Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Beniqno- Nayla


__ADS_3

Setelah beberapa saat Beniqno dan juga Ray dikeluarkan paksa oleh Mama Sita dan tidak memperbolehkan Beniqno untuk masuk,sekarang mama Sita sedang menemani Nayla di dalam ruang persalinan. melihat anaknya merintih kesakitan karena kontraksi, mama Sita mengelus puncak kepala anaknya sambil menenangkan Nayla.


"sabar Sayang!!sebentar lagi anakmu akan keluar okey!!" kata mama Sita dengan lembut.


"Iya ma....tapi ini sakit banget ma...!!!" rengek Nayla, peluh bahkan sudah memenuhi kening Nayla.


"Bagaimana dok?" tanya mama Sita.


"Sudah pembukaan 4 nyonya, sebentar lagi! kita nunggu sebentar lagi nyonya!" kata sang dokter yang terlihat lebih tenang karena bukan suami dari si ibu hamil yang ada di hadapannya saat ini.Dokter tersebut juga masih mencoba menghubungi dokter yang selama ini menangani si pasien saat pemeriksaan kehamilan, dia sungguh masih sayang sama nyawa nya untuk menangani pasien yang dia tau istri siapa wanita hamil tersebut.


"Ma .... Nay mau Ben!!" rengek Nayla lagi.


"Heleh!! suami kamu itu gila Nay!!! biarin aja!!" kata mama Sita sewot, dia masih ingat bagaimana dua orang menantunya itu bertengkar seperti preman di ruang bersalin.


"Tapi Nay mau ditemani Ben ma!!" kata Nayla masih saja merengek-rengek sambil menahan sakitnya.


"Iya...ya....mama panggil in! kalau gitu mama tunggu di luar aja ya, ada May juga nunggu in kamu!" kata mama Sita dan diangguki oleh Nayla.


Mama Sita meninggalkan Nayla sendiri, dan keluar dari ruang bersalin tersebut, ketika pintu terbuka Ray May dan Ben kaget di buatnya.


"Mama!! gimana anakku ma? apa sudah lahir?? gimana keadaan Nayla ma?? apa dia baik-baik saja?" Beniqno menyerbu mama Sita dengan banyak pertanyaan.


pletaaaak.......suara jitakan di kepala Ben.


"Mama!!!" bentak Ben sambil melotot.


"Jaga mata kamu Ben!!" kata Ray yang merasa tak terima mama mertuanya itu di bentak oleh Ben, namun mama Sita hanya biasa saja menanggapi nya.

__ADS_1


"Kamu tuh ya Ben!! kenapa mendadak bodoh sih!!! emang kamu sudah dengar suara tangisan anakmu!! Sana masuk!! Nay mencarimu!!" kata mama Sita


"Beneran Nay nyari aku ma?" tanya Beniqno berbinar, ternyata sang istri masih sangat membutuhkannya.


"hemmmmm!" balas Mama Sita dengan malasnya.


akhirnya Beniqno masuk ke dalam ruangan persalinan di mana Nayla sedang menunggunya, Beniqno merasa tak tega melihat sang istri kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Canim!!! kau baik-baik saja sayang?!" pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Beniqno membuat Nayla murka! menurut nya sang suami sudah tau kalau dia sedang tak baik-baik saja, namun masih menanyakan sesuatu yang membuat wanita hamil dan sedang menahan rasa sakit karena Kontraksi itu murka seketika.


"Kamu gak lihat aku apa Ben!!!! sakit tau.... aaargghh! Beeennnn!!" teriak Nayla lantang.


Drama persalinan Nayla belum berakhir, beberapa suster dan dokter yang ada di ruangan tersebut benar-benar berharap dokter Amel segera datang dan menanggani si pasien,dan benar saja wanita seumur an Beniqno itu berlari masuk ke dalam ruangan bersalin.


"Bagaimana sus! apa sudah di periksa kembali?" tanya dokter Amel, namun melihat sorot ketakutan sang suster dan nampak menatap seseorang, dokter Amel pun mengikuti arah mata sang suster, dan benar saja dia melihat wajah horor Beniqno menatap tajam beberapa suster dan dokter di sana.


"kau??? beraninya kamu Mel!!" bentak Beniqno pada teman kuliah Ben satu-satunya yang tak pernah takut dengan sifat dan sikap Beniqno. Amel hanya memutar bola matanya yang jengah dengan sikap Ben yang tak pernah berubah.


"Loe mau gue bantuin bini loe gak???" bentak balik Amel.


Semua yang ada di sana shock dengan pertengkaran mereka berdua, bahkan ada yang berbisik ini adalah persalinan langka sepanjang sejarah rumah sakit tersebut.


"Aaargghh dokter!!! sakit!!!" kata Nayla.


"Okey Nay,kita lihat dulu ya.....!!" setelah beberapa saat.


"waahhhhh Nay,siaaap ya!! ini sudah membuka an 10!" lanjutnya

__ADS_1


"Ayo Nay... siap-siap!!"


Nayla mulai mengejan! dan dokter Amel dengan siaga dan sabar mengintruksikan pada Nayla.


"Aaarrrgggghhh!....sayang sakit!!!" Teriak Ben reflek karena kaget,ketika melihat lengan nya sudah habis di cakar kuku-kuku lentik Nayla yang beberapa hari yang lalu lupa tak di potong.


"Cemen kamu Ben!!" kata dokter Amel yang mempunyai kesempatan meledek Ben habis-habisan hari ini!


"Diam kamu Mel!!!"


"Kamu yang diam Ben!!!! sakit.... aaarrrgggghhh!!" teriak Nayla.


Kembali, lengan Ben yang jadi sasaran Nayla,bahkan kini lengan Ben sudah di tarik Nayla sampai-sampai Ben condong di atas wajah Nayla yang sedang berjuang melahirkan buah hati mereka, Rambut Ben bahkan sudah tak berbentuk lagi, dengan sembarang Nayla mencari pegangan tangannya yang akhirnya berakhir di kemeja Ben yang ben gunakan.


"Lepas ini Ben!!!! emmmmmm!!" kata Nayla sambil mengejan menyuruh Ben melepaskan kemeja yang sudah tak berbentuk lagi karena tarikan dari tangan Nayla.


"Oohh Tuhan Nay!!! seganas apa anakku sayang!!" melihat tampilan nya Sekarang! dan beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi menggema


oekkk....ooekkk.... ooekkk.....


"Boy!! Ben!" kata Amel.


"Oohh God!! boy?! kata Ben berbinar sambil melepaskan kemejanya yang sudah tak berbentuk lagi, mengambil anaknya dari tangan sang dokter, dengan tampilan yang membuat beberapa suster ngiler dan otak mereka sudah traveling kemana-mana. langka lagi!! mana ada seorang suami yang menemani sang istri dengan menonjolkan dada bidang dan perut sixpack nya seperti yang Ben lakukan saat ini.


"Boy.... Wellcome to the real world Baby!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2