
Sudah hampir jam makan malam, Ela tak diperbolehkan untuk keluar dari kamar Fabri, bahkan beberapa menit yang lalu suara gaduh terdengar dari luar kamar.
Tok...tok....tok.....
"Fabri buka pintunya!!! kamu apain si Lala!!" teriak Desi,
jujur dia khawatir dengan keadaan Ela di dalam sana.
Namun Fabri masih tidak mau membuka pintu kamarnya, bukannya membuka pintu,dia bahkan hanya menelpon sang Mama agar tak menganggu dia dan Ela di dalam kamar.Fabri masih kesal sama Mama nya yang ternyata menjadi biang kerok atas hilangnya Ela, dan sudah bisa di pastikan sang Papa ikut andil dalam hal ini, lelaki dingin itu kadang kala tak bisa menolak permintaan istrinya.
Di dalam kamar, Ela berpikir sekeras mungkin untuk bisa keluar dari kamar tersebut, dia sudah kehabisan akal, apa lagi dengan jelas nyonya Desi yang menggedor pintu kamar anaknya saja tak di hiraukan, bagaimana dengan Ela sendiri? apa mungkin perkataan nya ada di dengar oleh Fabri.
"Kau harus mendapatkan hukuman dari perbuatanmu!!" Ela kembali terngiang dengan kata-kata Fabri yang ingin menghukumnya, dan ini lah hukuman Fabri,
Ela terus memijat kaki tuan mudanya itu, bergantian kanan dan kiri, setelah tadi sore , Ela harus menepuk-nepuk punggung Fabri agar dia tertidur, Fabri yang akhirnya bangun setelah satu jam tertidur dan Ela tak menemukan kunci kamar Fabri hanya bisa duduk manis di sofa sambil menunggu Fabri bangun, dan setelah Fabri bangun, Ela harus menyiapkan air hangat untuk Fabri mandi, kemudian Fabri menyuruh Ela untuk mandi dan memakai baju miliknya, Fabri benar-benar mengurung Ela dalam kamarnya, setelah Ella selesai mandi,dia harus memijit bahu, punggung bahkan sekarang Ella sedang memijat kaki Febri yang sedang asik dengan laptop di tangannya.
"Tuan muda tidak lapar?" tanya Ela hati-hati
Bukannya menjawab, Fabri malah melotot tajam ke arah Ela, karena masih mendengar Ela memanggil nya tuan muda.
"Pijit saja yang benar! aku tahan puasa bahkan sampai 3 hari, jadi aku tak mungkin lapar!!" jawab Fabri.
"tuan muda tidak haus?" tanya Ela lagi.
"Kamu gak lihat, di sana ada roti, biskuit dan air mineral, lengkap!!"
kata Fabri sambil menunjuk sebuah meja di kamar tersebut dengan kesal, lagi-lagi Ela memanggil nya tuan muda, Fabri benar-benar sudah berencana mengurung Ela, ya...tadi setelah dia menyeret Ela masuk ke dalam kamarnya, Fabri menyuruh bik Nur membawakan semua keperluan makan Fabri. Ela memeras pikirannya,dia bener-bener berharap dia akan melepaskan diri malam ini dari Fabri, Namun apa yang dilakukan Fabri benar-benar di luar dugaan Ela, Ela pikir Fabri akan marah lalu akan berbuat kekerasan kepadanya,nyatanya tidak, Ela dikurung di dalam kamarnya, bahkan sang Mama yang berteriak-teriak dari luar pun tak dihiraukan oleh Fabri, Fabri kembali menelpon mamanya dan mengatakan jangan mengganggunya, jika tak ingin Ela disakiti oleh Fabri, Fabri juga mengatakan akan mengurung Ela sampai besok pagi, Desi yang ada di luar bersama bik Nur benar-benar sangat cemas dan takut jika Ela diperlakukan tidak baik oleh Fabri, walaupun beberapa kali Bik Nur menenangkan Desi bahwa tidak mungkin Fabri melakukan hal kasar pada Ela.
__ADS_1
"Dasar anak nakal!! keluarkan Lala!" seru Desi lagi dari luar kamar.
Sedangkan yang di dalam kamar, nampak Ela sudah kelelahan, kedua tangannya sudah sangat kebas karena terus memijit kaki dan tangan Fabri secara bergantian. Fabri diam-diam mengangkat ujung bibirnya melihat Ela cemberut dan terlihat sangat kesal.
"Tuan muda...aku lapar" ucap Ela lirih, jurus terakhir di lancarkan oleh Ela. Dengan muka yang di buat sesendu mungkin agar Fabri merasa iba padanya, Fabri memandang Ela dengan liciknya.
"Mau keluar?" tanya Fabri, Ela langsung mengangguk cepat.
"Benar mau keluar?" tanya Fabri lagi, dan lagi Ela mengangguk antusias.
"Sini!!" pinta Fabri menepuk pahanya, memberi isyarat pada Ela agar duduk di pangkuan nya.
Ela tak ber gerak sedikit pun, dia hanya berdiri sambil meremas kaos Fabri yang di pakainya, Ela tak mau menuruti kemauan Fabri, melihat Ela yang tak bergerak sama sekali, Fabri melanjutkan mengutak-atik laptop nya.
"Ya sudah kalau tidak mau! sebaiknya makan saja biskuit di sana! jangan harap kamu bisa keluar dari kamar ini" kata Fabri dengan santai nya.
"Dia tidak akan macam-macam la!" kata Ela memenangkan dirinya sendiri di dalam hati.
"Dari tadi kan dia diam gak ngapa-ngapain kamu! ok la....yang penting bisa keluar dulu dari kamar ini!" lanjut batin Ela
Perlahan Ela mendekati Fabri, Fabri yang tau pergerakan Ela hanya terdiam sambil menyinggung senyum kemenangan nya, Ela menyingkir kan laptop Fabri, dan Ela sedikit naik ke ranjang,karena memang Fabri duduk selonjoran di ranjang king size miliknya.
"Mau ngapain?" tanya Fabri pura-pura.
"Hah??" Ela kaget, bukannya dia meminta Ela untuk duduk di pangkuan nya.
"Bukannya tuan muda memint.....!''
__ADS_1
"Tuan muda??" potong Fabri kesal.
Fabri menarik Ela hingga terjatuh dan menubruk dadanya, Fabri segera menggulingkan Ela dan sekarang berada di samping Fabri.fabri segera menjadikan lengan nya sebagai bantalan kepala Ela.
"Tuan muda ini.....!"
"Diam dan tidur!!" potong Fabri lagi.
Masih terlalu sore untuk tertidur, namun Fabri hanya ingin menidurkan gadis yang sudah masuk terlalu dalam ke hatinya, Fabri tau, sejak tadi sore Ela sudah kelelahan mengurus Fabri dengan dalih sebagai hukuman karena telah lari dari nya.
Sedangkan di kamar Desi, Kevin sampai pusing sendiri melihat sang istri bolak-balik nak setrika an baju saja.
"Bisa tidak kamu diam dan tidur!" kata Kevin yang memeriksa beberapa email lewat ponsel nya.
"Papa gak tau saja!! Mama khawatir dengan Lala pa!! Mama takut anak itu bakal di apa-apa in sama Fabri" seru Desi
"Tidak akan ma! papa jamin!" kata Kevin.
"Heleh!! Mama gak yakin! lihat aja kedua sahabatnya itu, istri tuan muda Lee bahkan sudah hamil dan si Boy sudah ngebet kawin!" kata Desi yang menyamakan anaknya dengan sahabat-sahabat Fabri.
"Tuan muda Lee punya alasan tersendiri ma!" saut Kevin
"Iya sih!! ini anakmu juga punya alasan pa!! dia marah sama Lala karena sudah meninggalkan Fabri tanpa pamit!" kata Desi yang gak mau kalah.
"Sudahlah ma, percaya pada Fabri!! dia tidak akan macam-macam! papa jamin!"
Dan benar saja, sang Mama dan papa sedang asyik berdebat, mereka berdua malah sudah terbang ke alam mimpi dengan posisi Fabri yang memeluk Ela erat dari belakang.sungguh Fabri sangat senang hari ini. Keinginan nya bersama Ela di jawab oleh Tuhan.
__ADS_1
bersambung