
Part penuh cinta......jangan tegang mulu! bisa darah tinggi! sekali-kali mesam-mesem sendirilah akunya!
**********
"Lepaskan tuan" pinta Maysha
"Jawab dulu? kenapa menghindari aku?" kata Ray
"Tuan....saya hanya suster yang merawat papa anda tuan rasanya tidak pantas kalo kita berbuat seperti ini tuan!" ucap Maysha lirih.
"Aku tertarik padamu May! apa kau tidak merasakannya?"
ucap Ray malah mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Maysha.
"Itu karena anda menganggap saya baik dan dekat dengan papa anda tuan, anda hanya tertarik pada saya karena anda menganggap kebaikan saya saja, ini tidak benar tuan!"
Ray melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Maysha mendudukkannya di ranjang, Ray berjongkok di depan May.
"Apa kau ragu padaku? May aku bukan orang yang pandai berbicara, yang aku tau aku tertarik padamu May!"
"Maafkan saya tuan!" ucap May tertunduk jujur dia masih ragu, mungkin dia terlalu banyak menonton sinetron yang menggambarkan si kaya dan si miskin tak akan pernah bersatu! itu mustahil.
"May....!"
"Maafkan saya tuan" kata Maysha masih tertunduk.
"Aku akan mendapatkan kamu dengan caraku May!"
ucap Ray sambil meluuumat bibir ranum May dan melepaskan nya kemudian dia beranjak pergi meninggalkan kamar Maysha.
May mengigit ujung bibirnya, dia merasa di antara dua pilihan sulit , hatinya benar-benar tak bisa di ajak kompromi, hanya keraguan yang dia rasakan hatinya saat ini.
Di markas
Tian dan Johan sudah menunggu kabar dari usaha Ray untuk mendapatkan Maysha. beberapa saat kemudian Ray masuk dengan wajah yang terlihat lesu.
"Gagal?" tanya Johan, Ray mengangguk.
"Kok bisa?" saut Tian dan Ray hanya mengangkat bahunya.
"Dia menolak seorang Ray?" lanjut Tian.
"Dia ragu! tapi gue pasti dapetin dia!" jawab Ray sambil mengambil minumannya dan meminumnya.
"Wooww hot news!! seorang Ray! asisten sang Ceo! incaran pada gadis anak pengusaha dan penjabat!! di tolak!! ha ha ha ha ha...biarkan gue tertawa Ray...ini langka!!" teriak Tian sambil terbahak-bahak di susul tawa Johan.
__ADS_1
"Gue rasa dia tau kisah Camilla!" kata Ray.
"Maksud loe?"
"Dia bilang gue hanya tertarik karena kebaikan dia sama papa!" jelas Ray.
"Beneran loe cinta sama tuh anak? atau loe cuma tertarik aja Ev?" tanya Johan menyelidik
"Shit!! gue gak bisa tidur kalo gak liat muka dia Jo!!" ucap Ray sambil melempar botol kosong ke arah Johan.
"Parah loe Ray, sekian lama baru jatuh cinta eh malah di tolak!" ucap Tian
"Berarti loe musti kerja keras!" lanjutnya.
"Bantu gue cari cara!"
"Ini menarik!! sangat menarik!!! perjuangkan cinta loe Ray ha ha ha ha ha!" kata Johan.
Di sisi lain...........
"Bagaimana Antoni?"
"Dia seorang suster yang pernah bekerja di rumah sakit Grahadi tuan!" lapor Antoni
"Kau tau siapa dia?" tanya Beniqno berbinar.
Ya... mereka hampir bertabrakan di sebuah mini market di pinggir jalan ketika Beniqno kehabisan air mineralnya di dalam mobil, dan meminta Antoni menepi di sebuah minimarket. Bukannya terpesona dengan kharisma Beniqno gadis itu malah berlalu begitu saja sambil berkata.."hati-hati jalannya! segedi ini masa' gak kelihatan!" hanya karena kata-kata itu Beniqno bisa langsung tertarik dengan si gadis.
"Saya akan menyelidiki semuanya jika tuan menginginkan nya!"
"Tentu saja!! dia menarik Antoni!! aku suka!" ucap Beniqno sambil senyum-senyum sendiri.
" mulai besok saya akan menyelidiki gadis itu tuan!"
"secepatnya Antoni, aku sudah tidak sabar bertemu dengannya lagi, dia terlihat mengabaikan aku Antoni! dan itu yang membuat dia berbeda!"
"Baiklah tuan, saya permisi!"
"pergilah dan bawa kabar baik padaku!"
Seorang playboy kelas dewa mengejar seorang gadis, itu memang menarik!.
*********
"Rakaaaaaaaaa!!"
__ADS_1
teriak Valeria, disinilah Raka dan Ria berada, berpacu di area balapan malam minggu ini, Ria yang sudah mulai mengiklaskan hatinya akan cinta Ray mulai mencari kesibukan lain, malam ini dia yang tak sengaja mendengar Raka tengah berbicara di telpon dan akhirnya merengek meminta di bawa serta ke area balap.
Dia duduk di samping kemudi di mana Raka sedang beradu balap dengan musuh-musuh nya di area balapan, bukan balap liar yang di ikuti oleh Raka, tapi area balap yang di ciptakan oleh seseorang yang suka dengan olahraga ini.
Semua pembalap dari segala penjuru ada di sana, dan tak dapat di pungkiri Raka selalu menjadi idola dan jagoan dalam acara tersebut.
Raka berbeda malam ini, dia bukan lagi si sopir sopan dan rapi seperti biasa, gaya pakaian ala-ala bad boy mendominasi tampilannya saat ini, dengan satu rokok terselip di bibirnya dia dengan tenang mengendalikan laju mobil kesayangannya di area balap.
"Bagaimana Nona? seru?" tanya Raka sedikit berteriak.
"Teriak lah nona ini akan menyenangkan!" lanjut nya lagi.
Raka menambah kecepatan mobilnya dan seketika Valeria berteriak..
"Aaargghh wooooooooo!!! seru Rakaaaaaaa!!!" teriak Ria menepis ketakutan nya. dan beberapa menit kemudian...win!! Raka pemenang balap malam ini.
"Minumlah!" kata Raka sambil menyodorkan botol air mineral pada Ria.
"Kau sering ke sini?" tanyanya.
"Hemmm ini semacam mood booster buat gue!" kata Raka sambil duduk di samping Valeria.
"Ini seru!" kata Valeria sambil tersenyum dan menoleh ke arah Raka.
cup....Raka mengecup bibir Valeria dan sedikit meluuumat nya.
"Jangan tersenyum terlalu dekat sama gue lagi, gue bisa lebih khilaf dari ini!" bisik Raka setelah melepas ciumannya.
"Raka! sini...ambil hadiah loe!!" panggil seseorang dari kejauhan.
"cup.....masuk mobil! gue ambil hadiah dulu setelah itu kita pulang!" ucap Raka sambil mengecup singkat bibir Ria yang masih terpaku diam karena tindakan Raka.
Raka berlalu dari sana dan Ria masuk ke dalam mobil dan...
"Aaaaaggghhhh dasar bocah!!! gak Ria gak!! dia masih kecil!! dia masih kecil!! jangan Riaaaaaa!!! jangan jatuh cinta sama brondong!!!! gak!!!" teriak Ria di dalam mobil sambil menendang- nendang tidak jelas. terlihat jelas dari kejauhan oleh Raka dan temannya.
"Cewek loe?" tanya temannya
"Lagi usaha!" jawab Raka
"Kayaknya anak orang kaya?"
"Makanya berat!" kata Raka sambil tersenyum Melihat tingkah Ria dari kejauhan.
Raka dengan gaya coolnya kembali ke mobil dan ajaib nya dia bersikap biasa saja seakan tak pernah terjadi 'adu mulut' lembut antara dirinya dan Valeria, sedangkan Valeria! jantungnya seakan-akan hampir melompat dari tempatnya, di depannya tak lagi terlihat jalanan yang gelap tapi bagaikan taman bunga yang menebar kan bunga di mana-mana! namun dengan cepat dia menepisnya dengan mengibar-ngibarkan tangannya ke depan wajahnya tanpa sadar, Raka hanya melirik sekilas dengan senyum di ujung bibirnya.
__ADS_1
bersambung