
Penderitaan Beniqno berakhir tatkala anaknya lahir ke dunia dan berjenis kelamin lelaki,hal itu sesuai dengan harapan Beniqno yang ingin mempunyai anak laki-laki. Ben yang hanya mengenakan celananya saja tanpa memakai kemejanya keluar setelah bayinya dibersihkan, Ben membawa keluar anak lelaki dalam gendongannya dan menunjukkannya kepada sang mertua Mama Sita.
May dan mama Sita yang tadinya sangat cemas, sekarang bisa tersenyum bahagia karena melihat Beniqno membawa bayi mungil di dalam dekapan nya.
Secara spontan May dan juga Mama Sita memeluk Beniqno dari arah kanan dan kirinya serta melihat bayi mungil yang digendong oleh Beniqno, May benar-benar tak menyadari tatapan tajam dari Ray, Ray benar-benar tidak menginginkan sang istri menyentuh Beniqno si mantan cassanova tersebut. namun kejahilan Beniqno bener-bener di ambang batas!dia melihat bagaimana tatapan tajam dan tahu bagaimana cemburunya lelaki dingin itu jika istrinya bersentuhan dengan lelaki lain, Dengan sengaja Ben memeluk bahu May dengan tangan kanannya dan menggendong anaknya dengan tangan kirinya,sebelum mama Sita mengambilnya dari Ben.
Ray nampak cemberut, tak seperti biasa Ray si muka datar itu menampakkan ekspresi nya! kali ini benar-benar dia terlihat cemberut.May yang tak menyadari perubahan wajah sang suami hanya diam saja, namun beberapa saat kemudian dia melihat ekspresi sang suami hanya busa senyum-senyum sendiri.
"Ray....sayang kenapa?" tanya May tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Apa kau akan terus memeluk lelaki itu May?" tanyanya dengan sangat dingin, bahkan jika ada seseorang yang lewat mungkin bisa saja menjadi beku.
"Ups..... sorry sayang!!" May yang baru menyadari dia berada di mana, Ray bukan Ben yang bisa merayu dengan berbagai cara, Ray juga bukan Ben yang bisa melembut dan kasar di waktu yang bersamaan dengan pasangan nya. Namun bila Ray melihat Maysha berdekatan dengan lelaki lain hal itu benar-benar bisa membuat si dingin berubah panas atau bahkan semakin dingin.
May berhambur ke pelukan sang suami, dan dengan sigap Ray membersihkan bahu May seperti membersihkan debu saja, sontak itu membuat Ben merasa tersinggung, walaupun hanya sekedar nya saja.
"Hai!?! apa kau kira aku debu Ray!!!" ucap Ben meninggi suaranya.
"Iya!" jawab Ray singkat dan masih dengan setia mengusap bahu May istrinya.
"Dasar bucin parah!!!" umpat Ben
"Berkacalah Ben!" saut Ray.
Entah sejak kapan 2 orang yang dulunya hanya kenal melalui kerjasama bisnis kini sudah seperti Tom dan Jerry saja. bahkan ketika mereka bertemu di rumah Mama Sita, Mama Sita sudah merasa mempunyai dua orang anak kembar dengan berbeda sifatnya!!namun sama-sama bucin akut kepada dua putrinya, ya memang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri.
"Ckc.....dasar kembar siam!!" kata si mama
"Siapa ma?" tanya Ben dan Ray bersamaan.
__ADS_1
"kalian lah!! siapa lagi!!" kata mama Sita
" Mana ada aku kembaran sama si gunung es!!!Gantengan aku kemana-mana lah ma!!" kata Ben dengan sombongnya.
"Ya..gilaan kamu juga kemana-mana!!" ketus si mama.
Ray merasa menang karena mendapat pembelaan dari Mama Sita Dia sedikit tersenyum miring di depan Beniqno.
"Kapan mama belain aku sih!! apa perlu barang-barang branded mama aku tarik!!" ancaman keluar dari mulut Ben, walaupun hanya sekedar ancaman.
"Haiishhh..... gimana kalau mama tarik aja anak mama dari kamu!!" ancam mama Sita balik
"Apa?? mama berani melakukan itu maka aku akan masukkan mama ke dalam kolam buaya milik ku!!" kata Beniqno,dan seketika Ray memukul kepala bagian belakang Ben dengan telapak tangannya.
"Yang sopan Ben!!!" bentak Ray.
"Cari perhatian aja terus sama mama!!" saut Ben.
kata mama Sita melerai dua orang Lelaki tersebut. May yang memang tak banyak bicara hanya tersenyum sambil di dekap pinggang nya oleh sang suami, Ray berubah menjadi lelaki posesif tingkat dewa! Mama Sita menyerahkan bayi tersebut kepada suster untuk dibawa masuk ke dalam, setelah beberapa saat Nayla sudah berada di ruang rawat VVIP sesuai dengan permintaan Beniqno.
"Tuhan Ben!!! pakai bajumu!! kamu mau tebar pesona dengan tubuh kekar mu itu hah??!!!" sentak mama Sita yang baru menyadari sang menantu bertelanjang dada.
"Biar bisa dilihat orang ma .....kalau anak mama keren fan gagah!!! toh...mama juga bisa bangga!!" ucap Ben dengan angguh nya.
"Kau Benar Ben!!!eh......dasar anak nakal!!" ucap mama Sita Ketika sadar Ben mengerjainya.
"Nay.... selamat ya!" kata Maysha, yang di ikuti oleh Ray dibelakang nya, sambil terus mengengam tangan istrinya.
"Namanya siap Nay?" tanya Maysha
__ADS_1
"Belum tau!! mau dikasih nama siapa Ben sayang?" kata Nayla sambil menoleh ke arah Ben yang dengan tak tau malunya sudah naik ke ranjang dan memeluk sang istri.
"Ray....dia yang akan memberi nama!!" kata Ben entengnya sambil memeluk Nay dan terlihat matanya sudah sayu karena mengantuk setelah tadi yang istri memporak-porandakan dirinya, saat ini Ben sudah memakai pakaian nya yang di bawa Antoni, namun rasa kantuknya tak tertahan lagi!
"Aku?" tanya Ray..
"Ya Ray!! kau tadi yang menghajar ku! aku pikir Anakku menyukaimu, jadi aku saja yang memberi nama!" ucap Ben sebelum meletakkan wajahnya di ceruk leher sang istri. melihat kelakuan Ben dan Ray yang sangat posesif terhadap istri-istri mereka, mama Sita hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
"Boy Ivander Emmad! bagaimana Nay?" tanya Ray
"Bagus Ray!!! aku suka! gimana sayang!" kata Nay pada Ben yang sudah di ambang sadar.
"Aku senang bila kamu senang Canim!!!" ucap Ben sambil mengeratkan pelukannya.
"Iiihhhh Ben!!! ini bukan di rumahmu!!" ucap Nay kesal,karena memang sudah kebiasaan Ben tidur dengan memeluk erat sang istri.
"Lalu apa panggilan nya Nay?" tanya Maysha.
"Ivan? boy? menurut mu mana yang lebih bagus May?" tanyanya balik.
"Aku lebih suka Boy! gimana ma?" tanyanya pada saang mama yang sibuk dengan cucunya.
"Mama nurut aja deh sama kalian! panggil siapa aja okey mama! mau dipanggil di ganteng juga okey.....iya kan sayang!" kata mama Sita sambil menimang cucu nya.
"Ya..Boy...semoga menjadi lelaki yang baik Nay! bisa lebih sabar dan lebih baik! tidak ganas dan arogan seperti Daddy nya!" kata Ray menyindir Ben,, karena dia tau bagaimana perilaku Ben di belakang Nayla.
"Hemmmm aku masih bisa mendengar mu Ray!!! dasar gunung es!!!!"
Mereka semua tertawa, lengkap sudah kebahagiaan Nay dan Ben, tinggal menunggu kebahagiaan Ray yang sedang menanti kelahiran anak mereka.
__ADS_1
bersambung