Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Acara mandi bersama pun akhirnya berakhir, Lee tidak melakukan hal lebih seperti yang di takut kan Revita, mereka hanya benar-benar mandi bersama saja.


"Bersiaplah....kita akan berangkat!"


kata Lee sambil memakai kaosnya, beberapa saat yang lalu anak buah sang papa mengirimkan baju untuk nya.


"Lee ..emm boleh aku tidak ikut?" tanya Vita,


entah mengapa membayangkan di sana ada sahabat Lee dan juga paman Jay yang tau bagaimana kisah Revita dan Lee kemarin,membuat Vita malu seketika, sudah bisa di pastikan bahwa mereka tau apa yang dilakukan Vita dan Lee,itu yang membuat Vita malu walaupun hanya membayangkan saja.


"Kenapa? bukannya kamu ingin melihat keadaan Kay?" tanya Lee


"A-aku yakin sahabat-sahabat mu ada disana, juga paman Jay!" kata Vita dengan suara semakin lirih.


Lee yang tau maksud dari Vita hanya menatap lekat gadis di hadapannya itu. Lee mendekati Vita yang tengah duduk di pinggir ranjang, Lee duduk jongkok di depan Vita.Lee mengambil tangan Vita dan mencium nya pelan.Memperhatikan gadis itu dengan senyum manisnya.


"Kalau begitu jangan keluar apartemen! aku akan kembali setelah melihat keadaan Kay!" kata Lee


"Iya....tapi aku laper Lee!" kata Vita, entah mengapa Vita yang dulu nya terlihat garang di depan Lee, sekarang berubah menjadi kucing kecil yang lucu.


"Bikin gemes aja deh calon bini!!"


kata Lee yang tiba-tiba menyerang bibir Vita, mendorong Vita berbaring di atas ranjang dengan kaki yang masih menjulang ke bawah. Vita memukul-mukul dada Lee karena kehabisan nafas akibat ulah Lee. seketika Lee melepaskan nya.


"Kau mau membunuh ku?? dasar bocah cilik?!" kegarangan Vita kembali.


"Ckc.... bocah cilik ini bakalan punya bocah cilik juga bentar lagi!!''


ucap Lee cemberut sambil menunjuk pada perut Revita, dia yakin bahwa pertempuran nya dengan Vita yang terakhir akan membuahkan hasil.


"Ya udah aku keluar dulu! bisa khilaf terus menerus aku di dekat kamu!" kata Lee sambil berjalan ke luar apartemen dan itu bertepatan dengan anak buah Lee yang membawa sekotak makanan untuk Vita.

__ADS_1


"Tuan muda ! makanan yang anda pesan!" kata pengawal tersebut.


"Ehhmmm terima kasih!" kata Lee.


Akhirnya Lee menemani Vita makan terlebih dahulu, Vita makan dengan sangat lahap, Tak ada kata jaim di depan lelaki tampan itu, seperti yang Lee lihat pada kebanyakan wanita yang coba mendekati Lee. Sesekali Lee menyimak rambut Vita yang sedikit mengganggu saat makan.


"Kamu gak makan?" tanya Vita dengan mulut penuh makanan.


"Sudah..makan saja! setelah nya Istirahat, sebentar lagi ayahmu datang!"


kata Lee berhasil membuat Vita berhenti mengunyah makanannya, dia menatap Lee seakan bertanya apa ayah nya tau keadaan dirinya.


"Tenang saja!! paman Jay bilang kalau aku ngebet pengen nikah sama kamu!! makanya ayahmu di suruh datang! karena papa belum bisa ke kampung untuk melamar!"


Lanjut Lee sambil menyeka sisa makanan di ujung bibir Vita.


Walaupun sebenarnya bukan seperti itu cerita nya, paman Jay menceritakan semuanya kepada teman sekampung nya itu, namun agar Vita tak kembali berduka dan tak merasa cemas dengan sang ayah karena penderitaan anaknya, terpaksa mereka sepakat untuk membohongi Vita.


Lee sedikit berlari menghampiri Fabri, Leo dan juga Deri, pengawal setia Boy.Sedangkan 3 pasangan paru baya itu sudah di minta Tian untuk pulang, walaupun dengan drama Kiara yang tidak mau pulang, akhirnya Johan bisa meyakinkan Kiara bahwa Kay akan baik-baik saja bersama Boy.


"Cieee....yang baru belah duren!!" ejek Leo ketika melihat Lee berlari ke arah mereka.


pletaakk.....pukulan kasar mendarat di belakang kepala Leo, dan Fabri lah pelakunya.


"Brengsek!!!" umpat Leo spontan.


"Ckc.....dasar teman gak ada akhlak!! kita lagi dalam suasana sedih nih!! bercanda nya gak lucu!!" kata Fabri.


"Tapi gimana rasanya Lee? penasaran gue!" lanjut Fabri ketularan gesrek by Leo.


Bugh........ sebuah pukulan mendarat di kaki Fabri dan Lee lah pelakunya.

__ADS_1


"Berisik!!! bikin gue inget enak nya aja!!"


kata Lee dengan tanpa dosa, sedangkan Leo dan Fabri hanya bisa melongo tak percaya akan perkataan Lee, Deri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keajaiban mereka bersamaan dengan itu, Boy keluar dari kamar rawat Kay dengan mengendap-endap, hingga membuat ke empat lelaki yang ada di depan ruang Kay merasa heran dengan tingkah Boy.


"Ada apa?" tanya Lee yang memang belum tahu tentang keadaan Kayra.


"Sttttttttt diam Lee!" ucap Boy lirih sambil menutup pintu dengan pelan.


"Gue pengen mandi!!! gerah banget!" kata Boy yang memang dari kemarin tidak ganti baju sama sekali, Kay benar-benar tak membiarkan nya pergi.


"Loe dari kemarin gak mandi?" tanya Lee heran karena melihat Boy yang masih memakai baju kemarin.Akhirnya Boy menceritakan bagaimana keadaan Kay, semuanya sampai dia pun tak bisa meninggalkan Kay seorang diri, dia merasa khawatir dengan keadaan Kay.


"Lalu bagaimana dengan mereka semua Bri?" tanya Lee pada Fabri.


"aku dengar paman Jay melempar mereka ke penjara dengan pasal berlapis,dan ternyata kejahatan mereka tidak hanya sekali dua kali, bahkan banyak dari korban mereka yang tidak dibunuh tapi di jadikan sebagai wanita penghibur" jelas Fabri.


"Bagaimana keadaan Vita?" tanya Boy.


"Baik banget lah yang pasti!!! dan yang lebih baik pasti si Lee junior!!"


saut Leo sambil memandang bagian bawah tubuh Lee saat bilang kata Lee junior.


"Sialan loe!?" umpat Lee


"maksud nya?" kata Boy yang tak paham, akhirnya mereka memberitahu bagaimana keadaan Vita dan semua kejadian di apartemen Vandi.


"Jadi loe sekarang mantan perjaka?" tanya Boy terlihat seperti mengejek Lee


"ckc.....dasar sahabat-sahabat gak ada akhlak!!!"


bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2