
"Anak bau kencur!! Kawin yuk!!"
"Ehh........" Kila kaget dengan apa yang dikatakan Tian.
"Kila!! pulang!" sebuah suara memerintahkan Kila.
Tiba-tiba hawa dingin menyeruak masuk ke ruangan tersebut. Kila yang tahu suara siapa yang sedang memerintahkannya, dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Tian dari atas tubuhnya dan segera berdiri merapikan rambutnya,Tian yang tahu siapa yang mengganggu keasyikannya hanya bisa cengenges sambil menggaruk tengkuknya sendiri.
"i iya kak!!" jawab Kila sambil berlari keluar dari ruangan Tian.
"ada perlu apa Ray?" tanya Tian yang masih mendapatkan tatapan tajam dari mata Ray.
"Lo apain adik gue?"
"ya gue ajakin kawin lah!mau ngapain lagi??" jawab enteng Tian.
"awas aja kalo lo macam-macam sama adik gue!! gue sunat pentungan lo!!"
"eh buset Ray!!!Jangan sadis-sadis napan!''ucap Tian sambil memegang pentungannya yang ter bungkus rapi.
Ray datang meminta Tian untuk memberikan satu perawat yang paling bagus menurut Tian sebagai pendamping Maysha di rumah karena Ray tidak menginginkan Maysha terus-terusan berada di rumah sakit,penjelasan dari dokter Cahya, cukup membuat Ray khawatir. namun penjelasan dokter Cahya yang mengatakan bahwa kehamilan yang diderita oleh Maysha masih berada di tingkat 1 hiperemesis gravidarum, membuat Ray merasa lebih lega namun tetap saja untuk menjaga kondisi May,dia membutuhkan Seorang perawat yang handal selain dokter Cahya yang dipercaya untuk mengawasi May selama dia bekerja.
mengingat pengalaman yang dialami oleh Ray dan juga May tidak semudah itu untuk memasukkan seorang suster ke dalam rumah Ray,begitu banyak yang harus dilalui seorang suster hanya untuk merawat May di rumah, tentunya latar belakang adalah hal yang terpenting yang harus Ray tahu dan yang tahu bagaimana perilaku mereka dan ketangkasan mereka dalam menangani pasien nya adalah Tian maka Ray meminta Tian untuk mencarikan 1 perawat yang handal untuk May.
"ya entar gue cariin suster yang handal buat dia dan tentunya berpengalaman menangani pasien hamil seperti Maysha!"
__ADS_1
"OK Gue tunggu! loe kasih aja data-data suster tersebut biar anak buah gue yang menjadi latar belakangnya!! gue enggak mau kecolongan lagi Tian!"
"Okey Ray,satu jam lagi gue kirim biodatanya!"
########
"Canim!! jangan membuat aku marah oke?mana ada makanan yang kau minta seperti itu! ayolah mintalah yang lain sayang !"
Ben sudah sangat frustasi dengan permintaan ngidam sang istri, semakin hari acara ngidam Nayla semakin aneh menurut Beniqno hal itu kadang-kadang membuat Beniqno frustasi, dia sudah tidak bisa lagi bermuka galak di depan nayla karena baru saja dibentak atau meninggi sedikit suaranya Nayla sudah menangis meraung-raung. sasaran utama Beniqno tentu saja Anthony itu kerap kali menjadi sasaran empuk kemarahan Beniqno hanya gara-gara istri kecilnya Nayla. seperti saat ini Nayla menginginkan manisan kedondong yang harus dijual oleh ibu-ibu di pinggir jalan di depan SD entah kenapa Nayla menginginkannya.
dengan alasan ingin bernostalgia dengan masa kecilnya Nayla membuat Beniqno pusing tujuh keliling karena tak mendapatkan penjual seperti yang Nayla inginkan manisan kedondong.
"Ya udah aku tidur saja!" kata Nayla dengan menyeka airmata nya. Beniqno yang melihat istrinya menangis tiba-tiba mengacak-ngacak rambutnya sendiri dia pusing dengan permintaan dari Nayla namun Beniqno tidak bisa marah terhadap Nayla, entah mengapa rasa sayang dan rasa cintanya membuat dia lemah di depan Nayla. lelaki sadis yang selalu membuat musuh-musuhnya takut itu, merasa tak berdaya di depan Nayla istri kecilnya.
"baiklah sayang!canim, kita akan mencari sekali lagi oke? ini kan jam istirahat anak-anak sekolah barangkali sudah ada yang jualan di depan sekolah! kita cari okay!" kata Beniqno dengan lembut.
"Antoni! siapkan mobil!"
"Baik tuan!!"
akhirnya Beniqno dan juga Antoni keliling ke beberapa sekolah dasar yang ada di Jakarta,mereka mencari penjual manisan kedondong yang dipadukan dengan es batu seperti keinginan Nayla. Nayla yang berada di samping Beniqno begitu antusias memandang ke arah jendela, sepanjang jalan dia mengamati beberapa penjual keliling yang berada di depan sekolah dasar, hingga satu jam kemudian mereka menemukan seorang wanita penjual jajanan yang di mana terdapat sebuah toples yang berisi kedondong yang terlihat begitu sangat menggoda di mata Nayla.
"Sayang lihat itu ada penjual manisan kedondong, Aku mau Ben sayang!" rengek Nayla pada Beniqno.
"no canim!!itu tidak sehat untukmu kita bisa cari yang lain oke!" jawab Beniqno.
__ADS_1
dengan muka masam nya Nayla beralih kepada Anthony yang sedang fokus berada di belakang kemudi.
"Anthony Apa kau bersedia menggantikan posisi Beniqno? aku rasa Kau adalah orang yang sangat taat jadi cocok untuk menjadi suamiku yang harus taat kepada istrinya yang sedang ngidam!" ucap Naina ketus dan sontak saja hal itu membuat Beniqno marah.
"berani menjawabnya akan ku potong lidahmu Anthony!!" murka Beniqno.
"berhenti Anthony!!! aku mau turun!! jangan mempedulikan calon Daddy brengsek seperti dia!?"
perasaan sensitif ibu hamil ini terpancing ketika mendengar murka Beniqno,harusnya dia yang marah,karena jauh-jauh dan sudah lama mengitari Jakarta hanya untuk mendapatkan manisan kedondong dan setelah menemukannya dengan entengnya Beniqno mengatakan kalau itu tidak sehat untuk dirinya, dan Ben tak mau membelikan nya, mana peduli Nayla dengan kemurkaan suaminya saat ini,yang dia inginkan hanya memenuhi keinginan ngidam nya saja!
"sayang Jangan katakan itu!! anak kita sudah besar sayang,Dia bisa mendengarkan apa yang kamu katakan!" kata Beniqno lembut sambil mengelus perut buncit Nayla.
"makanya ini juga anak kamu yang pengen makan kedondong!! bukannya dituruti dari tadi di PHP mulu'!!" ucap Nayla.
"sayang kita tukar tambah Daddy mu aja ya! biar dapat om Antoni!! Om Anton itu penurut dan selalu menuruti apa yang Mommy mau!!" lanjut Nayla sambil mengelus perutnya,seakan berbicara dengan anaknya.
"Aku mohon nyonya jangan membangunkan naga yang sedang tidur!! aku bisa hangus terkena semprotan nya!"
batin Antoni yang mulai tidak fokus mendengar perdebatan Mereka yang membawa namanya.
Dengan muka merah karena menahan amarahnya, Beniqno memerintahkan Antoni menghentikan mobilnya.
"Antonio!!!! beli semua dagangan perempuan itu!! kalau perlu kau beli penjualnya sekalian!!bawa kerumah bila sewaktu-waktu istriku ingin makan manisan kedondong lagi!! cepat laksanakan,bukankah kau adalah seorang penurut Antonio!!" ucap Beniqno dengan menahan amarahnya dan menekankan beberapa kata yang keluar dari mulutnya.Nayla seperti bunglon yang berubah tiba-tiba karena tiba-tiba wajah Nayla bersinar begitu cerah setelah sebelumnya marah-marah,dan mencium pipi serta seluruh wajah dari Beniqno, bahkan dia tak mempedulikan kalau Antoni belum keluar dari mobil.
"makin sayang... sayang...sayang sekali!! emmuach sayang deh emmuch.. emmuach....!" kata Nayla sambil menciumi wajah.
__ADS_1
"Kembali ke aturan lama Canim!!!! servis aku sampai puas setelah ini!!"
Gleeek!!!