
Perhelatan besar pernikahan anak sulung Johan Budi gelar dengan meriah, bahkan sahabat dan teman-teman dari Papa Sesil di undang oleh Johan, Johan sengaja mengundang teman-teman dari Papa Sesil agar menantunya itu merasa di hargai oleh keluarga Johan dan tentu saja agar Sesil tau bahwa mereka benar-benar menerima dan menyayangi Sesil.Ada ataupun tak adanya sang Papa, nyatanya teman-teman Papa nya benar-benar menghargai sang Papa dengan antusias hadir untuk memberikan selamat pada Sesil. Sesil nampak menahan air matanya agar tidak jatuh karena beberapa kali dia melihat teman-teman sang Papa bergantian memberikan selamat padanya di atas pelaminan,Sesil bener-bener tak tahu kalau mertuanya melakukan berbagai cara agar Sesil merasa banyak orang yang peduli kepadanya.
"Kenapa?" tanya Levin yang melihat wajah Sesil seakan-akan ingin menangis.
"mereka teman-teman Papa" kata Sesil dan Levin last song tahu arah pembicaraan Sesil.
"Kau senang? bahagia?" tanya Levin,Sesil menjawab pertanyaan tersebut dengan anggukan kepala nya.
"Jadi aku mohon jangan menangis"kata Levin yang melihat air mata Sesil hampir lolos.
dari kejauhan Johan nampak melihat sang anak bersanding dengan wanita yang sangat dicintainya di atas pelaminan. Johan tak pernah menyangka bahwa Levin akan sampai ke titik ini, sudah banyak sekali perjuangan Johan untuk bisa menjodohkan anaknya dengan anak dari klien-kliennya, tapi tak ada satupun yang berhasil bahkan Mereka cenderung takut dengan Levin, dan hari ini Levin bersanding dengan wanita yang dulu pernah disiksa juga oleh Levin karena perempuan itu sudah menyiksa Ayana, tapi Tuhan benar-benar tak pernah diduga, Sesil yang tumbuh menjadi anak yang manja dan juga terpenuhi segala kebutuhannya kini berubah drastis, dia bukanlah Sesil yang dulu, jika melihat Sesil yang sekarang,maka orang tidak akan pernah percaya bahwa Sesil adalah gadis yang tumbuh dengan segala hal yang dipenuhi oleh papanya juga sangat manja kepada Papanya dulu.
"mantu lagi Jo!" kata Tian yang duduk di samping Johan
"Hemmm..... anak-anak sudah besar Tian,dan kita semakin tua" kata Johan tanpa melihat ke arah Tian dan juga Ray yang ada di sampingnya.
"Aku senang anak-anak bahagia" kata Ray
Banyak suka duka yang mereka alami bersama, berjuang bersama, Johan yang keras kepala dan galak, Tian yang menjadi menyejukkan di antara mereka serta Ray yang selalu sabar dan bisa mengontrol dirinya.Perpaduan tiga sifat yang menjadikan mereka sebagai sahabat sejati sejak lama,sejak mereka masih muda bahkan antara Ray dan Johan terjalin persahabatan sejak masih kanak-kanak,persahabatan yang tak pernah ada pamrihnya di antara mereka,Johan, Tian dan Ray dengan tulus hati menerima kekurangan dan juga kelebihan masing-masing diri mereka.
mereka saling menguatkan satu sama lain,saling membela dan saling melengkapi satu sama lain. perjalanan panjang kehidupan yang mereka jalani selama ini banyak memberi pelajaran hidup bagi mereka. jelas sekali tujuan utama dari kehidupan mereka adalah kebahagiaan keluarganya, Johan yang terlebih dahulu menikah dibandingkan Tian dan Ray sekarang bahkan sudah mempunyai seorang cucu dan calon cucu yang lainnya,sedangkan Ray masih harus menunggu Abhi anak keduanya untuk menikah begitu pula dengan Tian yang memang menikah paling akhir di antara mereka bertiga.
kebersamaan tiga serangkai dari dulu bahkan sampai mereka tua memberikan contoh kepada anak-anaknya bahwa persahabatan akan selalu kekal jika diiringi dengan ketulusan hati di dalam persahabatan itu sendiri. Johan,Tian dan Ray menatap bahagia ke arah pelaminan dimana anak pertama Johan yang hadir pertama kali dalam perjalanan persahabatan semakin memperkuat persahabatan mereka kalah muda, Levin sudah menikah saat ini, Levin adalah kebanggaan Ray dan Tian serta juga Johan tentunya sebagai Papa kandungnya,karena Levin adalah anak pertama yang hadir di antara tiga serangkai.
__ADS_1
"Semoga kau selalu bahagia" gumam Johan, sambil terus menahan air mata nya menetes.. sedangkan Ray dan Tian bergantian menepuk bahu sang sahabat.
Di sisi lain, anak-anak mereka juga berkumpul bersama, Boy yang duduk memangku sang anak,Lee dan juga Leo serta Fabri yang datang berdua dengan Bianca sang anak.
"Gak nyangka gue, Kak Levin nikah juga"
kata Boy yang beberapa saat yang lalu mengetahui bahwa Levin tidak ingin menikah, namun hari ini Levin berada di pelaminan bersama wanita yang dicintainya.
"Iya....pake pelet apa dia? kok bisa Sesil mau-mau nya sama si mulut pedas itu hahahaha!" kata Leo, sontak membuat Lee dan juga Fabri ikut tertawa.
"Cinta gak pakai pandang bulu!" kata Fabri.
"Hemmmm...semoga mereka bahagia" kata Lee.
Empat sekawan memang tempat curhat Levin selain Sahabat nya sendiri, jadi mereka tahu betul bagaimana perjalanan hidup Levin serta tahu betul bagaimana sifat lelaki bermulut pedas itu, sama sekali tak pernah terpikirkan oleh Empat Sekawan Levin akan berada di titik ini, namun mereka sangat bahagia, mereka yang rata-rata menikah muda selalu terlihat cemas dengan Levin yang di usia 32 tahun yang tak pernah memikirkan wanita sama sekali padahal Lee saja menikah di usia 18 tahun, disusul oleh Boy, Fabri dan yang terakhir adalah Leo.
"Are you okey?" tanya Lee pada fabry
"Okey.... semuanya baik-baik saja!" kata Fabri.
tak banyak yang tahu kesedihan mendalam di mata Fabri setelah kepergian sang istri, Lee yang notabennya setiap hari bertemu dengan Fabrii bisa merasakan bagaimana kepedihan hati Lelaki tersebut, sifatnya sedikit berubah, Fabri lebih berdiam dari seperti biasanya, biasanya lelaki tersebut banyak bercerita dan terlihat ceria namun begitu, Fabri tak menunjukkan kesenduan di wajahnya,matanya mempunyai sorot yang berbeda,dia lebih terlihat tegas dan juga pendiam.
sedangkan Leo dan juga Boy yang tak setiap hari bertemu dengan Fabri pun bisa merasakan yang sama seperti yang di rasakan oleh Lee, namun Lee yang paling mengerti bagaimana Fabri karena dia adalah asisten pribadinya di perusahaan yang didirikan oleh Ray sang papa, Fabri hampir sama dengan Ray yang menjadi asisten pribadi Tuan Adrian begitu pula dengan Fabri yang menjadi asisten Lee,dia lebih cekatan dibandingkan beberapa karyawan yang dipercaya oleh Lee,karena itu Fabri bertugas sebagai asisten di perusahaan serta memegang kursi kepemimpinan sebagai wakil CEO.
__ADS_1
"hemmm saatnya menjadikan dia kenangan terindah dan membesarkan Bian" saut Leo, dan seketika Fabri menatap Leo dan tersenyum kecil.
"Dan selalu yakin,kami ada di samping mu! dalam kondisi dan keadaan apapun!!" kata Boy.
"Ya....kalian yang terbaik!!" ucap Fabri.
Perjalanan persahabatan mereka memang tak sepanjang tiga serangkai yaitu Papa-papa mereka, namun dalam hal kekompakan dan solidaritas,jelas mereka sama dan sejajar dengan tiga serangkai!.
"Ayo menatap jauh ke depan!" kata Lee.
Dan mulai hari ini mereka akan berbahagia bersama,serta mengatasi segala hal bersama.
TAMAT...
Kata terima kasih dari author...
Oh my God outhor tak menyangka bisa berada di titik ini. menulis sebanyak ini..... jujur saja sang asisten CEO sebenarnya tidak punya rencana untuk sampai ke season 2 tapi karena begitu banyak dan antusiasnya para pembaca membuat outhor akhirnya menulis sampai ke Season 2 yaitu Empat Sekawan.
terima kasih banyak karena sudah menemani author sampai ke episode 265 ini.
terima kasih untuk bunga, kopi like komen dan segala sesuatu dari kalian semua untuk outhor.
aku usahakan untuk bonchap tentang pasca pernikahan Levin ya..... semoga up nya bisa setiap hari, khusus kehidupan Levin ya.
__ADS_1
Untuk fabry rencananya akan author buatkan novel tersendiri tentang kehidupan fabry dengan judul yang sama yaitu Sang Asisten Ceo jilid 2 karena Fabri kan asisten Lee,bagaimana menurut kalian?kalau banyak yang respon nanti tertulis, karena di otak sudah ada alur cerita yang ingin aku tuangkan untuk mengisahkan kisah Fabri dengan anaknya dan dengan wanita yang akan menemani Fabri nantinya.
Sekali lagi terima kasih!