Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Wuhaaaaaaaaa......." Lee menjerit ditengah sawah yang nampak selesai di bajak kasar, di kakinya terasa seperti sosok licin dan melingkar di kakinya yang terbenam ke dalam lumpur sawah, Boy dengan sigap ikut berlari walaupun tak ikutan menjerit-jerit seperti Lee.


"Apa yang kalian lakukan??" teriak paman Jay dari kejauhan, dia segera mendekati duo tengil itu.


"Paman ada ular!!!'' pekik Lee, Lee memang sangat tidak menyukai ular, hewan tanpa kaki itu membuat bulu kuduk nya selalu berdiri, lain dengan Boy yang memang lebih pemberani.


"Ohh Tuhan!! Lee!!! kita mencari belut!! bukan ular!!! ini belut Lee!! bukan ular!!'' ucap paman Jay ketika mendatangi tempat yang di tunjukkan Lee dengan cari telunjuknya.Boy sudah mendapatkan belut 5 ekor dibandingkan Lee yang sama sekali tak mendapat apa-apa.


"Cari lagi Lee... Boy!! dan kau Lee, jika tak dapat satu pun..maka malam ini kamu akan puasa!!" kata paman Jay meninggalkan si duo tengil itu.


"Ayolah paman!!! aku merasa geli dengan mereka!!" teriak Lee dan hanya di jawab paman Jay dengan mengangkat satu tangan nya ke atas.


"Hahahhahahahha....dasar Cemen!!! hei anak kota!!! ngapain ke sini?? pulang sana ke kota mu!! di desa keras lur!!! kudu kuat!!!" ucap seorang gadis yang kelihatan seumuran dengan Lee dan Boy, si gadis memandang remeh pada kedua pemuda dengan kulit putih bersih itu.


"Heh!!! apa urusan kamu!!??? ganggu aja!!" jawab Lee yang merasa terganggu.


"Ups...marah ya??!! hahahhahahaha!!" kata si gadis sambil berlalu dari sana


''Hei...gadis dekil!! sini kamu.....!" teriak Lee sambil berlari walaupun agak kesusahan karena memang berada di tengah-tengah sawah, Lee hendak memberi pelajaran pada di gadis tersebut dan Boy segera menghalangi Lee.


'Sudah Lee hentikan!!! kita balas lain Waktu!! kita cari belut dulu!! emang kamu mau puasa malam ini??" kata boy menenangkan Lee yang sedang emosi.


"Ckkc..... aaarrrgggghhh...aku pengen pulang Boy!!! tak ada yang menyenangkan disini!!" teriak Lee.


Pada akhirnya mereka meneruskan mencari belut sawah, walaupun harus di selingi dengan teriakan-teriakan dari mulut Lee yang merasa geli jika memegang belut tersebut namun dia tidak mau puasa malam ini, paman Jay orang kepercayaan sang papa itu benar-benar berubah layaknya pamannya sendiri saat berada di desa tersebut,bukan seperti pengawal papanya yang selalu patuh dengan perintah dari Lee juga sebagai tuan mudanya.


Malampun tiba......


Boy dan Lee sudah rapi bahkan Lee yang bertugas menyiapkan teh hangat juga sudah rapi dan tertata rapi pula, satu minggu di sana sudah bisa membuat Lee mahir dengan alat-alat dapur yang dulunya tak pernah dia pegang, sedangkan Boy bertugas menyiapkan piring dan nantinya setelah makan Boy lah yang akan mencuci piringnya.paman Jay tetap bertugas memasak.


Tanpa sepengetahuan Boy dan Lee di setiap sudut ruangan ada kamera pemantau nya mengingat bagaimana jenius nya Lee,paman Jay benar-benar menyewa ahli nya untuk memasang dengan sangat baik dan tersembunyi,karena baik Ray ataupun Ben tak ingin kehilangan momen bersama anak-anak mereka,


"Habiskan makanan mu Lee!" kata paman Jay yang melihat Lee ogah- ogahan menyendokkan makanan nya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sampai kapan kita disini paman? apa kami tidak sekolah?" kata Lee


"Bukannya kamu dan Boy home schooling? mulai besok akan ada guru yang akan mengajar" ucap paman Jay dengan tenang.


"Iya tapi sampai kapan paman? aku sudah lama tidak berlatih!" Boy yang ikut menimpali.


"Kalau kalian manis-manis dan jadi penurut, bisa jadi tiba-tiba motor trail dan samurainya datang!" kata paman Jay dengan santainya.


Perkataan paman Jay sontak membuat mereka berdua bersemangat, senyuman di wajah Lee dan Boy tiba-tiba saja mengembang.


"Kami akan baik-baik paman!!" ucap mereka bersamaan.


"Ckc...dasar duo tengil!!!"


Setelah acara makan malam selesai, mereka bertiga menonton televisi bersama,namun karena tak ada yang menarik Lee bangkit dan menuju ke teras rumah, di ikuti Boy yang juga merasa bosan, melihat tingkah duo tengil Akhirnya paman Jay ikut duduk di teras. Beberapa saat kemudian datang seorang gadis dan menyapa dengan sangat riangnya.


"Paman Jay!!!'' panggil gadis tersebut.


"Heleh!!! emang Cemen kan? apa ada cowok pegang belut teriak-teriak!!" kata si gadis


"Apa kamu bilang!!!"


"Apa??? ayo kalau berani berantem sama aku!! jangan cuma adu mulut aja!! kayak emak-emak aja!!" tantang Revita gadis tersebut, paman Jay dan Boy hanya menonton saja, paman Jay memang ingin melihat bagaimana Lee menyelesaikan masalahnya sendiri.


Kini mereka ada di belakang rumah paman Jay, Revita benar-benar tak merasa takut berhadapan dengan cowok 10 tahun yang nyatanya badannya melebihi anak-anak seumuran dengannya, sedangkan Revita gadis 13 tahun yang duduk di bangku SMP itu terlihat kecil bahkan terlihat seumuran dengan Lee yaitu 10tahun.


Paman Jay hanya melihat di sampingnya Boy juga terlihat tenang, namun dia penasaran dengan si gadis itu.


"Apa dia akan baik-baik saja paman?" tanya Boy


"Siapa?" tanya paman Jay


"Tentu saja gadis itu!!" kata Boy

__ADS_1


"Kita lihat saja!! aku pegang Revita!!" kata paman Jay malah mengajak taruhan.


"Apa? heh!! aku yakin Lee bisa!!"


"Baiklah mulai besok kamu yang masak dan mencuci piring kalau Lee kalah!! kalau menang!! paman yang akan melakukan semuanya!" kata paman Jay santai.


"Deal paman!!" kata Boy,karena dia tau Lee suka beladiri tangan kosong sedangkan Boy suka beladiri dengan senjata,senjata andalan nya adalah samurai.


Pertarungan antara dua anak itu terlihat sengit, beberapa kali Revita terkena pukulan dan tendangan dari Lee, Lee beberapa kali tersenyum meremehkan Revita.


"Seperti nya aku akan bebas dari pekerjaan paman!" kata Boy sambil memandang ke arah pertarungan mereka.


"Revita akan menang!! lihat Lee sudah mulai kelelahan! Lee salah strategi!!" kata paman Jay sambil meminum kopi yang dia bawa dari teras tadi.


Dan benar saja, setelah melewati beberapa jurus,Lee nampak kewalahan menghadapi Revita, dan dengan sekali tendang Lee jatuh dan di kunci pergerakan oleh Revita.


"Auuhh.....auuhhh...iya ya...aku nyerah!!!" teriak Lee.


"Tuh kan Cemen!!" ucap Revita sambil melepaskan kunciannya dari tubuh Lee.


"Berisik!!" ucap Lee berlalu dari sana dan duduk di samping Boy.


"Selamat ya Boy!!' kata paman Jay.


"Kok Boy?" tanya Lee heran.


"Dia kalah taruhan!! .. Revita ayoo paman antar pulang, paman ingin ke toko beli sesuatu!" kata paman Jay setelah Revita mendekat.Akhirnya mereka pergi, Revita hanya memandang sekilas ke arah Boy dan Lee yang tak menghiraukan kehadiran nya.


"Kau membuat aku mengerjakan semua pekerjaan paman besok!!! dasar Cemen!!!!" ucap Boy.


"Booooyyyyy!!!!'' teriak Lee, reflek Boy menutup telinga nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2