Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Episode 3: Dapat pekerjaan


__ADS_3

Keesokan harinya


Siang ini Bima jalan mencari pekerjaan, melanggar tips ayahnya. Setelah mampir ke 5 perusahaan, Bima tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Saat ini Bima sedang makan di warteg sambil mencari pekerjaan di ponselnya.


Selesai makan siang, Bima berjalan kembali ke kost sambil menengok kanan kiri memperhatikan gedung-gedung pencakar langit yang berdiri kokoh.


Saat sedang berjalan, Bima menemukan selebaran berisi lowongan kerja sebagai sopir. Langsung saja Bima pergi ke alam tujuan menggunakan ojek online.


Sesampainya di lokasi, Bima membayar ongkos ojek dan menanyakan soal lowongan pada satpam yang sedang duduk santai di depan pos sambil menjaga gerbang yang terbuka lebar.


"Permisi pak, apakah disini menawarkan lowongan pekerjaan sebagai sopir?" tanya Bima.


"Iya mas, masnya tertarik? kalau iya biar saya telpon bos saya." jawab satpam bernama Cokro.


"Iya pak, saya tertarik." ucap Bima.


"Sini duduk dulu mas, saya telpon kan bos saya." ucap Cokro mempersilahkan duduk di kursi panjang depan pos.


Tak lama, Cokro datang dan mengajak Bima ke ruangan bosnya.


"Bos, ini orangnya." ucap Cokro pada bos nya yang terlihat dingin, cuek, dan cool.


"Duduk, kamu kembali ke pos dan tutup gerbangnya." ucap bos.


"Permisi bos." ucap Cokro pergi.


Bima duduk di kursi yang sudah di siapkan sambil keringat dingin karena gerogi.


"Bisa saya lihat CV kamu?" tanya bos bernama Albert.


(Albert berawakan tinggi kekar tapi tidak sekekar Bima, wajahnya lebih ke bule, badan penuh tato sampai ke leher dan yang utama tampan, umurnya sudah 35 tahun, memiliki satu istri bernama Alena dan dua anak laki dan perempuan bernama Jason dan Lia. Jason anak pertamanya berusia 18 tahun dan Lia berusia 15 tahun namun bodynya sangat sexy)


"Kenapa kamu tidak lanjut kuliah? nilai kamu fantastis, tidak ada yang di bawah 90." tanya Albert.


"Saya tidak tertarik kuliah pak, lebih baik bantu orang tua dapat uang bikin tato, itu filosofi hidup saya dulu. Tapi sekarang sudah berubah karena dorongan ekonomi orang tua saya yang semakin tipis." jawab Bima.


"Kamu mau gaji berapa?" tanya Albert.


"Saya kerja apa dulu? kalau cuma sebagai sopir saya minta 3 juta saja perbulan." jawab Bima.


"Oh iya sampai lupa, pekerjaan kamu bukan hanya sebagai supir, tapi asisten pribadi saya, lebih tinggi dari asisten kantor. Kamu bertanggung jawab atas keselamatan saya dan keluarga kecil saya, bagaimana? saya akan bayar kamu sesuai permintaan kamu." ucap Albert.


"Normalnya berapa pak?" tanya Bima.


"20 keatas." jawab Albert.


"Uhuk..uhuk..uhuk..." Bima terbatuk mendengar jawaban orang di depannya ini.


"Mau berapa? 50? atau 60? jujur saja pekerjaan ini sangat berat karena saya punya banyak musuh bisnis di luar sana." ucap Albert.


"80 deh pak, berat banget ini." jawab Bima.


"Oke, tanda tangan kontrak dulu." ucap Albert mengambil sebuah map.


Bima menandatangani kontrak untuk 5 tahun, setelah itu Albert memberikan segepok uang bernilai 5 juta sebagai dp.


"Ini dp nya, kamu punya kendaraan tidak?" tanya Albert.


"Tidak pak." jawab Bima.


"Ini bawa mobilku, nanti akan aku pindah nama ke namamu. Lusa kamu mulai kerja, ambil seragam kamu di tempat istriku, panggil aku bos saja." ucap Albert memberikan sebuah kunci mobil BMW M5.


"Terimakasih banyak bos! saya pamit dulu." ucap Bima.


"Silahkan." ucap Albert.


Bima turun ke lantai bawah dan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik, umurnya sekitar 28 tahunan.


"Kamu Bima? ini seragam kamu." ucap wanita yang ternyata adalah Alena istri Albert.


"Terimakasih bu bos, oh ya di mana mobil pak bos?" tanya Bima.


"Di garasi, kamu tanya Surono saja." jawab Alena.


"Kalau begitu saya pamit, permisi." ucap Bima sopan.

__ADS_1


Bima pergi ke garasi rumah mewah itu, dia bertemu seorang pria paruh baya berpakaian hitam khas seorang supir.


"Pak Surono?" tanya Bima.


"Iya, ada apa mas?" tanya Surono balik.


"Tadi saya di suruh ambil mobil pak bos, yang mana ya?" tanya Bima.


"Ohh asisten baru? itu mas, barusan saya cuci." jawab Surono menunjuk mobil mewah bewarna hitam.


"Wahh jadi ngerepotin, makasih lho pak..." ucap Bima.


"Ahh santai aja mas, namanya siapa?" tanya Surono.


"Bima." jawab Bima.


"Kapan mulai kerja mas Bima?" tanya Surono.


"Lusa pak." jawab Bima.


"Waahhh keren banget, bertato kayak pak bos! selamat mas bim!" ucap Surono.


"Makasih pak, kalau gitu saya permisi dulu." ucap Bima.


"Iya iya, hati hati mas." ucap Surono.


"Iya pak." jawab Bima masuk ke dalam mobil dan melajukannya ke arah kostan.


Sesampainya di kost an, ibu kost langsung menghampiri Bima yang baru keluar mobil.


"Kamu nyolong di mana mobilnya bim?" tanya Ibu kost.


"Wehh ngawur! ini mobil dinas buk, Bima udah dapet kerja sebagai supir." jawab Bima.


"Waahhh syukur! baru sehari di sini udah dapet kerjaan aja! nasib kamu bagus bim! selamat ya!" ucap ibu kost.


"Ya udah Bima ke kamar dulu ya buk, capek habis jalan ke sana sini." ucap Bima.


"Iya iya, istirahat sana." ucap ibu kost ikut senang.


Bima merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah ganti baju. Bima merasakan gembira sampai senyum senyum sendiri.


Tok...tok..tok...


"Bim, kau di dalam tidak?" teriak Tigor menempelkan mukanya di jendela kamar.


"Iya bentar." jawab Bima.


Bima membuka pintu dan melihat Tigor membawa banyak camilan.


"Ada apa bang?" tanya Bima.


"Ayo nongkrong, aku ada banyak makanan nih dari bos ku." ajak Tigor.


"Gass, aku juga mau beli rokok di tempat cak Karib." jawab Bima.


"Ayo cepat!" ucap Tigor.


Bima dan Tigor berjalan ke warkop Inyong, Bima memesan kopi susu lalu dia tinggal membeli rokok di warung cak Karib.


"Cak surya 16 satu." ucap Bima.


"Wehh Bima, gimana? dapat kerjaan?" tanya cak Karib sambil menyodorkan rokok.


"Dapat, jadi supir." jawab Bima.


"Syukurlah! itu berkat doa warga yang berterimakasih karena kamu bisa ngusir para preman itu!" ucap cak Karib.


"Iya, syukur, cak Karib mau nongkrong enggak?" tanya Bima.


"Enggak dulu, istri lagi demam." jawab cak karib.


"Waduhh, semoga cepet sembuh ya cak, kalau gitu aku ke warkop dulu." ucap Bima.


"Iya, makasih ya." ucap cak Karib.

__ADS_1


Bima kembali warkop menemui Tigor yang asik nonton TV sambil ngemil.


"Nyong mie goreng satu pake telur ya." ucap Bima.


"Siap mas bim!" jawab Inyong.


"Itu mobil kau bim?" tanya Tigor.


"Mobil dinas, kan supir." jawab Bima.


"Bah! keren kali mobil dinas kau itu!" ucap Tigor sumringah.


"Orangnya aja keren masa mobilnya enggak! hahaha..." ucap Bima tertawa geli.


"Ah kau bisa aja hahaha...." ucap Tigor ikut tertawa geli.


Tak lama mie pesanan Bima pun datang, Bima langsung memakannya dengan lahap karena mie warkop dengan mie buatan sendiri rasanya berbeda jauh.


'Kalau kerjaan berat gini harus punya backup lebih besar lagi, gak mungkin aku sendirian kuat.' batin Bima berfikir keras.


'Apa aku masuk gengster atau mafia aja? tapi nanti ibuk marah terus di usir lagi! gimana ini! aduhhhh!' batin Bima bimbang.


Akhirnya Bima mengirim pesan pada ibunya tentang pekerjaannya.


"Bang aku telpon ibu dulu ya." ucap Bima.


"Iya iya, silahkan." jawab Tigor masih fokus menonton MMA di layar TV.


Bima menelepon ibunya.


"Halo buk." sapa Bima menjauh dari warkop.


"Ada apa dek?" tanya Soraya.


"Gini buk, Bima sudah dapat pekerjaan, tapi pekerjaan ini taruhannya nyawa. Bima di terima kerja sebagai asisten seorang CEO kaya raya, tugas Bima itu jagain beliau dan keluarga beliau dari musuh musuh bisnisnya yang bahaya. Saran ibuk bagaimana? soalnya gajinya 80 juta dan Bima sudah terima." jawab Bima menjelaskan.


"Kok berat begitu sih dek, begini saja, ide kamu bagaimana? rencana kamu maksud ibuk." tanya Soraya.


"Bima mau masuk gengster biar ada backup besar, apa lagi ini pekerjaan berat." jawab Bima.


"Kalau itu kamu bicara sama bapak ya, ibu gak paham sola begitu." ucap Soraya tidak berani memutuskan.


"Coba Bima pingin bicara sama bapak." ucap Bima.


Soraya memberikan ponselnya pada Aryo.


"Halo, gimana bim?" tanya Aryo.


"Bapak udah denger kan cerita Bima tadi?" tanya Bima balik.


"Udah, kamu srek nya gimana?" tanya Aryo.


"Bima pingin masuk gengster atau Mafia biar dapat backup gede, tapi bukan sebagai anggota. Gimana pak? Bima bimbang." jawab Bima.


"Kalau itu mau kamu, ya naikin kekuatan kamu dulu, ketua gengster itu berat dan pasti banyak musuh nantinya. Bapak gak mau kamu mati konyol." ucap Aryo.


"Berarti bapak restuin ya." ucap Bima.


"Iya, ini juga demi kebaikan dan nyawa kamu." jawab Aryo.


"Ya udah Bima dalami teknik bapak sampai puncak, sampai tingkat Grandmaster." ucap Bima.


"Iya, itu lebih bagus." ucap Aryo.


"Ya udah itu aja pak yang mau Bima bicarain." ucap Bima.


"Hati hati kamu di sana." ucap Aryo menutup telepon.


Setelah itu Bima kembali menemui Tigor dengan hati plong dan pikiran sudah tidak bumpet.


"Ayo keliling bim, waktunya ronda ini." ucap Tigor.


"Ayoklah." jawab Bima.


Mereka berdua bersama warga yang jadwalnya ronda pun berangkat keliling kampung menutup portal-portal yang sudah jamnya.

__ADS_1


Pukul 03.00 Bima dan Tigor kembali ke kamar karena sudah mengantuk dan menyerahkan tugas ronda ke warga lainnya.


Bersambung.....


__ADS_2