
"Apa??? Sandra di temukan?" pekik Vita ketika temannya menghubungi, bahkan Teo dan Rani sampe melonjak kaget.
"Ada apa?" tanya Teo tenang.
"Hiks..... Sandra..... mayat nya ditemukan!! hiks..hiks....!" kata Vita.
"Apa? kita ke sana aja yuk!" kata Rani
"Loe ikut Te?" lanjut Rani
"Gak...sorry ya..gue ada urusan lain, kalian aja!" saut Teo
dan di angguki oleh mereka berdua,dan akhirnya mereka pergi hanya berdua ke tempat di mana mayat Sandra di bawa.
"Loe liat Teo gak?" salah seorang mahasiswa ketika melewati Vita dan Rani yang sudah berada di depan kampus mencari taksi.
"Di dalam....di kantin tadi!" jawab Rani, sedangkan Vita hanya diam saja.
"ok makasih ya..!"
"Iya...!"
bersamaan dengan itu, taksi datang, Rani masuk terlebih dahulu ke dalam taksi di susul oleh Vita, ternyata mahasiswa tadi belum juga masuk ke kampus malah memperhatikan Vita dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Cantik!!" gumamnya ketika menatap wajah Vita.
"Sabar!" tiba-tiba Teo datang menepuk bahunya.
"gue selalu sabar kan?" kata Riko
"Manis kan dia! hahahahahahah!" tawa Teo meledak melihat Riko benar-benar seperti terhipnotis dengan Vita.
Disisi lain....
"Pak Vandi?" pekik Rani ketika melihat Vandi keluar dari rumah sakit tempat mayat Sandra di kirim.
__ADS_1
"Kalian? sedang apa di sini?" tanya Vandi.
Rani akhirnya menjelaskan keberadaan nya di sana, dan mereka sekarang sudah ada di cafe depan rumah sakit.
"Jadi kalian teman-teman nya?" tanya Vandi
"Iya pak! maaf nih....tapi apa penyebab kematian nya pak?" tanya Vita.
"Bunuh diri dengan seutas kawat!" kata Vandi
"Dia di temukan dengan keadaan seperti itu!" lanjutnya
"Tidak mungkin pak!! kami kenal Sandra,dia tidak mungkin bunuh diri!" kata Rani
"Benar pak!!hiks...hiks....!" kembali Vita menangis, dia ingat betul bagaimana beberapa hari yang lalu dia menerima telepon dari Sandra yang terdengar dalam keadaan panik dan ketakutan.
"Sabar... semuanya sudah takdir dari Tuhan!" kata Vandi melihat dua wanita itu menangis bersama. Akhirnya Vandi undur diri, begitu juga Rani yang ternyata sudah di telepon orang tuanya untuk segera pulang, tinggal Vita sendirian yang berada di sana, sebelum pergi dari cafe tersebut,Vita mendengar seseorang memanggil nya.
"Kakak cantik!!"
"Eh Kay...ngapain di sini?" tanya Vita
"Oh ya...Ayuk deh!"
tiin...tin...tin.....suara klakson mobil menghampiri mereka.
"Bareng aja yuk!" kata sang sopir
"Lho Teo?"
Terang saja Vita tak mengenalinya, karena Teo membawa mobil yang berbeda dari biasanya.
Beralih ke Lee dan kawan-kawan nya yang sedang makan siang di cafe kampus mereka, nampak terlihat sekali Lee begitu gelisah, rasanya ada yang mengganjal dan menganggu di pikiran nya.
"Loe kenapa sih?" tanya Leo yang sudah tak betah dengan tingkah Lee
__ADS_1
"Gak tau!!! gue ngerasa ada sesuatu yang gak baik!! tapi apa ya?" kata Lee
"Alah! paling juga loe kepikiran sama di Vita di kampus, bisa jadi dia sekarang di dekat i sama dosen mudanya itu!" Fabri malah memanas-manasi Lee, karena kemarin Lee curhat tentang dosen yang tinggal di apartemen yang sama dengan Vita.
"Dasar teman Sialan!!!"
Drt....drt.....drt.....
"Tora? kenapa dia menelpon?'' kata Lee sambil melihat layar ponselnya menampilkan nama Tora di sana.
"Angkat dulu!!" kata Boy
"Ya...gak biasanya, biasanya dia langsung ngacir aja ke sini!" kata Lee
"Hallo?" jawab Lee.
Dan beberapa detik kemudian Lee nampak menyambar tas nya berlari ke parkiran, ketiga temennya yang kaget reflek ikut berlari mengejar Lee tanpa bertanya ada apa, menurut mereka rasanya percuma kalau harus bertanya sekarang.
"Leo bawa mobilnya!!" teriak Lee sambil melempar kunci ke arah Leo, Boy dan Fabri sudah hafal betul bagaimana Lee, dia memang sama dengan Leo,pembalap handal, namun Lee lebih lihai di mesin roda dua, sedangkan mobil!! Leo lah sang juara.Dengan gerakan cepat mereka masuk ke dalam mobil Lee, mobil yang memang di modifikasi abis-abisan di bengkel om Raka, papa dari Leo.
"Kemana?" tanya Leo singkat sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Arah puncak!!"
Leo nampak diam sejenak,dia jelas heran ngapain mereka ke puncak.
"Damn!!!! jalan sialaaan!!!!" umpat Lee
Akhirnya Leo segera menancapkan gas nya penuh, hingga suara dencit ban mobil terdengar mengusik beberapa mahasiswa yang disana.
"Ngebut!!!" perintah Lee
"Brengsek!!!! kita di jalan raya!!! bagaimana dengan polisi!!" balas Leo dengan umpatannya, sedangkan Boy dan Fabri menyimak perdebatan mereka berdua di kursi belakang.
"Cepat percepat!!! Vita dan Kay di culik brengsek!!!"
__ADS_1
"Apa???" mereka bertiga serempak.
bersambung....