
Pertarungan antara Vandi dan Fabri terlihat sangat tak seimbang, bahkan berulang kali Vandi harus menjerit karena sayatan dari ujung samurai yang di pakai Fabri. Fabri mendekati Vandi yang nampak tersengal dan sedang menundukkan badannya sambil bertumpu di lantai dengan pedang di tangan kanannya.
"Bagaimana rasanya? sakit?" tanya Fabri sambil mengacungkan samurai itu di depan Vandi.
"Lawan gue bangsaaat!! jangan beraninya sama dia!! dia sudah lemas gobl*ok!!!! apa loe gak lihat!!" bentak Edo, sungguh hatinya sakit melihat Vandi berjuang sendiri menghadapi Fabri.Fabri seketika berbalik badan, dia memandang remeh ke arah Edo.
"Lalu bagaimana dengan istri ku hah??!!! mata saat itu mata loe buta kalau dia seorang wanita yang tak bersalah sama sekali bajingaaan!!!" teriak Fabri
Sreeekk.....
Suara sebuah tebasan samurai membuat satu tangan kiri Vandi tergeletak di lantai dan di barengi dengan jeritan histeris dari Vandi.Vandi seketika melepaskan samurai di tangan kanannya dan memegang batas tangannya yang terpotong secara tiba-tiba.
"Bangsaaat!!!" teriakan Edo kembali mendominasi ruangan tersebut.
__ADS_1
Jujur saja Edo sudah tak bisa menahan air matanya, Edo sangat mencintai Vandi, melihat Fabri yang menyiksa Vandi membuat hati nya sakit dan tak tega,Edo sangat mencintai Vandi walaupun bagi hampir seluruh masyarakat hubungan mereka terlarang bahkan ada yang sampai mengutuk nya, namun kenyataannya hati orang tak bisa di kendalikan, begitu juga Edo yang terpaut hati nya dengan seorang lelaki, cinta sesama jenis yang dia alami nyatanya bisa membuat hidup nya nyaman.
"UPS...... sorry....aku tidak sengaja!" ucap Fabri sambil tersenyum miring.
"Ini adalah balasan untuk kalian yang tega memperdaya Ela, wanita yang bahkan dengan senang nya menjadikan loe sebagai temannya!!" ucap Fabri dengan penuh penekanan, airmata nya bahkan sudah tak tertahan lagi.
"Tapi apa yang loe lakukan!!! loe malah dengan tega membunuh dia!! bajingaaan!!!" lanjutnya.
"Aaarghhh......" jeritan Vandi kembali terdengar ketika Fabri dengan perlahan merobek perut Vandi sampai ke dadanya dengan gerakan yang sangat pelan.
Sreeekk......
Fabri dengan sengaja membuka ikatan di tubuh Edo, dan menyadari itu Edo segera melepaskan diri dan berlari ke arah Vandi.
__ADS_1
"Tidak!...tidak!...tidak! Van....bangun Van....banguuun!!!! " teriak Edo sambil membawa Vandi ke dalam pangkuan nya.Edo masih berusaha membangunkan Vandi, dan beberapa saat kemudian Vandi nampak membuka matanya sedikit.
"Do.....bunuh aku..... sakit!" kata Vandi dengan sangat lirih, ya Vandi pikir mati akan lebih baik daripada menahan rasa sakit yang berkepanjangan.
Edo tak bisa melihat Vandi terluka, dia mendekap erat tubuh Vandi yang terdapat begitu banyak sayatan di tubuhnya, Bahkan sebuah tangan nampak tergeletak di lantai begitu saja.
"Bertahanlah!! aku janji, akan aku bunuh mereka satu persatu!!" ucap Edo dengan kilat kemarahan nya, Vandi sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi, bagi Vandi kali ini pastilah saat nya untuk dia segera pergi dari sana.Vandi ingat sekali hanya Edo yang mau menerima dia setelah keluar dari penjara, keluarga nya meminta Vandi untuk tak mendekati mereka lagi.Hingga Vandi yang di liputi dendam datang kepada Edo, Lelaki yang setia menantinya, Vandi yang seorang lelaki normal bisa berubah ketika Edo terus saja menggoda nya dan memberikan iming-iming bantuan akan balas dendam pada Vandi.
Setelah meletakkan Vandi ke tepi dan menempelkannya pada dinding ruangan, Edo nampak berjalan menuju samurai yang tadi di pakai Vandi untuk melawan Fabri, dengan kemarahan nya Edo bersumpah dalam hati nya akan mencincang tubuh orang-orang yang ada di hadapannya. Edo sudah berdiri dengan gagahnya di depan Fabri, tangan kanannya memegang erat samurai di tangannya. Namun siapa sangka, Fabri yang akan menyerang di singkirkan oleh Boy.
"Bri...biarkan gue yang bersenang-senang kali ini!!"
Kata Boy yang tiba-tiba berubah mimik wajahnya menjadi menyeramkan, wajah spikopat Beniqno ternyata tertular pada anaknya.
__ADS_1
"Ayo Baby.......come to Daddy!!" ucap Boy yang tertuju pada Edo.
bersambung