Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Ngidam aneh Nayla


__ADS_3

"Sayaaang.....!" panggil Nayla sambil mengukir jari lentiknya di dada polos sang suami yang baru saja selesai mandi dan belum sempat berpakaian.


"Hemmmm!"


"Kemarin May cerita! katanya Ray dan tuan Adrian sedang berada di sebuah pulau! mereka sedang ada misi karena proyeknya bermasalah! dan gak sengaja aku dengar Jay pengawal May berbicara dengan Kevin" kata Nay panjang


"'Trus?"


"Katanya musuh mereka Mafia!! pasti seru deh! kalau Papi nya dedek ikutan!!" ucap Nay sambil mengelus perut buncit nya.


Begitulah percakapan Nayla dan Ben satu hari yang lalu sebelum Ben berada di tempat tersebut, tentu saja informasi dia dapat dari Mario anak buah tuan Adrian.


Dan disinilah Beniqno berada.....


"Wow...wow...wow ......kalian bersenang-senang tanpa aku?? waaahh serakah sekali anda Tuan-tuan!!!'"


Ucap lelaki gagah perkasa dengan samurai di tangannya yang dia angkat di bahunya, aura seorang pembantai sudah tercium cukup tajam!! bahkan sorot matanya sudah bisa mengetarkan siapa saja yang melihat nya.


"Sepertinya sudah lama aku tidak bersenang-senang!!" lanjutnya sambil merenggangkan otot-otot lehernya ke kanan dan ke kiri.


"Apa yang kau lakukan Ben?"


tanya Adrian heran kenapa Beniqno bisa berada di tempat yang sama dengannya, dan yang lebih mengagetkan dia datang hanya ber 5 saja tanpa pasukannya seperti biasanya.Dia datang hanya bersama Antoni dan ke tiga anak buahnya saja.

__ADS_1


"Nayla ngidam! anakku ingin melihat Papi nya mencincang daging manusia!!"


ucap Ben dengan santainya, bahkan Antoni sudah menyiapkan kamera khusus untuk merekam pembantaian yang akan di lakukan oleh Beniqno! sungguh Antoni sedikit bergidik ngeri mendengar ngidam aneh Nayla, istri dari tuannya itu, Antoni sampai berpikir apa mungkin bibit dari lelaki psikopat itu akan melahirkan seorang psikopat juga! sungguh pemikiran Antoni yang melanglang buana kemana-mana.


Beniqno melempar samurai yang di bawa Antoni pada tuan Adrian.Darka yang melihat kedatangan Beniqno murka seketika, bagaimana bisa dia kecolongan! kalau rombongan Ray memang sengaja dia membiarkan nya dan membuka jalan nya lebar karena memang bertujuan membantai Ray dan kawanannya,Lain dengan Beniqno, Darka merasa tak mengenal lelaki tersebut namun tiba-tiba dia datang dengan keempat orang anak buahnya.


"Bangsaaat!!! siapa kau??!!! beraninya kau mengusik dan mengacau di tempatku!!!" Teriak Darka pada Ben.


"Aku?? aku malaikat pencabut nyawa mu!" ucap Ben masih dengan gaya santainya.


Mereka semua terlihat bersiap-siap, Adrian meminta Kiki membawa Zen keluar arena tempur,dan mulai membalut luka Zen yang kelihatan semakin parah, sedangkan Bams sudah hampir tak bertahan, luka di sekujur tubuh dan wajahnya menandakan dia sudah hampir kehabisan tenaga.Johan terkena luka sayatan pada lengan kirinya,dia membalutnya dengan sobekan dari baju yang dia kenakan, hanya Ray dan tuan Adrian saja yang belum tersentuh sama sekali.


Pertarungan sengit di mulai kembali, Antonio hanya bertugas merekam apa yang Beniqno lakukan, dengan samurai ditangannya tuan Adrian dan Beniqno saling membelakangi hingga punggung mereka bertemu satu sama lain, Johan sudah bertarung untuk merobohkan Boras, sedangkan Darka melawan Ray, namun karena tangan Johan yang sudah terluka, Beberapa kali Johan terlihat kewalahan dan beberapa kali terlihat mundur ke belakang menahan setiap serang, Ketika Johan sudah hampir roboh, Kiki datang dengan menendang perut Boras, Kiki memberi isyarat mundur pada Johan dan dia kini melawan Boras seorang diri.


Disisi lain Beniqno benar-benar membantai anak buah Darka, hingga beberapa di antaranya mundur takut karena melihat keganasan Beniqno,Ben sudah tertawa keras karena berhasil memenggal kepala mereka satu persatu bahkan ada yang di Potong kedua tangannya tanpa membunuhnya, membuat mereka tersiksa karena rasa sakit yang di deranya.


Ben meminta tuan Adrian mundur, sedangkan Kiki yang kewalahan sudah di bantu oleh Ray, kini Ray yang melawan Boras, lelaki yang bahkan terlihat seperti robot di mata Ray.


Semua anak buah Darka yang tersisa mundur teratur, mereka tak mau mati konyol, apalagi Lelaki bule yang sekarang sedang menenteng samurai di tangan kanannya dan kepala salah satu teman mereka yang sudah terpenggal di tangan kirinya, sungguh pemandangan yang membuat semua anak buah Darka ingin muntah saja rasanya, siapa lagi kalo bukan Beniqno.


"Apa hanya ini?" tanya Beniqno yang nampak terlihat masih segar bahkan tak terlihat letih akibat pertarungan mereka.


Boras sudah tak sadarkan diri akibat tendangan dari Ray, ketiga anak buah yang di bawa Ben pun masih berdiri dengan kuat. Darka yang melihat anak buahnya sudah mundur merasa geram, dia tak menyangka kalau bala bantuan orang yang di culik nya itu berlaku seperti seorang iblis, dia bahkan terlihat sumringah ketika membantai anak buahnya.

__ADS_1


"Ray! tanggap dia!!" perintah tuan Adrian pada Ray, menunjuk pada Darka yang sekarang tinggal sendiri dan juga Anggara yang sudah bangun dari pingsannya, dan anak buah Darka sudah melepaskan ikatan pada tubuhnya.


"Tunggu Ray!! serahkan dia padaku!!" seringai licik tercetak jelas di wajah Beniqno.


Tuan Adrian yang tau maksud dari Ben hanya bisa menghela nafasnya pelan, kemudian dia duduk di sebuah kursi yang di sediakan oleh Bams.


"Lakukan saja!!" perintah tuan Adrian.


Ben tidak menyia-nyiakan kesempatan, namun dia tak mau bermain-main dengan tangan kosong, dia melempar samurai yang tadi dipakai tuan Adrian pada Darka.


"Bermain lah dengan cantik!! maka aku tidak akan memutilasi tubuh mu!!"


Dengan emosi Darka menangkap samurai yang di lempar oleh Ben, dan pertarungan pun terjadi. Ben memang sudah terbiasa dengan samurai lain dengan Darka yang sedikit kewalahan, dengan emosi yang memuncak, Darka membabi-buta menyerang Ben, beberapa sayatan di lengan dan tubuh Ben akibat ulah Darka, Darka tersenyum puas karena bisa melukai Beniqno, namun Darka tak tau bahwa Beniqno iblis yang tak kenal kata kasihan.


"Kau ingin masak soto daging Ki? " ucap Bams bercanda, Kiki mengerutkan alisnya tanda binggung.


"Sebentar lagi akan ada daging berceceran,kau bisa memungutnya untuk kau masak!! hahahahhaah!" lanjut Bams yang hanya di balas senyum kecut si Kiki.


Dan benar saja, Jeritan menggema di tempat tersebut, kaki dan tangan Darka terpotong sedikit demi sedikit, bahkan tangannya dan sampai batas bahu di potong Ben menjadi 5 bagian, begitu selanjutnya kaki dan tangannya yang lain, anak buah Darka bahkan sudah mundur dan bergidik ngeri, Anggara pun sudah terkencing-kencing di celana sambil terduduk.


Terakhir, Ben membelah kepala Darka menjadi dua! Kiki muntah-muntah melihat kelakuan Ben, begitu pula dengan anak buah Darka, bahkan ada yang sudah menangis karena ketakutan.


"Dasar psikopat gila!!" ucap Ray yang melihat senyum kepuasan di wajah Ben.

__ADS_1


bersambung....


NAH YANG NEBAK KALO BEN YANG DATANG...BENER BANGET ANDA!!!😀😀😀😀😀


__ADS_2