A-aku gak m-mau nikah sa-sama kamu!" kata Nayla terbata-bata.
"Kalau begitu bersiaplah! ayahmu hari ini akan di PHK!" ucap Ben datar dan berdiri dari tubuh Nayla.
"Apa??" Nayla tak kalah kagetnya dia langsung berdiri di depan Ben, mencoba mencari tau kebenaran dari perkataan Ben.
"Pergilah!" kata Ben, dia sebenarnya hanya menguji Nayla, mana mungkin si Beniqno yang sudah mulai bucin itu akan melepaskan begitu saja Nayla, seorang gadis sederhana yang bisa memikat hatinya.
"Apa?? apa kalau keluar dari sini kau akan melepaskan aku?" Ben hanya diam.
"Apa kau akan melepaskan papaku?"
Ben hanya diam.
"Apa benar kau seorang mafia yang akan melenyapkan seluruh keluargaku?"
Sekali lagi Ben diam.
"Apa kau....hiks.....apa kau!" kata Nayla yang sudah menangis,dia membayangkan bagaimana nasib keluarga bila Beniqno marah.
"Oh shit!!! kau selalu bisa meruntuhkan hatiku!!!" bentak Ben membuat Nayla kaget, dan melumaat lembut di bibirnya dia rasakan kembali ketika Ben sudah mulai bermain dengan asyiknya.Ben akhirnya melepaskan pangutannya dan menyatukan kening nya dengan Nayla.
"Kita akan menikah satu Minggu lagi!" ucap Beniqno.
"Dasar pemaksa!!!" ucap Nayla cemberut, dia merasa sudah tak ada lagi cara melepaskan dirinya dari Beniqno, Lelaki berkuasa itu nyatanya juga berhasil menguasai dirinya dan bahkan papa dan mamanya saja sudah termakan oleh bujuk rayu Antoni Asistennya, karena harga diri yang cukup tinggi bagi Beniqno tidak akan membuatnya menyembah pada orang lain, meskipun itu adalah orang tua kekasih nya sendiri.
"Aku suka jadi pemaksa!!" ucap Ben dan di akhiri kecupan manis di bibir wanita yang di paksa menjadi kekasihnya.
"Apa kau saudara kembar tuan Ray?" tanya Nayla.
__ADS_1
"Asisten Ray?" ucap Ben
"Iya bukannya kau kenal!?aku rasa kalian saudara kembar beda rahim! sama-sama galak! sama-sama dingin dan sama-sama pemaksa!!!"
"Dia juga memaksamu?" kata Ben yang hampir saja marah.
"Ckckck tentu saja tidak!! dia memaksa temanku"
"Ooh..." ucap Ben sambil membalikkan badan Nayla dan memeluknya dari belakang.
"Lepaskan!!! berhenti terus-menerus mendekap ku tuan!?"pinta Nayla dan nyatanya tak pernah di gubris oleh Beniqno.
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Nayla kalo Beniqno dan Ray kembar beda rahim, di sana di ruang kerja Ray, Ray sama sekali tak menghiraukan permintaan May untuk di lepaskan, Ray malah semakin erat memeluk Maysha.
"Kita akan menikah sebentar lagi? gimana? tidak perlu mewah yang penting semuanya bisa hadir, bagaimana hemm?" ucap Ray
"Apa kau yakin?" kata May lirih.
"Aku bukan siapa-siapa Ray, bahkan aku bukan dari keluarga kaya! kau tau ayahku tak tau entah kemana? ibu juga sudah tiada! aku....."
"Sttt......jangan pikirkan yang lain May..... cukup pikirkan aku!" kata Ray sambil terus memeluk Maysha.
"Kau terima lamaran ku?"
"Apa terlihat kurang romantis?"
"Kenapa?" tanya Ray heran.
"Tidak! kau lucu!! pasti akan semakin lucu kalo kau bertingkah romantis!" ucap May yang sudah tidak bisa menahan tawanya.
"dasar kami May! kau membuatku gemas saja!!" ucap Ray sambil menciumi leher Maysha.
"hentikan Ray!!" pinta Ray, dan seperti biasa Ray tak menggubrisnya.
tok..tok...tok...
"Ray......biarkan Maysha keluar!! sampai kapan kamu mengurungnya bersama mu!" teriak papa Arya dari luar.
"Papa menganggu saja!" ucapnya lirih.
"Dan aku bersyukur papamu mengganggu ji hi hi hi hi hi!" ucap May disertai tawa kecilnya, ya.. May sekarang terlihat lebih rileks bila menghadapi Ray.
ceklek...
"Papa " ucap Ray sambil memegangi tengkuk nya sendiri.
__ADS_1
"Dasar anak nakal!! May keluarlah, Lerie mencari mu, papa tidak tau ada apa!" kata papa Arya.
"iya tuan!" kata May sambil berlalu dari tempat Ray.
"Papa mau bicara Ray!" ucap sang papa dan masuk begitu saja ke dalam ruang kerja Ray.
Di tempat lain..
brum.....brumm....brummm.....
suara deru mobil mewarnai malam ini di area balap, setelah beberapa hari yang lalu Raka yang di tantang seseorang ternyata gagal dan hari ini dia menjawab tantangan tersebut.
Namun kali ini dia tidak membawa Valeria.
Terlihat seorang lelaki yang lebih muda darinya menatap tajam pada Raka, mobil mereka sudah berada sejajar di area balap kali ini. Raka yang sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu dari lawan-lawan nya hanya diam saja, sambil mengisap rokok di tangannya.
dan setelah beberapa saat.... balapan pun di mulai, di akui Raka, bocah itu terlihat gesit dan penuh perhitungan saat mencoba mengambil alih jalanan namun masih terlalu berhati-hati, hingga beberapa kali kesempatan bisa di ambil alih Raka yang tertinggal di belakang mobil Andra.
Pertarungan sengit di area balap malam ini sungguh berbeda, karena penonton di suguhkan dengan aksi salip menyalip diantara mereka hingga akhirnya mendekati garis finis dan
brummm....brummm.....Raka tetap menduduki tempat pertama yang masuk garis finis terlebih dahulu.
"Sial!!!" umpat Andra di balik kemudinya.
"Bagaimana sudah lega bisa menantangku?" tanya Raka setelah mereka keluar dari mobil masing-masing.
Belum juga Andra membalas ucapan Raka, suara lengkingan seseorang memanggilnya.
"Andraaaaaaa!!!"
"Mampus gue!! kak lindungi gue!!" ucapnya pada Raka sambil ber alih ke belakang tubuh Raka, yang mana malah membuat Raka heran.
"Sini loe anak sialan!!! berani-beraninya loe ikut balapan!!! belajar Andraaaaaaa?!" teriak orang itu.
"Bukannya belajar ujian sekolah!!! malah balapan kayak gini!! sini loe!?" lanjutnya.
"sayang!! ada apa? kau mengenalnya?" kata Raka pada orang tersebut yang tak lain adalah Valeria, dia memang menyusul Raka ke area balap.
"Kak!! tolong lindungi aku dari singa betina ini!" ucap Andra pada Raka yang tiba-tiba berubah jadi anak yang manis.
"Sayang kau mengenalnya?" tanya Raka lagi.
"Dia adikku!!! bukannya belajar! dia malah ke sini!! sini kamu!!"
hardik Valeri sambil menjewer telinga sang adik!!
__ADS_1
"Kaaaaaakkkk aku sudah lulus!!! awaaww...sakiiiit!!!"
bersambung