
"Aku akan membuat mu terbiasa!" ucap Ray dan menarik tengkuk Maysha dan meluuumat nya lembut dengan satu tangan masih setia memeluk pinggang May. Entah mengapa May mengikuti alur yang di buat oleh Ray, dia juga menikmati ciuman Ray yang semakin menuntut, kini bibir Ray sudah turun ke leher bagian kiri Maysha, hingga gigitan kecil di sana membuat May mendesah pelan. Ray tersadar dengan apa yang dia lakukan gara-gara desahan kecil dari mulut Maysha.
"Maaf!" ucap Ray melepaskan ciumannya dan memeluk erat tubuhbwanita yang dia cintai itu. May yang menyadari apa yang baru saja mereka lakukan merasa malu dan akhirnya berusaha bangkit dari pangkuan Ray.
"Saya harus pergi dulu tuan!"
"Bisa tidak kamu panggil aku jangan pake embel-embel tuan! hemmm?" ucap Ray sambil menciumi tengkuk belakang Maysha.
"Trus aku panggil apa?"
"Ray....kamu bisa panggil aku dengan nama itu!"
"Ehmmm baiklah! hentikan Ray......geli!" ucap Maysha namun dengan cepat membungkam mulutnya sendiri dengan tangan. Dia merasa geli karena Ray terus saja menciumi nya.
"Kenapa? aku suka kamu panggil dengan nama itu!"
"Lepaskan! aku harus ke kamar tuan Arya! beliau pasti belum makan bubur nya?" ucap May sambil berusaha melepaskan diri dari tangan kekar Ray.
"May?"
"Ya..ada apa?"
"Nikah aja yuk!" ajak Ray gak ada romantis-romantisnya.
***********
"Sayang!!! apa tidak ada yang lain aja! minta apa gitu!! abang males kalo harus bawa dia ke rumah!"
"Tapi anak kamu cuma mau dia bang!"
"Anaknya Bams tidak akan suka dengan bocah cantik seperti itu sayang!'"
iya ini adalah Bams yang sedang menelepon Camilla, istrinya yang sekarang sedang hamil muda.
"Sayang.....bocah tengik itu menyusahkan! dia...."
"Ya udah gak usah! Mila tutup dulu!" tut...
"Mila....sayang...... hallo...oh shit!! tidur di luar lagi gue!!"
__ADS_1
"Hihihii..hihihihi" Raka cekikikan sendiri entah sejak kapan dia disana.
"Kenapa?" tanya Raka, mereka tengah menunggu Ray dan tuan Adrian keluar dari perusahaan.
"Nanti ada waktu?" tanya Bams sambil menyedot batang rokoknya dalam-dalam.
"kenapa?"
"istri gue minta loe datang! dia pengen nasi goreng tapi kamu yang masak!" ucap Bams seakan memerintah Raka bukan meminta tolong.
"Idih!! anak,anak loe! kenapa gue yang repot! nyumbang aja kagak pernah gue!"
"Loe mau mati kalo ikutan nyumbang bikin anak gue??" sentak Bams namun karena sudah terbiasa Raka tidak kaget atau takut lagi.
"Ckck...emang anak loe segitu nge fans nya sama gue ya?"
"Udah deh ntar loe ikut gue! daripada gue tidur di luar kamar lagi! mending gue ngajak loe pulang!"
Baru juga Raka mau menjawab perkataan Bams, Ray dan tuan Adrian sudah muncul dan mereka segera pergi dari depan perusahaan Adrian.
Dan di sinilah Raka berada, dengan binar bahagia wanita yang sedang hamil muda itu memperhatikan Raka yang sedang memasak nasi goreng dengan seksama.
Hampir setiap hari rumah Bams selalu di datangi teman Bams mulai dari preman pensiun sampai preman aktif semuanya silih berganti bertamu ke rumah Bams jika lelaki itu sedang ada di rumah, namun sekarang Camilla ingin melihat Raka! orang yang dulu juga pernah baik padanya.
"Gimana Mil?" tanya Raka ketika melihat Camilla menyendok kan nasi goreng ke mulut nya.
"T.O.P...... B.G.T!!!" ucap Mila dengan mulut penuh makanannya.
"Yes!!! Raka gitu lho! ..cowok serba bisa!! tuan Ray aja kalah! apalagi suamimu Mil! ha ha ha ha ha"
"Serba bisa? ciihh giliran di ajak adu tangan kosong lari loe!!"
"Eh bukannya gue lari ya!! nih....muka ganteng gue!! aset berharga! gak akan gue biarin dia lecet sedikit pun! kecuali di cakar sama Vale pas lagi klimaks-klimaks nya!" ucap Raka dengan wajah tengilnya.
"Dasar mesum!!! makanya nikah sana!!" ucap Bams
"Gue kawin dulu aja! nikah belakang an!! gue tidur dulu!" pamit Raka yang memang di sediakan kamar oleh Bams karena sering menginap di sana.
Camilla hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan mereka yang jarang terlihat akur kalo sedang berbicara, tapi sebenarnya mereka hanya mengekpresikan kepedulian mereka dengan cara yang berbeda.
__ADS_1
Di tempat lain....
"Kamu menolak aku?" tanya Beniqno tajam ke arah Nayla, gadis yang dari sore tadi sudah berada di kamar Beniqno di mansion besarnya karena akal-akalan dari Antoni kalo tuan Beniqno akan bunuh diri lompat dari lantai 2 mansion nya kalo Nayla menolak datang.
"Tuan..kita tidak saling kenal sebelumnya,bahkan kita juga gak setiap hari ketemu! apa tuan mau mempermainkan saya?" kata Nayla dengan polos nya.
"Kau pikir aku suka mempermainkan wanita?" tanya Beniqno tajam
"Apa tuan lupa kalo tuan itu Casanova kelas dewa? menyebalkan!!" ucapnya karena dari tadi hanya di ajak Beniqno berdebat.
"Ka-kata siapa?... aku sudah lama tobat!! bahkan sebelum bertemu dengan kamu!" ucap Beniqno gugup.
"Apa tuan lupa kalo kemarin di cafe tuan bertemu dengan wanita seksi dan bergelayut manja di lengan Anda!" kata Nayla. dia ingat kemarin tak sengaja melihat Beniqno bertemu dengan seorang wanita.
"ciiihhhh tobat dari mananya?" gumam Nayla lirih namun masih bisa di dengar Beniqno.
"Apa kau cemburu?" ucap Beniqno, walaupun hatinya berbunga namun wajah galaknya tetap saja di tampakkan.
"Tidak! sama sekali tidak!!"
"Benarkah?" kata Beniqno sambil melangkah maju mendekati Nayla.
"Jangan mendekat!" perintah Nayla.
"Kata kan kalau kau tidak cemburu kelinci kecilku!" ucap Beniqno
"Tidak!! sama sekali tidak!!"
dan sialnya Nayla sudah berada di bawah kungkungannya Beniqno di sofa kamar nya.
"Tapi aku cemburu kau berada di dekat dokter teman asisten Ray itu Nay!!"
"Aku asisten dokter Tian, jadi sudah sewajarnya aku dekat dengannya, minggir tuan!" ucap Nayla sambil mendorong dada bidang Beniqno. mendapat sentuhan tangan Nayla, Beniqno bukannya berdiri malah menutup matanya dan meresapi sentuhan tangan Nayla, padahal Nay melakukan nya hanya untuk mendorong Beniqno.
"Ssstttt....jangan di pegang sayang! aku bisa khilaf!"
"Apanya yang aku pegang?" tanya Nayla polos karena merasa tak memegang apapun. dan benar saja Beniqno sengaja berbuat khilaf, dia meluuumat bibir Nay dengan lembut semakin lama semakin menuntut, setelah sekian lama Beniqno baru melepaskan Nayla.
"Nay....Nikah aja yuk?"
__ADS_1
bersambung