Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Deni nampak bercucuran darah, dia menatap sayu pada Leo,Deni yang notabene nya ahli bela diri bisa kewalahan menghadapi Leo yang nampak kesetanan, saat Leo hendak menghajarnya kembali, Deni nampak mengangkat tangan nya meminta ampun, Lee yang melihat keadaan itu menjadi tak tega, Leo sudah mati-matian menghajar Deni tanpa ampun.


"Leo Stop!!!!" Teriak Lee menghadang tubuh Leo.


"Minggir Lee!!!" bentak Leo


"Biar gue bunuh bangsaaat ini!!'' lanjut Leo.


"Mendingan loe urus Ayana, biar dia urus bajingaaan ini!" kata Lee menenangkan Leo.


Leo menengok ke arah Ayana, Leo sejenak melupakan Ayana yang ketakutan di balik selimutnya, Lee sudah memberikan baju pada Ayana, dan dia menjadikan selimut sebagai pembatas agar Ayana memakai bajunya yang terlihat sobek.Leo berjalan ke arah Ayana dan melepaskan jaket kulit nya dan memasangkannya pada Ayana, mengelus pelan pipi Ayana, dadanya kembali mendidih ketika melihat beberapa jejak kissmark buatan Deni.


Leo kembali beranjak ke arah Deni, namun Lee yang tau pergerakan Leo, langsung menarik paksa Deni yang hampir tak sadarkan diri keluar dari kamar tersebut.Ayana mencegah Leo untuk mendekati Deni.


"Pulang" kata Ayana lirih, Air mata nya tak hentinya keluar.


Bibir bagian bawahnya bahkan sudah bengkak karena ulahnya sendiri, Ayana mengigit nya kuat-kuat menghilangkan rasa takutnya.


"Ya...Kita pulang" kata Leo sambil menggendong Ayana.


Saat melewati Sesil yang sedang di cekal tangannya oleh Levin, Leo berhenti sejenak.


"Aku serahkan dia sama kakak! terserah apa yang akan kakak lakukan!!" kata Leo.


"Leo...... tolong jangan begini! aku hanya ingin bersamamu!"


kata Sesil memohon, jujur dia terlihat sangat ketakutan di bawah cekalan Levin, Lelaki yang tidak di ketahui oleh Sesil siapa.


"Ciihh..... murahan!!! apa kau pikir aku mau bersama dengan wanita ular seperti mu!! aku tak habis pikir, bagaimana cara Papa mu itu mendidik mu hingga menghasilkan wanita ular sepertimu!!" Ejek Leo,


Sesil terdiam seketika, entah mengapa dia merasa sakit hati ketika Leo menyinggung tentang sang Papa.Papa yang selalu memanjakan nya, yang selalu ada untuk dirinya.


"Jual saja wanita ular ini di pasar gelap kak!! aku yakin banyak lelaki hidung belang yang ingin mendapatkan nya!"

__ADS_1


kata Leo dengan entengnya sambil berlalu keluar dari kamar tersebut.


"Tidak!!! aku tidak mau!!.....lepas!!! lepaskan aku Leo!!"


teriak Sesil histeris.


"Lelaki brengsek!!! lepaskan aku!!! lepas!!!"


Teriak nya lagi kepada Levin, Sesil terus memberontak tak karuan.Levin sama sekali tak peduli, dia menyeret Sesil keluar dari rumah tersebut dan menghempaskan tubuhnya ke dalam mobil, saking kerasnya,Sesil sampai terjerembab ke bawah, buru-buru gadis itu berdiri dan ingin keluar dari mobil tersebut, namun sekali lagi, Levin mencekiknya dan menghempaskan tubuhnya ke kursi mobil.


"Berani melawan!!! aku akan menembak mu!!"


kata Levin dengan menodongkan pistol miliknya ke kepala Sesil.Sontak Sesil ketakutan, dia nampak menurut apa yang dikatakan oleh Levin, Levin memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sesil ke salah satu vila Levin yang berada jauh di pemukiman warga, tempat yang biasa Levin tempat i untuk menenangkan diri.


Ayana sedang meringkuk di pelukannya Leo akhirnya dibawa ke apartemennya, Leo merasa tak sanggup bahkan tak tega meninggalkan Ayana di rumahnya walaupun ada keluarga nya di sana, selain tidak ingin membuat calon mertuanya cemas, Leo juga tak mau bila kedua orang tua Ayana tahu bahwa semua yang terjadi pada Ayana saat ini akibat dari wanita yang mencintai Leo, Leo hanya tidak mau perjuangannya selama ini untuk mendapatkan restu mereka dipastikan akan gagal bila orang tua Ayana tau nasib Ayana.


"Sayang...... mandi dulu ya...aku sudah siapkan air hangat dan bajunya!" kata Leo sesampainya di apartemen miliknya.


Ayana tak bergeming, dia tetap setia di pelukan Leo tanpa berniat melepaskan nya, rasa takut masih mendominasi.


Ayana menggelengkan kepalanya, dia beranjak pelan menuju ke kamar mandi, Leo segera ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Ayana.


Leo berusaha menghubungi Lee untuk menanyakan tentang Deni, lelaki yang hampir saja memperkosa Ayana, karena jujur saja Leo masih sangat marah pada lelaki tersebut.


"Dimana dia Lee?" tanya Leo


"gue minta kak Levin buat nyekap dia di tempat kak Levin!" kata Lee


"Baiklah,besok gue bakalan ke sana!" kata Leo, rasanya dia belum puas meluapkan kemarahannya.


"Udah....biar gue aja yang urus! loe temenin Ayana aja, besok kak Levin bakal kirim dokter buat periksa dan konsultasikan kejiwaan Ayana, kak Levin takut Ayana trauma seperti Kay!" kata Lee


Leo hanya bisa menghela nafasnya pelan, ada benarnya juga kata Lee,dia harus menemani Ayana, agar kejadian Kay tak terulang, Kay sudah hampir bunuh diri saat kejadian pelecehan yang terjadi padanya dulu.

__ADS_1


Di tempat lain, Levin dan anak buahnya sudah sampai ke tempat tujuan membawa Sesil untuk di beri hukuman pada gadis yang membuat adiknya terluka.


"Bawa dia masuk! Perintah beberapa orang untuk masuk ke sini!" perintah Levin.


"Mari kita mulai permainan nya sayang!" kata Levin dengan muka seramnya.


Levin menyiapkan beberapa kamera nya, Sesil sudah merasa cemas dengan apa yang akan terjadi padanya nanti.Levin nampak memerintahkan 3 orang bodyguard suruhannya untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


"Mau apa kalian?!!! pergi!!!!" teriak Sesil.


"Kau ingin membuat film dokumenter tentang Ayana bukan? mari kita membuatnya sayang!!Aku bahkan sudah menyiapkan ketiga lelaki perkasa ini untuk mu gadis kecil, ini akan lebih ekstrim dari pada Ayana, kau yang akan jadi artisnya sayang!! hahahahahaha" ucap Levin dengan seringai jahatnya dan di akhiri tawa membahana.


"Enggak!!! lepaskan aku!!! aku mohon!!! jangaaannn!!!"


teriak Sesil histeris dan terlihat gemetaran, salah satu bodyguard suruhannya Levin bahkan sudah memegang tangan Sesil.


Sesil semakin histeris ketika melihat salah satu bodyguard Levin membuka bajunya, hingga beberapa saat kemudian dia pingsan di tempat.


"Kalian....keluar!!" perintah Levin pada ketiga bodyguard suruhannya.


Levin sengaja menyerang mental Sesil, dia akan menyiksa Sesil secara perlahan tentunya.Levin tak mudah melepaskan musuhnya begitu saja, sampai dia puas bermain-main dengan lawannya.Tega? begitulah Levin,Johan saja masih punya rasa kasihan pada musuhnya walaupun cuma sedikit,dan itupun kadang karena nasehat dari Ray, namun berbeda dengan Levin, Levin benar-benar seenak hatinya saja.


"Safea!! " panggil Levin


"Saya tuan!" jawab Safea.


"Buka bajunya!!! buat seolah-olah dia sudah di lecehkan!!" kata Levin


"Baik tuan!"


"Dan jangan biarkan dia keluar dari vila ini! kita akan melanjutkan permainan nya besok!! membuatnya gila, mungkin itu akan sangat menyenangkan!!!"


ucap Levin sambil berlalu dari sana dan menuju ke kamarnya. Safea hanya menunduk hormat melihat kepergian Bosnya tersebut.Wanita yang menjadi kepala keamanan Levin ini sudah cukup lama menemani Levin, dia tau betul apa yang di inginkan oleh majikan.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2