Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

"Bangsaaat!!!!! katakan di mana anakmu membawa Ayana???!!"


Teriak Leo di hadapan pak Hadi sambil mencengkram krah baju lelaki paruh baya tersebut.Rasa sopan pada yang lebih tua, sudah di buang jauh oleh Leo, emosinya sudah sampai ke ubun-ubun, Pak Hadi yang tidak tau rencana anaknya, merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Leo.


"Apa maksud mu?? lepaskan!!!" kata pak Hadi dengan wajah yang terlihat menahan amarahnya.


"Om ... Sesil menculik Ayana, dia ...dia membawa beberapa orang untuk menyakiti Ayana!!'' kata Sari.


"Aku tidak tau apa-apa!!!"


kata pak Hadi sambil menghempaskan tangan Leo dari lehernya, namun semua sia-sia karena memang Leo lebih kuat daripada dirinya.


Beberapa waktu yang lalu setelah Sari menemui Leo, Sari membawa Leo ke tempat dimana dia meninggalkan Ayana bersama dengan Sesil, namun nihil! tempat itu nampak sepi, sudah bisa diperkirakan bahwa Sesil dan anak buahnya telah membawa Ayana keluar dari gedung tersebut. Leo bingung karena ponsel Ayana tidak bisa ditelepon, itu berarti ponsel milik Ayana dalam keadaan mati dan tentu saja GPS yang sudah dipasang di ponsel Ayana tak bisa di lacak lagi.


"Hubungi anak kamu!!! kalau sampai terjadi apa-apa pada Ayana!! aku pastikan aku akan membunuh anak kesayangan mu itu!!!" teriak Leo.


"Jadi sebelum itu terjadi!! cari tau di mana gadis bajingaaan itu berada!!!" lanjut Leo.


Pak Hadi nampak ketakutan,dia benar-benar tak tau kalau anaknya berbuat nekat, karena sepulang nya dia dari luar negeri karena harus menjalani pengobatan, pak Hadi berencana untuk mencarikan Sesil jodoh pengganti Leo agar Sesil tak lagi mengejar Leo, karena ternyata setelah seluruh dana yang di masukkan pak Hadi ke Perusahaan Raka di tarik semua, ada seseorang yang membantu Raka, hingga perusahaan Raka tak begitu banyak mengalami kebangkrutan. Namun pak Hadi belum membicarakan semuanya dengan Sesil anaknya, bahkan Sesil juga belum kalau kontrak kerjanya dengan perusahaan Raka sudah dihentikan.


Setelah beberapa saat Pak Hadi terlihat mengagumi seseorang, dengan wajah yang sangat cemas Pak Hadi berbicara dengan orang tersebut dan meminta lokasi di mana Sesil dan anak buahnya berada.


Di tempat lain Levin sedang memberikan bogem mentahnya kepada dua anak buahnya,bahkan satu anak buahnya sudah babak belur dan di larikan ke rumah sakit hanya karena lalai dalam mengawasi Sesil, satu anak buahnya juga bernasib sama karena lalai menjaga Ayana.Kedua anak buah Levin yang punya tugas masing-masing itu, mengira semuanya sudah dalam keadaan aman, tapi ternyata apa yang mereka lakukan berakibat sangat fatal. Teman-teman nya yang sedang mengawasi amukan Levin pada keduanya hanya bisa bergidik ngeri, setelah menghajar mereka pun, Levin tak nampak kelelahan sama sekali.

__ADS_1


"Apa ada lagi di antara kalian yang mau melalaikan tugasnya?" kata Levin dengan penuh penekanan.


"Tidak Bos!!" jawab mereka serempak.


"Tuan Levin, tuan Leo mengirimkan kita lokasi di mana nona Ayana di bawa!" kata Safea, satu-satu nya anak buahnya yang berjenis kelamin perempuan.


"Kita kesana sekarang!" perintah Levin


Leo juga menuju ke tempat dimana Ayana di sekap, dan karena tak ingin Sesil kabur, pak Hadi di perintahkan Leo untuk menutup anak buahnya yang memberikan informasi tentang keberadaan Sesil. Jarak Leo yang jauh dari lokasi, membuat Leo menghubungi Levin terlebih dahulu karena posisi Levin lebih dekat dengan lokasi.


Brum.....Brum...... Brum.....


Suara sebuah sepeda motor besar nampak berada di depan mobil Leo, di sana nampak Lee membuka kaca depan helm yang di pakai nya.


teriak Lee yang menunjuk pada motor di sebelah nya yang di kendarai oleh Tora, anak buahnya. Lee yang diperintahkan oleh Ray untuk ke rumah Raka karena memberikan beberapa dokumen dan bahkan May menitipkan makanan untuk Valeria,Mami Leo.Di sana Raka menceritakan tentang Leo yang sedang mencari Ayana, dengan segera Lee meminta anak buahnya untuk membawa motornya karena Lee berpikir dengan motor akan lebih mudah untuk sampai ke tempat tujuan entah di mana pun Leo akan menemukan Ayana dan Tora anak buahnya diminta untuk membawa motor Leo.


"Awasi Lelaki paru baya itu! jangan sampai dia keluar dari rumah ini!!"


kata Leo pada beberapa anak buahnya, pak Hadi sebenarnya ingin ikut ke tempat dimana Sesil membawa Ayana, dia ingin memastikan bahwa anaknya baik-baik saja namun, Leo tak mengizinkannya,walau bagaimanapun Leo masih punya hati untuk tak membiarkan lelaki paruh baya yang baru saja mendapatkan perawatan itu agar tak melihat bagaimana dirinya menyiksa Sesil anaknya.


"Tolong nak Leo, lepaskan Sesil,aku janji akan mendidiknya dengan baik!" kata pak Hadi dengan sendu.


"Aku mungkin bisa! tapi tidak dengan kakaknya Ayana!!" begitulah kata Leo dan secepat kilat dia naik ke motor yang di bawa Tora.

__ADS_1


Leo jalan terlebih dahulu di kawal oleh Lee di belakang nya, dengan motor kesayangan nya yang sering di panggil nya si Hitam oleh Lee sendiri.



-----inilah motor kesayangan Lee-----


Motor yang mempunyai kecepatan di atas rata-rata ini berjalan membelah jalanan, dengan harapan tak akan terlambat menolong sang kekasih, Leo terus berdoa sambil melajukan motornya menuju ke tempat di mana Ayana berada.


Di sisi lain, Levin dengan beberapa anak buahnya juga sedang berada di sana, Darah Levin sudah mendidik sedari tadi saat Leo mengabari dan bahkan terlihat marah serta menyalahkan Levin yang lalai dari pengawasan nya terhadap Ayana. Karena memang Levin berjanji akan memberikan pengawal pada Ayana juga orang yang mengawasi Sesil, namun nyatanya Levin masih kecolongan juga.Hal itu yang membuat Leo merasa marah pada Levin.


Sedangkan di tempat Sesil, setelah tadi ingin melucuti pakaian Ayana dan membiarkan anak buahnya memotret Ayana yang akan di setting seolah-olah tidur dengan Deni, tiba-tiba Deni menolaknya, Deni seakan tak rela bila tubuh calon istri yang di pilih kan oleh majikannya itu di lihat oleh teman-temannya, Hingga Sesil mengiyakan permintaan Deni untuk segera menikahkan mereka, Namun Sesil tetap meminta foto mereka berdua di atas ranjang, dia ingin menjadikan foto itu sebagai senjata untuk melawan Leo serta menaklukkannya dan akhirnya Deni menyetujui nya asal kan hanya ada dia, Ayana dan juga Sesil sebelum acara pernikahan sederhana mereka di gelar.


"Okey Ayana sayang....mau aku bukain atau mau buka sendiri?" tanya Sesil dengan wajah berbinar.


"Aku mohon Sil,... ampuni aku!!" Ayana nampak memohon dengan sangat sekali.


"Banyak drama!!!! Deni cepat buka bajunya!! atau kau mau melakukan malam pertama dengan nya lebih awal? tenang saja aku akan merekam nya dengan hati-hati!" kata Sesil menawari Deni.


"Boleh Nona!! itu ide yang tak buruk!!"


kata Deni sambil melepaskan kemeja nya, Deni tak peduli lagi di sana ada Sesil dan bahkan merekam mereka, karena kalau di pikir-pikir bisa saja Ayana lari darinya walaupun sudah menikah, dan video itu bisa juga di jadikan Deni sebagai alat untuk mengikat Ayana di samping nya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2