
Leo segera berlari mencari Ayana, dia yakin Ayana pergi ke kampus hari ini, dia harus menemukan dan meluruskan segala nya, si bucin pemaksa ini sudah seperti orang gila hanya karena tak bisa menghubungi Ayana.
Otak Leo berpikir sejenak, kira-kira di mana dia bisa menemukan Ayana, Leo yang di sibukkan dengan urusan pekerjaan sang papi,tak ada waktu untuk menemui Ayana di rumahnya, karena pekerjaannya mengharuskan dia pulang malam, namun Leo tak berpikir bahwa Ayana menghindari nya karena ulah Sesil, dia hanya berusaha mencari Ayana saja tanpa tau mengapa Ayana menghindarinya.
untuk mencari Ayana di kelasnya pun, Leo tak begitu hafal jadwal ngampus kekasih nya itu.
"Teman Ayana!!" gumam Leo ketika melihat Sari melintas bersama seorang kawannya.
"Eh....hallo....halooo...kamu teman Ayana kan?" tanya Leo menghentikan langkah Sari.
"Ya..." jawab Sari singkat.
"Kelas kalian sudah selesai? mana Ayana?" tanya Leo langsung.
"Oh si Ay? dia sudah di jemput tadi" kata Sari
"Di jemput? sama siapa ya?" tanya Leo
"Di jemput cowok pake mobil putih tadi" jawab kawan Sari, Sari langsung menginjak kaki kawannya sampai dia mengaduh pelan.
"Dari tadi?" kata Leo
"Sudah setengah jam yang lalu!" kata Sari
__ADS_1
Leo pergi begitu saja meninggalkan sari dan kawannya tanpa pamit, dia berlari menuju mobilnya dan hendak mendatang i kediaman Ayana.
"Eh kok loe bilang gitu sih! bisa cemburu buta si Leo" kata Sari
"Lah emang itu permintaan Ayana, dia juga masih nongkrong di perpustakaan tuh!" ucap kawan Sari
"Kira-kira mereka lagi ada masalah apa ya? kok kayaknya serius banget!" kata Sari
"Kata nya di kantin tadi heboh!" kata kawan Sari
Mereka terus saja membicarakan Ayana yang terlihat menghindari Leo tanpa mereka sadari Boy dan Lee yang masih bisa mendengar perkataan mereka.
"telepon Leo suruh dia kembali ke kampus" kata Lee pada Boy
Ayana tak mengetahui tentang insiden di kantin, dimana Leo sedang menghardik Sesil beberapa waktu yang lalu, Ayana akan menghabiskan beberapa buku yang dia baca hanya untuk menghindari Leo, karena dia tahu sekali saja Leo tidak pernah sekali pun pergi ke perpustakaan kampus, selama berapa hari ini itulah yang dilakukan Ayana, berdiam diri di perpus kampus sampai dia memperkirakan Leo sudah pulang dari kampus baru dia pulang ke rumah.
Bahkan hari ini dia sedikit mengarang cerita kalau dia sudah di jemput oleh seseorang,sesuai dengan apa yang di katakan kawannya pada Leo tadi. Ayana bener-bener tak menyadari apa yang dikatakan bisa membuat Leo murka kepadanya, yang dia ingin sekarang hanyalah menghindari Leo karena itu dia mengarang cerita agar Leo tak lagi mencari nya terlebih dulu. Ayana fokus kembali pada buku yang dia pegang setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, masih ada waktu kira-kira15 menitan untuk bisa meninggalkan perpus kampus, dia tak ingin melihat Leo yang diperkirakan sudah masuk kelasnya setengah jam yang lalu.
" Sepi banget ya...hari ini!" gumam Ayana.
Ayana sungguh tak mengerti bila sepinya perpus kampus kali ini ada hubungannya dengan Leo, Lee menyuruh beberapa orang dengan diam-diam keluar dari perpus kampus atas izin penjaga perpus, Lee dan Boy sudah mengunci perpustakaan dari luar setelah kedatangan Leo ke dalam perpustakaan kampus tersebut.
"Semoga sukses!" kata Boy pada Leo sebelum benar-benar menutup kamar tersebut. Leo hanya tersenyum tipis,dia bisa melihat Ayana dari kejauhan yang tampak serius dengan buku di tangannya.
__ADS_1
"sudah puas menghindari ku? Ayana sayang!'' ucap Leo penuh penekanan.
" le-leo!!'' kata Ayana gugup
Ayana berpikir bagaimana Leo bisa tahu kalau dia ada di perpustakaan kampus, bukankah dia sudah berpesan kepada Sari dan kawannya untuk berpura-pura mengatakan bahwa Ayana sudah pulang dijemput oleh seorang lelaki, saking shock-nya Ayana tidak tahu harus berbuat apa,dia hanya berdiri sambil memandang Leo yang berjalan semakin mendekatinya.
"sudah puas menghindari ku? Ayana sayang??" ucap Leo mengulangi perkataan nya
kini mau lari dan menghindari Leo pun sudah tidak bisa, Leo berada tepat di hadapannya, bahkan saat ini buku yang dipegang oleh Ayana sudah terjatuh karena Leo menarik pinggang Ayana hingga tubuhnya menempel pada Leo, namun seketika dia menahan tubuhnya agar tidak menempel pada Leo dengan telapak tangan yang berada di dada Leo.
"Sedang apa di sini?" tanya Ayana sok polos
"Sedang apa?? menurut mu aku sedang apa Ayana sayang?" kata Leo bahkan sampai mengeratkan gigi-giginya.
"A-aku tidak tau!!" kata Ayana lirih dan berusaha melepaskan pelukan Leo.
Leo segera menarik tangan Ayana dan membawanya pulang ke apartemen nya, dia bahkan sudah berencana untuk mengurung Ayana di apartemen nya, bahkan dia sudah menelpon Krisna papa Ayana dan menjelaskan semuanya saat di perjalanan kembali ke kampus setelah Boy menelpon dan memberitahu bahwa Ayana masih berada di kampus.
"Kau harus di hukum Ayana!!!" hardik Leo
Leo memaksa Ayana mengikuti langkah nya, setelah mengedor pintu perpustakaan dan Boy membukanya, Leo tak peduli bahwa sebenarnya dia masih ada kelas, dia bergegas menuju mobilnya dan menghempaskan Ayana masuk ke dalam, saking kuatnya bahkan Ayana sampai hampir terbentur pintu mobil. kemarahan dan kekesalan Leo menjadi penyebab Leo sedikit kasar pada Ayana. Leo berpendapat bahwa apa yang Ayana lakukan salah dalam hal ini, Seharusnya Ayana lebih terbuka pada Leo hingga masalah seperti ini akan terjadi,kini Ayana yang sudah ada dalam mobil Leo hanya pasrah mengikuti hukuman yang akan diberikan oleh sang kekasih.
bersambung
__ADS_1