Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Lain Lee lain lagi dengan Boy.Lee masih memikirkan cara agar dia bisa berbaikan dengan Vita besok pagi, bisa hancur jatahnya bila Vita terus saja marah.


Lalu bagaimana dengan nasib Boy?, Boy bahkan lebih parah lagi, mana dia sekarang tinggal di rumah mertua nya.


"Kay......"


tok...tok.....tok.....


Boy sebisa mungkin mengetuk pintu kamar mereka dengan pelan, dia tak mau sampai semua orang bangun di tengah malam, kalau di rumahnya sendiri, mungkin dia bisa membangunkan kepala pelayan dan meminta kunci cadangan, sedangkan di rumah sang mertua, siapa kepala pelayan nya saja, Boy tak ingat, apalagi Boy juga tak tau dimana dia harus mengetuk kamar kepala pelayan tersebut.


"Kay......kakak pulang nih!" ucap Boy pelan sambil menempel di pintu kamar mereka.


Kay tertidur dengan pulas di dalam kamar, tidak seperti Vita yang marah pada Lee, Kay adalah sosok istri yang pengertian atau lebih tepatnya dia istri yang penurut dan bucin tingkat dewa pada Boy, hingga tak mungkin sekali kalau Kay berani marah pada Boy.Jadi bisa di pastikan bahwa Kay tidak marah Boy pulang selarut ini. Boy yang sedang berjuang mengetuk pintu kamar Kay, berbanding terbalik dengan Kay yang pulas di dalam sana, sedangkan di sebuah kamar di rumah yang sama, seseorang sudah tertawa pelan sambil memperhatikan kunci sebuah kamar di tangannya.


"Mampus loe! gue kerjai!!" kata Johan mengintip sang menantu menempel seperti cicak di pintu kamar sang anak.


Johan dengan ide gilanya, mengunci Kay di dalam kamar dengan kunci cadangan, akal-akalan Johan meminta Kay melepaskan kunci kamar dari dalam dan tanpa sepengetahuan Kay, Johan mengunci kamar Kay dari luar setelah di perkirakan Kay terlelap dalam tidurnya.


"Udah mau jadi bapak!! main gak kira-kira!" gumam Johan sambil naik ke ranjang, menyusul sang istri terlelap.


Tadi Johan keluar dari kamar nya pukul 11 malam karena kehausan, Johan akhirnya menelpon pos satpam depan untuk memastikan kepulangan menantunya,Johan menanyakan apakah mobil menantunya sudah pulang,karena saat jam makan malam, Boy tak hadir dan Kay tak tau di mana Boy, bahkan saat di telpon, ponsel milik Boy tidak aktif.

__ADS_1


Johan memeluk istrinya mencari kehangatan, sedetik kemudian dia teringat dengan Boy yang sedang di kerjain nya, dia membayangkan bagaimana Boy kedinginan di luar kamar karena tak bisa masuk ke dalam kamar Kay yang dia kunci dari luar.


Dan benar saja, Boy nampak kedinginan, akhirnya Boy memutuskan untuk memakai salah satu kamar tamu, naas!! kamar di sana terkunci semua, karena memang para pelayan selalu melakukan itu selepas mereka membersihkan kamar-kamar tersebut.


"Apes bener nasib gue!!" gumam Boy yang mulai kelaparan.


Boy bergegas masuk ke dapur dan melihat apa saja yang bisa di makan di sana, Boy menemukan beberapa makanan di kulkas, dengan segera dia memanaskan makanan tersebut dan memakannya. Selesai makan Boy merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga, di sana Boy menyalahkan televisi karena tak bisa tertidur, dia membayangkan apakah Kay akan marah padanya? bagaimana cara membujuk Kay nantinya.


Karena rasa kantuk yang kian mendera akhirnya Boy memutuskan untuk tidur di ruang keluarga, Bahkan dia lupa mematikan televisi yang tetap menyala di saat dia tertidur.


"Kak.....kakak!" kata Kay pelan membangunkan suaminya.


"eeggghhh....." Boy hanya menggeliat, kemudian kembali meringkuk karena kedinginan.


"Iya sayang... sebentar lagi!"kata Boy.


"Kak, ini udah pagi! kakak gak ngampus? di tunggu papa dan mama di meja makan" tanya Kay.


mendengar apa yang dikatakan Kay, Boy baru ingat dia tidur di ruang keluarga,seketika bangun dari tidurnya dan duduk serta mengucek matanya sebentar,lalu memandang wajah cantik istrinya yang terlihat segar pagi ini, tidak ada kulit kemerahan di wajah Kay yang menandakan Kay marah,malah Kay tersenyum manis di depan Boy sambil mengelus pipi Boy yang masih terlihat dengan muka bantalnya.


"ayo mandi Kak,Kay tunggu di ruang makan ya"

__ADS_1


kata-kata Kay j sambil menarik tangan boy untuk berdiri dan meninggalkan ruang keluarga tersebut yang masih dalam keadaan kedinginan dan tentu saja keheranannya,boy naik dan mandi serta mengganti pakaian dan segera turun ke bawah karena memang sudah d tunggu oleh keluarga istri nya, Boy semalam tidak mandi dan Langsung tertidur di ruang keluarga, melihat menantu nya turun dan menuju ke meja makan, mood jahil Johan on seketika. Dia benar-benar sesekali ingin melihat menantu MB ya kesal.dan di sini lah Boy sekarang.


"Pulang larut kamu?" tanya Johan


"hah? i-iya pa!" kata Boy agak gugup, takut Kay melanjutkan marahnya,sebenarnya Boy tak melihat wajah marah sang istri. tapi karena dia Kay mengunci kamar mereka, Boy merasa kayak sedang marah padanya.


"Kenapa tidak langsung masuk kamar kak? kan jadi kedinginan tidur di luar" kata Kay


"Hah???" Boy kaget,dia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Kay, kalau Kay menyuruhnya naik ke kamar berarti Kay tidak marah, kalau tidak marah kenapa Kay mengunci kamar mereka, pikir Boy.


"Kay ini kunci pintu kamar kamu' Kata Johan tanpa dosa.


"Kok ada di papa?" tanya Kay


"Pantesan Kay cari gak ada!" lanjut Kay sambil mengambil kunci dari tangan Johan.


Melihat situasi ini, Boy berpikir keras dan akhirnya tahu jawaban dari semua yang terjadi padanya tadi malam, Boy menatap tajam sang mertua dan bahkan sempat melihat Johan menyinggungkan senyum seringainya,Boy merasa di kerjai mertuanya abis-abisan, dia bener-bener pahami sekarang bahwa yang mengunci kamar Boy dan Kay bukan lah Kay tetapi mertuanya Johan.


"Sialan!!! dasar mertua gak ada akhlak!!!" Umpat Boy berkali-kali dalam hati,apalagi melihat sang mertua makan dengan tenang nya.


Johan benar-benar mengibarkan bendera perang!! setidaknya begitulah pikir Boy.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2