
Terbukti sudah apa yang di katakan oleh paman Jay, Boy bertugas memasak dan membersihkan piring dan gelas seusai mereka makan, dan itu terjadi sampai 6bulan lamanya karena memang hukuman dari sang papa dan Daddy mereka sekitar 6 bulan lamanya.Lee yang selalu terlihat ketus dan sinis pada Revita juga diam-diam mempelajari seni bela diri yang di kuasai oleh Revita melalui salah satu pelatih di padepokan tempat ayah Revita.Lee benar-benar tak terima bila harus kalah dari gadis yang berada di bangku SMP tersebut, apalagi dia sering memanggil Lee dan Boy sebagai bocah cilik ( anak kecil ).Semula mereka tak tau apa arti kata tersebut, namun lama kelamaan mereka akhirnya tau, dan membuat mereka berdua tak terima.
6 bulan masa hukuman mereka telah berakhir, rumah paman Jay yang ditempati adiknya kembali ditinggalkan oleh paman Jay,Lee dan juga Boy. selama tinggal di sana, adik paman Jay lebih memilih tinggal dengan mertuanya yang rumahnya tak jauh dari rumah paman Jay.Jerry adik paman Jay tau siapa mereka berdua dan walaupun mereka sedang dalam masa hukuman, Jerry tak mau mengganggu Masnya tersebut.
"Berangkat sekarang mas?" tanya Jerry yang sudah berada di samping Masnya.
"Bentar lagi, tuan Raka adiknya tuan Ray sudah mengirim mobil beserta anak buahnya, mungkin nanti sore baru datang! kami sepakat pulang nanti malam saja!" kata paman Jay.
"Kapan kamu pulang lagi Jay?" tanya Rony ayah Revita yang ikut bergabung.
"Belum tau! kamu kan tau kalau majikan ku itu sangat sibuk dan tidak bisa aku tinggal! ini aja sudah bersyukur bisa pulang selama 6 bulan gara-gara ulah duo tengil itu!!" ucap Jay.
"Bos mu sangat baik ya Jay!" kata Rony
"Hemmmm! memang!"
"Gak ada lowongan lagi Jay?" tanya Rony lagi.
"Jangan! kalau sudah masuk ke sana, susah libur nya hahahahhahaha!" kata Jay di akhir i tawanya.
"Belum ingin nikah mas?"tanya Jerry.
"Tau ah!! masih sibuk!" jawab Jay
"Ngejar sibuk, gak ada habisnya mas!" kata Rony lagi.
__ADS_1
"Ya ntar di pikirin deh!"
Mereka berbincang kesana-kemari tanpa ada topik yang jelas, lebih tepatnya tiga lelaki yang hampir sama usianya itu melepaskan rindu mereka masing-masing, apalagi memang sangat sulit bagi Jay untuk libur dan pulang ke kampung halamannya.
Disisi lain, Lee dan Boy yang ijin ke lapangan menemui teman-teman mereka selama tinggal di desa untuk berpamitan, ya selama 6 bulan di desa,Lee dan Boy banyak bertemu dengan anak-anak sebayanya.
"Kalian benaran pulang ke kota?" tanya seorang temannya yang bernama Fajar.
"Iya Jar! kita pulang! lagian ini sudah kenaikan kelas!"
saut Lee.
"Bukannya kalian emang gak sekolah ya?" tanya satu temannya lagi Amin.
"kami home schooling min!" jawab Boy, cowok pendiam itu terlihat lebih banyak bicara selama tinggal di desa.
"Sekolah di rumah min maksud nya!" saut Fajar.
"Enak ya orang kaya bisa sekolah di rumah aja! aku Yo mau lho!" kata Amin.
"Kaya aja dulu!!! hahahahahhahaa!" kata Fajar sambil menoyol kening Amin, dan di akhiri dengan gelak tawa teman-temannya.
"Kalau udah gede nanti, aku bakalan nyusul kalian!!" kata Fajar.
"Benaran ya Jar! nanti kalau kita bisa libur,kita bakal minta pada Paman Jay buat liburan ke sini!" kata Boy.
__ADS_1
Mereka akhirnya TOS bersama, Lee dan Boy pulang ke rumah Paman Jay, karena memang hari sudah mulai sore, mereka yakin suruhan om Raka nya sudah datang. Setelah sampai di rumah Paman Jay, ternyata saat itu juga mereka berangkat kembali ke Jakarta, Lee dan Boy Langsung membersihkan dirinya masing-masing, setelah selesai mereka berpamitan pada Jerry dan Rony serta beberapa orang yang rumahnya berada di dekat rumah Jay.
"Ingat Lee!! banyak latihan!!" kata Rony yang tau tentang Lee yang belajar bela diri.
"Siap Paman!!"
"Lain kali liburan lagi di sini Lee, Boy!!"
"Pasti paman!'' kata Boy.
Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil, bersiap untuk segera berangkat ke Jakarta, ketika masuk ke dalam mobil, Lee melihat Revita baru saja datang dengan sepeda onthel nya.
"Eh Gadis dekil!!!! tunggu aku!!! aku akan mengalahkan mu di pertemuan kita berikutnya!!" teriak Lee yang mengeluarkan
kepalanya dan berteriak memperingatkan Revita, Boy hanya ikutan mengeluarkan kepalanya tanpa berbicara.
"Iya Bocah cilik!! aku tunggu tantangan mu!!!" teriak Revita, Revita memandang mobil Lee dan Boy yang semakin menjauh.Meninggalkan kenangan selama 6 bulan terakhir ini.
"Semoga kita bertemu kembali!!" gumam Revita pelan.
"Rev!! kita pulang!!" kata sang ayah membuyarkan lamunan nya.
"Iya ayah!!"
Akhirnya hiburan Revita satu-satunya sudah pergi,mereka berdua memang membuat kesal Revita,namun Revita senang berteman dengan Lee dan Boy yang kadang kurang bersahabat.
__ADS_1
bersambung