Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Fabian - Chaca


__ADS_3

Othor ada kerjaan kemarin....baru bisa up...maaf ya..nunggu lama ya??? hehehheehe makasih atas pengertiannya....🙏🙏✌️


🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡


"Kamu siapa?'' kata Bunda Fabian.


"Saya Chaca Bunda!" Chaca memperkenalkan diri.


"Bunda?" gumam Fabian sambil melotot ke arah Chaca.


"Chaca?....emmmm!" Bunda nampak berpikir.


"Calon istri mas Bian Bunda!"


"Apa??" pekik sang Bunda senang, jangan tanyakan bagaimana muka Fabian, antara kaget, murka dan geram dan jangan lupakan Tian juga yang sudah menahan tawanya agar tidak meledak.


"Benarkah kamu calon istri Bian?" tanya sang Bunda dengan antusias.


"Gak bisa bujuk anak-nya, sebaiknya aku bujuk Bunda nya!! pokoknya rumah ibu harus mbalik lagi ke tangan aku!!" batin Chaca.


Benarkah kamu calon istri Bian?" tanya Bunda sekali lagi karena merasa belum mendapatkan jawabannya.


"Ehhhmmm Bunda! bukan begi......!" kata Fabian namun belum selesai dia berkata Chaca sudah menyela kembali.


"Betul Bunda!!! mas Bian gak mau tanggung jawab!! Chaca kan sudah di 'iya-iyanin' sama mas Bian!!" kata Chaca sekenanya, pokoknya dalam otaknya hanya ada menikah dengan Fabian demi rumah itu.


"Apa????!!!" kali ini Fabian yang kaget, langsung melotot ke arah Chaca


"Ya sekarang emang Chaca gak hamil Bun, gimana nanti kalau hamil??!! dan yang pasti.. Chaca..hiks....hiks....udah gak perawan lagi Bun!!! ibarat kata Chaca itu gadis bukan perawan hiks...hik....!" ucap Chaca dramatis sekali.


"Dasar perempuan licik!!!! " batin Fabian menatap Chaca tajam.


"Jaga mata kamu anak bodoh!!!" kata yang Bunda sambil menjitak kepala sang anak.

__ADS_1


"Udah Chaca, sekarang ikut Bunda istirahat saja!!! eh anak nakal mana kamar kamu??" tanya sang Bunda pada Fabian.


"Buat apa Bun?" tanya Fabian.


"Ya buat istirahat calon istri kamu lah!"


"Ehh gak usah Bun!!! emmmm Chaca itu....di sini aja!" kata Chaca dengan wajah panik, melihat wajah panik Chaca,timbul ide jail Fabian.


"Itu ma! sebelah sana!!" kata Fabian, ini memang apartemen baru Fabian yang baru pertama kali di datangi sang Bunda, jadi Bunda belum tau seluk-beluk ruangan apartemen tersebut.


"Udah gak papa!! yuk....!" kata sang Bunda langsung mengandeng Chaca masuk ke dalam kamar Setelah kepergian mereka , Tian yang dari tadi diam akhirnya buka suara sambil menepuk bahu Fabian yang memandang kedua punggung wanita tersebut.


"Gimana? mau di apain tuh cewek!!" tanya Tian


"Mau gue tidurin aja!! lumayan mengabulkan permintaannya tadi!!" ketus Fabian.


"Hahahhahahahaha emang permintaan dia apa??" berlagak sok tak tau, padahal dia mendengar dengan jelas bahwa Chaca mengaku sudah tak suci lagi di hadapan Bunda Fabian.


"Ckc..... sindir aja terus!!!" saut Fabian.


"Nikah Tian!! kebiasaan ya pake kata kawin!" ucap Fabian.


"Ya itulah!!"


"Tau ah!! pusing gue!!!! yang pasti gue bakal bikin dia ngaku sendiri sama Bunda!!"


Akhirnya Tian pamit karena merasa urusannya dengan Fabian sudah selesai, Fabian mengantar Tian sampai ke depan pintu apartemennya, setelah melihat kepergian Tian akhirnya Fabian memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya dan mulai menjalankan ide gilanya kepada Caca yang sudah membuat dia tetap mati kutu di depan sang Bunda. Fabian melihat sang Bunda keluar dari kamarnya, seperti mendapatkan angin segar Sang Bunda mengatakan untuk melihat keadaan Chaca di kamarnya,namun sebelum sang Bunda masuk kedalam kamar yang satunya lagi sudah berpesan untuk memperlakukan saja dengan baik bukan menyakiti wanita seperti yang dilakukan oleh Fabian.


Fabian melangkahkan kaki masuk ke dalam kamarnya, dia membuka pintu kamarnya dengan pelan,tak mau Chaca menyadari keberadaannya yang masuk kedalam kamarnya, Fabian masuk dengan sangat pelan, dia bisa melihat Chaca sedang menelepon seseorang sambil berdiri di balkon apartemen nya.


"Apa?? gila ya kamu!! masa' aku harus melayani dia!! gak..gak...gak!!! aku mau rumah aku!! bukan mau jual diri!!" kata Chaca berkaca-kaca.


"emang kenapa? toh udah terlanjur juga!" kata si penerima telepon.

__ADS_1


"Heh!!! gara-gara ide konyol kamu, hampir aja aku gak perawan!!!!" saut Chaca.


"Jadi gimana?" tanya Eka teman nya yang sekarang sedang berbicara ditelepon.


"Gak tau!!! pusing aku!!! balik ke rencana awal aja!! Nikah...cerai dan minta rumah itu sebagai harta gono-gini!! pokoknya aku mau rumah itu!!" ucap Chaca.


"Iya.. iya.. iya.....ok Ca, udah yah..ini aku lagi di bikin h*orny ma cowok aku!!!" ucap Eka sambil terdengar mendesah.


tut!..... panggilan terputus.


"Iihhhhh dasar Eka mesum!! kok bisa sih!! lagi di gituin ma cowoknya ehh malah telepon aku!!!! gila!!!" umpat Chaca sambil memandang ponselnya.


Grep...... Fabian memeluk Chaca dari belakang, jeritan spontan dari mulut Chaca karena kaget dengan apa yang di lakukan oleh Fabian, jantungnya berdetak sangat kencang, bahkan kakinya hampir tak bisa menopang tubuhnya sendiri.


"A-apa yang do-dokter lakukan??" ucap Chaca dengan gugup sambil berusaha melepaskan pelukan tangan Fabian di perutnya.


"Kenapa? bukannya kamu bilang udah aku per*awani sama Bunda? jadi kita pasti sudah terbiasa bersentuhan seperti ini?" bisik Fabian,bahkan sekarang tangannya menyingkap baju atasan Chaca, memasukkan tangannya dan bermain di perut rata si Chaca.Chaca sangat kaget dengan perlakuan Fabian.


"Dokter!!! hentikan!!!" pekik Chaca sambil terus berusaha melepaskan diri dari Fabian.


"Gak akan Chaca!!" ucap Fabian sambil membopong Chaca dan melemparkannya ke ranjang, dengan cepat Fabian menindihnya.Chaca yang melihat sinyal bahaya segera bergerak cepat keluar dari kungkungannya Fabian, sayang sekali tubuh rampingnya tak bisa melawan lelaki kekar yang ada di atas tubuhnya itu.Fabian memaksa mencium Chaca,namun dengan cepat Chaca menghindari nya, dengan geram Fabian menarik kedua tangan Chaca di atas kepalanya dan mengunci nya di sana.


"Dokter jangan!! aku mohon!!!" pinta Chaca, bukan ini yang Chaca inginkan, dia ingin menikah dengan dokter Fabian,namun tanpa sentuhan fisik,yang dia incar hanya rumah sang ibu yang sekarang menjadi milik Fabian.


"Kenapa? bukannya kamu ingin menikah dengan ku?" goda Fabian, kemudian dia kembali melumaaat bibir Chaca, lama kelamaan ciumannya turun ke leher Chaca, Chaca berpikir keras dengan otak cerdiknya, bagaimana bisa dia keluar dari Kungkungan dokter Fabian.


"Dokter!!! a-aku mau di atas!!" ucap Chaca memberi alasan, hal itu membuat konsentrasi Fabian yang bibirnya hampir turun ke dada Chaca terpecah, dan tindihan nya di atas tubuh Chaca melonggar, dan tiba-tiba...


buughhh.....suara tendangan kaki Chaca tepat di Burung Elang milik Fabian, membuat wajah Fabian merah karena menahan sakit, dengan cepat Chaca mendorong tubuh Fabian dan lari dari atas ranjang.


"Chacaaaaaa... aaargghh!!!!" teriak Fabian memegang burung Elang nya yang kesakitan!.


Sedangkan Chaca sudah berhambur keluar dari kamar.

__ADS_1


"Tunggu pembalasan ku chacaaaaaa!!!" teriak Fabian lagi.


bersambung.......


__ADS_2