Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Episode 6: Traktir teman satu kost


__ADS_3

Sorenya Bima kembali ke kost setelah mengambil surat surat mobilnya. Tak lupa Bima membelikan Lina martabak telor, setelah itu dia lanjut kembali ke kost.


Sesampainya di kost Bima langsung di hampiri Lina yang sudah menunggu kedatangan Bima.


"Loh mbak Lina enggak jaga warteg?" tanya Bima heran.


"Enggak, budhe libur seminggu katanya." jawab Lina.


"Ohh ini pesenan mbak, martabak telur, telurnya dua." ucap Bima.


"Wahh makasih, ini uangnya aku ganti." ucap Lina.


"Enggak usah, tadi saya habis dapet komisi dari bos, jadi ini saya traktir." ucap Bima.


"Wahh makasih mas Bima!" ucap Lina gembira.


"Ya udah saya ke kamar duluan ya mau ganti baju." ucap Bima.


"Iya, aku tunggu di dapur ya, katanya mau bantu ngomong ke budhe." ucap Lina.


"Iya." jawab Bima singkat lalu pergi ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, Bima membuka kemejanya untuk melihat tatonya apakah sudah bisa di buat mandi apa belum. Karena masih terlihat agak basah jadi Bima tidak mandi untuk sementara waktu.


Bima ganti baju lalu turun ke dapur untuk membuat kopi sekalian menemui Lina. Saat masuk dapur, ternyata di sana sudah ada ibu kost dan Lina yang sedang ngobrol serius.


"Ehh Bima, baru pulang?" tanya ibu kost.


"Iya, barusan pulang buk, ini mau buat kopi." jawab Bima tersenyum lebar.


"Biar Lina yang bikin, sini duduk ibuk mau ngomong sama kamu." ucap ibu kost.


"Ohh iya.." jawab Bima menurut dan duduk di samping ibu kost.


"Ada apa buk? kok kayak serius banget." tanya Bima.


"Tadi ibuk sudah denger cerita Lina yang hamil di luar nikah terus di tinggal pacarnya begitu aja. Gini ibuk kenal kamu ini baru sebentar tapi ibuk udah tau sifat kamu yang sebenarnya kayak gimana, ibu pingin kamu nikahin Lina, mau enggak? ibuk liat kalian ini akrab banget soalnya padahal baru tiga empat hari kenal." jawab ibu kost.


"Bima pikir dulu deh buk, Bima bicarain sama bapak ibuk di kampung dulu. Kalau mereka setuju nanti saya kabarin ibuk lagi." ucap Bima kaget.


"Ibuk paham kok gimana perasaan kamu yang harus nikahin cewek yang ngandung anak orang, jadi itu wajar. Kalau sudah ada keputusan kabarin ibuk ya, biar ibuk sama Lina langsung ke kampung halaman kamu ngomong ke orang tuamu." ucap ibu kost.


"Iya, segera Bima kabarin." ucap Bima tersenyum lebar.


"Ini mas kopinya." ucap Lina menyodorkan segelas kopi.


"Kalau gitu saya ke kamar dulu mau telpon orang tua." ucap Bima pamit.


"Iya silahkan." ucap ibu kost.


Bima segera pergi ke kamarnya dan berpapasan dengan Tigor yang baru pulang kerja.


"Baru pulang bang?" tanya Bima sembari berjalan menaiki tangga.


"Iya nih, capek banget!" jawab Tigor.


"Mau pizza enggak?" tanya Bima.


"Mau lah! bah, kau baru dapat bonus rupanya!" jawab Tigor semangat.


"Nanti aku beliin, habis telpon orang tua, kita ke Pizza Hut atau ke Papa Ron's." ucap Bima.


"Wahh kau baik sekali bim! gak salah pilih teman rupanya aku! hahaha...." ucap Tigor senang.


Mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing, Bima menelepon ayahnya sembari menghidupkan rokoknya.


"Halo, ada apa lagi bim? tumben sore sore telpon, biasanya malem." tanya Aryo.


"Pak, ibuk di samping bapak enggak?" tanya Bima balik.


"Ada." jawab Aryo.

__ADS_1


"Speaker pak, Bima mau bicara serius, ini keputusan kalian berdua soalnya." ucap Bima.


"Udah, ayo bicara." ucap Aryo.


"Pak, Bima di suruh nikahin cewek yang di hamilin pacarnya, tapi pacarnya gak mau tanggung jawab dan ngilang gitu aja. Cewek ini sepupunya ibu kost, cantik, manis, ulet, rajin. Gimana pak? Bima bingung." tanya Bima menjelaskan.


"Kok bisa gitu sih dek, astagaa...kamu terlalu baik! coba kirim fotonya!" ucap Soraya.


Bima mengirim foto Lina ke nomor ibunya.


"Wohhh cantik gini dek! cocok ini!" ucap Soraya.


"Bukan cocok gak cocok buk, ibu sama bapak setuju enggak? anaknya nunggu kabar soalnya." ucap Bima.


"Suruh ke sini dulu aja, biar kita yang bicara, kamu terima jadi aja di sana, fokus kerja cari uang." ucap Soraya.


"Iya, biar kita yang bicarakan, kamu bilang ke ibu kost "kata bapak suruh ke kampung aja, di bicarakan di sana, sekalian ajak anaknya" gitu. Nanti hasil berunding nya bapak kabarin ke kamu, kamu gak usah ikut ke sini, gak enak masak baru kerja minta cuti." ucap Aryo.


"Oh yaudah kalau itu maunya bapak, aku kabarin ke ibu kost dulu." ucap Bima.


"Iya iya, kasih nomor bapak ke ibu kost kamu biar kita bicarakan baik baik." ucap Aryo.


"Iya iya, kalau gitu Bima bilangin dulu ya, oh iya, minta rekening bapak, Bima mau transfer uang." ucap Bima.


"Nanti bapak WA." ucap Aryo.


"Ya udah kalau gitu." ucap Bima.


"Iya iya..." jawab Aryo menutup telepon.


Bima menghela nafas panjang lalu beranjak pergi ke kamar Tigor.


"Bang, ayo jadi gak?!" teriak Bima dari depan kamar Tigor.


"Iya jadi!" jawab Tigor dari dalam kamar.


Pintu terbuka dan memperlihatkan wajah Tigor yang sumringah.


"Iyalah bang, ya kali beli makanan enak pakai motor, biar sekali kali ngerasain jok mobil mewah hahaha....." ucap Bima tertawa geli.


"Ah kau bisa aja! udah ayok! udah gak sabarnya aku nyobain makanan orang kaya! hahaha..." ucap Tigor tertawa.


"Wehh mau kemana?" tanya Rizal keluar kamar karena mendengar perbincangan Bima dan Tigor yang terdengar seru.


"Beli Pizza, ayo ikut biar ngerasain jok mobil mewah!" jawab Tigor.


"Ikut aku! hahaha..." ucap Rizal semangat.


"Ya udah ayok." ucap Bima semangat.


Mereka pun berangkat mengendarai mobil Bima menuju Pizza Hut. Sebelum itu Bima mampir ke pom bensin untuk isi bahan bakar.


"Kau isi apa ini bim?" tanya Tigor.


"Pertamax turbo biar maksimal." jawab Bima.


"Bah! banyak kali uang kau bim!" ucap Tigor kaget melihat isi dompet Bima yang semuanya merah dan ada 5 ATM hitam.


"Bonus bro....." jawab Bima nyengir.


"Hahaha...." Tigor dan Rizal hanya tertawa geli mendengar jawaban Bima.


"Full tank mas" ucap Bima.


Bima merogoh kocek 900 ribu untuk mengisi penuh mobilnya, setelah selesai isi bensin, Bima mengendarai mobilnya menuju restoran.


Sesampainya disana, Bima menyuruh kedua temannya memilih Pizza yang mereka mau, sedangkan dirinya hanya membeli Chicken Wings satu ember teman makan Pizza.


Setelah pesanan mereka jadi, mereka kembali ke kost an untuk menyantap makanan mewah itu di warkop Inyong. Tak lupa Bima juga membeli dua martabak telor dan satu martabak manis.


Sesampainya di kost mereka langsung ke warkop setelah memarkirkan mobil.

__ADS_1


"Wah rejekinya cak Karib! ini ada banyak makanan enak!" ucap Rizal.


(Rizal berawakan tidak terlalu tinggi, badan lumayan terbentuk, kulit sawo matang dan wajahnya lumayan tampan)


"Waahhh rejeki nomplok! hahaha..." ucap cak Karib.


"Ayo di makan keburu dingin." ucap Bima mengambil sepotong Pizza yang di pesan Tigor tadi.


"Es jeruk manis satu nyong." ucap Bima.


"Siap!" ucap Inyong.


Mereka makan dengan lahap sambil ngobrol ngalor ngidul. Bima pamit ke kost sebentar karena rokoknya ketinggalan di kamar.


"Aku ambil rokok bentar." ucap Bima.


"Iya, buruan ntar di habisin bang Tigor!" ucap Rizal di sambut tawa mereka.


Bima berjalan santai masuk ke kost, membuka kamar mengambil rokok dan korek lalu berjalan kembali ke warkop. Saat sedang berjalan, Bima teringat pesan ayahnya untuk memberikan nomornya ke ibu kost.


Kebetulan juga waktu itu ibu kost sedang duduk santai di gazebo bersama suaminya yang baru sembuh dari sakitnya.


"Buk, ini nomor bapak saya, ibuk bicarakan masalah tadi sama bapak aja, keputusan saya ada di bapak sama ibuk saya." ucap Bima memberikan secarik kertas bertuliskan nomor ayahnya


"Oh iya iya, makasih ya." ucap Bima.


"Mari pak." ucap Bima pada suami ibu kost.


"Iya...." jawab bapak kost tersenyum.


Bima kembali nongkrong di warkop Inyong sambil ngerokok dan nonton MMA melalui TV. Jam 2 malam mereka baru bubar karena warkop Inyong mau tutup. Bima pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Saat ingin tidur, Bima di kirim pesan oleh Albert kalau besok berangkat pagian. Bima menyetel alarm lalu tidur.


Bersambung.....


Ilustrasi tokoh



(Abimanyu Tamawijaya)



(Lina Haryono)



(Albert Howard, keturunan Eropa)



(Alena Belinda, keturunan Eropa)



(Tigor Hasiholan, keturunan Amerika/ayahnya)



(Rizal Hermansyah)



(Jason Howard, anak Albert)



(Lia Howard, anak Albert)


__ADS_1


(Siska Aldebaran)


__ADS_2