
Pagi menjelang siang yang cerah mengawali hari Nayla saat ini, setelah semalam Ben menggempur calon istrinya itu lebih dari yang sewajarnya, bagaimana tidak, 4X Ben menggagahi Nayla di kamar mewahnya bahkan itu belum termasuk 2X saat berada di dalam mobil.Badan Nayla rasanya remuk, bahkan dia sudah malas untuk bangun pagi ini, rasa kantuknya dan capeknya membuat dia lebih memilih untuk tidur saja di dekapan tangan Ben.
Ben yang sudah terbangun, memiringkan tubuhnya melihat ke arah Nayla yang terlentang disampingnya, dia sungguh tak menyangka,gadis yang dia jaga mati-matian agar tak membobol gawang nya sebelum mereka menikah, akhirnya tak tertahan lagi setelah dengan nakalnya Nayla menggoda Ben karena pengaruh obat perangsang yang disuntikkan oleh si dokter gila tersebut. Bagaimana bisa Ben menahan hasratnya kalo yang menggoda nya adalah gadis kecil yang sangat di cintainya.
Ben membelai wajah Nayla, menyingkirkan anak rambut di kening Nayla, perlahan Nayla membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan lelaki tersebut.
"Sudah bangun?" tanya Ben, yang mana hal itu membuat Nayla malu karena memang pergulatan mereka yang terakhir di sadari betul oleh Nayla yang sudah mulai sadar dari pengaruh obat itu, namun perlakuan Ben padanya membuat Nayla susah menolak mantan Casanova tersebut.
Tanpa menjawab pertanyaan Ben, Nayla malah menubruk dada Ben dan menenggelamkan wajahnya disana, dia mulai terisak kecil mengingat bagaimana dokter Ica memperlakukan nya. Ben sadar dengan apa yang terjadi pada kekasihnya itu.
"Aku sudah menghapus semua jejak wanita gila itu!" bisik Ben. Semalam memang Ben mengabsen setiap jengkal tubuh Nayla hingga benar-benar tak tersisa dia mengabsen tubuh kekasihnya itu.
Cup....... ciuman di keningnya membuat Nayla mendongak ke atas dan melihat senyum lelaki yang biasanya bersikap arogan padanya itu.
"Antoni sudah menjelaskan pada orangtuamu kenapa kamu gak pulang malam ini! jadi istirahat lah,aku akan meminta pelayan membawa makanan ke sini!" kata Ben yang tiba-tiba bangun dan membopong Nayla ke kamar mandi dengan keadaan mereka yang sama-sama polos.
"Ben! maluuu!!" rengek Nayla.
"Semalam waktu kami naik di atas tubuhku ,gak malu kok Canim!" ( baca: janem..)
"Canim?" ucap Nayla dengan nada bertanya.
"Sayangku!" jawab Ben seakan tau Nayla bertanya arti kata yang di ucapkan nya.
Setelah memandikan Nayla, Ben mengambil baju ganti yang ada di ruang ganti baju miliknya, di sana Ben memang sudah menyiapkan baju-baju milik Nayla,mulai dari dalaman sampai baju pesta,lengkap.
__ADS_1
Disisi lain, sang papa yang semalam mendapatkan kabar dari Antoni yang datang memberi kabar soale penculikan Nayla, dan akhirnya Nayla selamat dari si penculik, kini dia mondar-mandir tak karuan memikirkan anak semata wayangnya belum juga pulang ke rumah.
"Papa!! bisa duduk gak sih!! pusing mama liat papa mondar-mandir kayak setrika an!!"
ucap mama santai, ya dia bukan lagi emak-emak rempong yang tiap pagi pontang-panting nyari tukang sayur sambil bergosip di depan rumah bareng ibu-ibu komplek nya, dia sekarang menjelma menjadi nyonya besar dengan pembantu yang diberikan padanya oleh calon mantu sultan nya.
"Mama ini!! papa sengaja cuti hari ini karena nungguin Nay ma!! kok bisa sih mama sesantai itu!!" ucap si papa ketus, seakan lupa bagaimana istrinya itu bila di ketusi sang papa, papa lupa kalo mama Sita bisa menjelma menjadi ibu tiri Cinderella yang bisa main usir-usir si papa dari kamar mereka seenak jidatnya sendiri. Melihat gelagat yang tak baik dari tatapan tajam istri nya, lelaki yang notabenenya ikut keanggotaan 'suami-suami takut istri' ini langsung diam seketika, berjalan menuju sofa yang di duduki sang istri dan memeluk bahu istrinya dengan lembut.
"Di kondisikan sayang, matanya! jangan melotot nanti sakit lho! kalo sakit mana bisa nonton drama..'Anakku bukan anak tetangga baruku'!" rayu papa sambil mengingat sinetron kesayangan sang istri.
"Mama juga khawatir!! tapi Antoni kan sudah bilang! kalo Nay lagi di rumah Ben dan dia sudah baik-baik saja!!" saut si mama.
"Iya..iya sayang!...ya udah papa laper! makan siang dulu yuk! ayoo sayang!" ajak si papa dengan sedikit merayu melihat istrinya enggan berdiri dari sofa.
**********
perintah Kila di kamar rawat Tian. Tian hanya bisa mendesah pelan melihat tingkah Kila beberapa hari ini merawat dirinya, mamanya Tian sudah kembali ke luar negri menemani sang papa, sedangkan mamanya sudah menyerahkan semua urusan Tian pada Kila yang tentunya mengaku-ngaku sebagai kekasihnya Tian, mama Tian sangat senang karena anaknya kini punya tambatan hati lagi, Setelah Clara wanita jaaalang menurut mama Tian itu pergi meninggalkan anaknya.
Sedangkan Ray dan May yang ikut menjenguk Tian hanya duduk diam di sofa, tepatnya May yang diam, karena Ray sedang tiduran di pangkuan May sambil menenggelamkan wajahnya di perut sang kekasih dan memeluk May.
Ray baru saja pulang dari luar kota karena urusan pekerjaan yang tak bisa di wakilkan,karena harus dia yang menghandle,si Ceo Adrian, lebih memilih anak-anak dan istrinya di weekend daripada pekerjaan nya, meeting dadakan di weekend ini karena si klien akan pergi lebih lama ke luar negri menemani istrinya berobat.
"Udah Kila aku bisa makan sendiri!!" kata Tian,
"Jangan kak! Kila sudah janji sama camer kalo Kila bakalan merawat kakak dengan baik!"
__ADS_1
"Camer-camer!!! dasar! anak bau kencur aja ngomongin camer!!" saut Tian kesel
Bukannya marah, Kila malah tertawa cekikikan, dia merasa geli sendiri membayangkan jadi istri dari kakak Cris, idolanya itu.Tian dan Kila berbeda 10 tahun, Kila yang saat ini masih berusia 17 tahun menginjak ke 18, sedang kan Tian sudah berusia 28 tahun bulan depan, Setelah acara suap-menyuap paksa, akhirnya Tian terbebas dari si anak bau kencur itu, karena Kila ijin harus ke kampus hari ini.
"Jadi lusa kalian menikah?" tanya Tian pada Maysha, karena dia tau kalo Ray sedang tertidur.
"Gak!" May geleng-geleng kepala sambil mengelus rambut Ray.
"Lusa diganti sama Nayla, kami nunggu dokter keluar dari rumah sakit! minggu depannya lagi, jadi kita cuma tuker tanggal pernikahan aja!"
"Ckck..... panggil Tian aja! gak usah pake dokter!!"
"Iya Tian!"
"Dia tertidur?" tanya Tian melihat gunung es bucin itu.
"Hehehehehe iya....dia lelah katanya!"
"Bangun woy!!! pindah tidur apa nungguin orang sakit sih!??"
kata Tian sewot.
"Pindah tidur!" saut Ray yang makin memeluk erat kekasihnya itu.
"Sialan!!! kalo pamer pulang aja loe!!"
__ADS_1
Maysha hanya mendengar perdebatan orang sakit dan orang setengah tertidur itu karena nyatanya masih bisa menimpali omong dari si sakit.
bersambung