
tap..tap..tap...
Ray berjalan cepat menuju ke ruang rawat Maysha ketika Tian mengatakan kalau Maysha siuman. Dia memasukkan ruang rawat tersebut dan melihat Nayla dan Tian ada di sana.
"Bagaimana keadaannya?"
"Ray! kau sudah datang?" kata Tian
"Keadaan semakin membaik, dia mulai terbangun pagi ini! tapi karena masih lemah sekarang dia sedang tertidur!"
"Baguslah!"
"Jangan merasa bersalah lagi! semuanya akan baik-baik saja!" ucap Tian yang melihat kawannya itu merasa bersalah pada keluarga Maysha akhir-akhir ini.
"Hem.. baiklah gue pergi! nanti malam biar gue aja yang jaga!" kata Ray
"Suster Nayla terimakasih,lebih baik kamu istirahat!"
"Tidak perlu terima kasih tuan Ray, dia sahabat ku akan sudah seharusnya ada di sampingnya!"
Ray pamit dari sana menyisakan Tian dan Nayla.
"Suster Nayla bagaimana kalo kita makan siang dulu!"
"Iya dok!"
Nayla yang narsis dulu entah kemana perginya, dulu setiap melihat dokter Tian dia akan berjingkrak ria memandang i dokter imut itu, namun setelah sekian lama menjadi asisten nya semuanya berubah perlahan, Nayla menjadi sosok yang sedikit pendiam.minder! itulah yang dia alami, dulu yang dia tau Tian adalah seorang dokter biasa namun setelah berada sering disampingnya ternyata dia adalah anak pemilik rumah sakit di mana dia kerja, namun karena tak ingin di ketahui banyak orang dia tetap menjadi dokter biasa, malah sekarang dia membuka klinik sendiri di luar pekerjaan nya di rumah sakit.
Rasa kagum Nayla dulu yang berubah jadi cinta kini dia pendam dan dia kubur dalam-dalam! apalagi dia hanya seorang suster biasa, ibunya seorang guru Tk dan ayah nya adalah seorang anggota militer angkatan darat. hidupnya bahkan tak ada seujung kuku dari seorang Cristian.
"Mau pesan apa dokter?" tanya Nayla saat sudah berada di cafetaria di depan rumah sakit.
"terserah! pesan apa saja!" ucap Tian sambil memainkan ponselnya.
"Waah dokter di sini ada makanan kesukaan mu! baiklah aku pesan kan buat dokter saja ya, udang krispi saos lada hitam pedas dan ini juga ada nasi uduk, kita bisa pesan nasinya saja serta chiken mushroom, kita pesan ini aja ya!" ucap Nayla tanpa sadar, bahkan tanpa dia sadari Tian memandang lekat ke arah suster Nayla yang begitu hafal dengan makanan kesukaannya.
"Mbak pesen ini semua ya, oya udang krispi nya dua ya, dan di tambah dua gelas teh lemon hangat! terimakasih mbak!"
"Dari mana kamu tau makanan kesukaan ku?" tanya Tian tiba-tiba.
deg..
'bego!! bego! bego!!' umpat Nayla dalam hatinya yang tentunya di tujukan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"eh itu dok.. dari dari beberapa suster ya....benar...dokter tau kan dokter idolanya para suster hehehehe pasti mereka mencari tau apa yang dokter sukai! ya ka" ucap Nayla gugup dan bahkan hampir salah tingkah.
"Benarkah? apa kamu salah satu orang yang mengidolakan aku?" goda Tian.
"Eh..itu dok...anu!" belum juga Nayla menjawab pertanyaan Tian, dia sudah di kejutkan dengan seseorang yang memanggil nya dari arah belakang.
"Tian!"
"Clara?"
"Apa kabar Tian?" kata Clara sambil melirik ke arah Nayla, Nayla yang merasa di lirik pun tau apa maksud dari Clara yang dia tau adalah mantan kekasih dokter Tian.
"Emm dokter saya akan pergi sebentar sebaiknya kalian bicara saja!"
"tidak perlu suster Nay!" ucap Tian
"Tidak saya akan pergi dulu!"
Akhirnya Tian menyetujui keinginan Nayla.
"Ada apa? " tanyanya datar.
"Tian....tidak bisa kau memaafkan aku?"
"Lagian kak David udah bantuin loe mbangun cafe loe lagi atas dasar kemanusiaan! apa lagi yang loe mau dari gue?" lanjutnya.
"Aku mau kita balikan lagi Tian! sekarang aku bisa ngerasain, tanpa kamu hidup aku hampa!"
"Hahahahaha sayang sekali!"
"Tian! aku mohon aku masih sayang sama kamu! mau kan kita balikan lagi Tian!". ucap Clara memohon.
"Sayangnya gue gak suka barang bekas!" ucap Tian datar dan tenang.
deg...
Clara kaget! dia dengan bodohnya meminta Tian kembali setelah tadi tanpa sengaja melihat Tian deng seseorang dengan seragam suster. dia lupa kesuciannya dia serahkan pada David cinta pertamanya, namun sekarang David pun menjauh dari nya.
"Aku pikir kau bukan se picik itu Tian!" ucap Clara lirih.
"Hiduplah dengan baik Clara, temukan orang yang benar-benar mencintai dan loe cintai! dan jangan mendekati gue lagi!"
ucap Tian. dan dengan lesu Clara berdiri dan duduk nya, harapannya pada Tian pupus sudah, selama ini dia ingin berbicara dengan Tian,namun Tian sangat sulit dia temui bahkan di depan rumah sakit saja, Johan meminta satpam untuk tidak membiarkan Clara masuk, tentu saja Johan memberikan foto Clara dan menyuruh anak buahnya.
__ADS_1
'Jangan temui clara di belakang gue Tian!! kalo tidak! loe bakal liat Kiara menderita karena suaminya masuk penjara hanya gara-gara membunuh mantan pacar dari sahabat nya!' ancam Johan kala itu.
"Baiklah Tian, maaf sudah menganggu kamu!" Clara pergi dengan derai air mata, dan Tian? rasanya dia sudah mati rasa dengan gadis yang pernah bertahta di hatinya itu.
*********
"Kau sudah bangun?" tanya Ray..ya malam ini Ray datang untuk menjaga suster May.
"Tuan Ray!" panggil May lirih dan kemudian airmata meleleh mengingat apa yang akan dia lakukan pada Ray saat itu.
"sudahlah istirahat saja! apa kamu memerlukan sesuatu?"
"minum" ucap May lirih.
Ray memberikan minuman pada Maysha dengan susah payah May minum namun dengan telaten Ray melayani nya.
"Tuan pulang saja! aku baik-baik saja!"
"Tidurlah lagi!"
Ray tak menjawab permintaan Maysha,sambil mengelus puncak kepala Maysha dia malah meminta May untuk segera istirahat lagi, jujur saja rasa bersalah pada May masih ada, walaupun sebenarnya May lah yang harus meminta maaf karena perbuatannya yang akan melukai tuan Ray majikannya. namun nyatanya May juga kehilangan bu dhe dan pak dhe nya, dan saat ini Ray memutus kan untuk tak memberitahukan pada May, setelah May memejamkan matanya, Ray meneruskan pekerjaannya yang dia bawa ke rumah sakit.
Di sisi lain...
"Huaaaaahaa hiks....hiks.....!" Valeria menangis di sebuah cafe, di depannya Raka sudah menutup telinganya sambil menunduk.
Wanita yang terlihat elegan itu nyata nya bisa sangat mempermalukan Raka, dari tadi beberapa orang yang lewat sudah berbisik-bisik tidak mengenakan di telinga Raka.
"Dasar cowok gak peka!! pacar menangis dia diam saja! di peluk kek!!"
"Iya!! ganteng sih! tapi gak peka! bego!"
"Mending sama gue aja non!! sama gue gak bakalan nangis deh!!"
Celetukan-celetukan gak jelas itu sukses membuat Raka semakin geram pada nona muda sepupu majikannya itu.
"Diamlah nona Valeria!! kau membuatku malu!!" ucap Raka dengan geram.
bersambung.....
Makasih support kalian buat novel aku ini, maaf jika cerita ada yang tidak sesuai dengan keinginan para sebagian readers, ini cerita udah tertata rapi di otak aku....kalo harus mengikuti para readers nanti ide-ide ku berantakan 😁😁 kalo berantakan akhirnya aku gak bisa nerusin ide ceritanya...
jadi mohon dukungannya aja ya....dengan tetap like komen maksih...
__ADS_1