
"Di tolak?? anak ganteng mama ini di tolak?" k
ata Desi dengan heran.
"ya....Fabri ditolaknya karena dia merasa tak pantas untuk Fabri ma! apa Mama tidak keberatan kalau Fabri menikahi seorang pembantu?" tanya Fabri pada sang Mama,namun QQ matanya tak lepas memandang Ela, dia ingin tahu bagaimana reaksinya Ela.Desi mengerutkan keningnya seketika, dia tak tau apa yang ada di otak anak lelakinya itu.
"Gimana ma?" tanya Fabri
"Gimana apanya?" tanya balik Desi
"Gimana kalau Fabri menikahi seorang pembantu?" tanya Fabri yang ikut was-was dengan jawaban sang Mama.
Sang Mama nampak berpikir, jawaban apa yang akan di berikan pada Fabri, Fabri nampak berharap jawaban yang menyenangkan dari Desi.
"Memang nya kamu pacaran sama pembantu?" tanya Desi
"Yang Fabri kejar-kejar itu jadi pembantu di sebuah rumah besar, dia anaknya baik ma, cuma nolak mulu' di deketin"
kata Fabri santai sambil menikmati makanan dan sesekali melirik ke arah Ela yang tak bergeming, Ela dengan santai mengupas buah yang ada di hadapannya. Saat Desi akan menjawab, datang si bik Nur memberi tahu bahwa ada tamu yang mencari Desi.
"Emang siapa bik,pagi banget bertamu?" tanya Desi
''tidak tau nyonya,katanya namanya Rina anaknya dari Nyonya Sari' jawab si bik Nur.
"Suruh masuk saja bik!" kata si Desi
"Dia yang tadi Mama cerita in" bisik Desi pada sang anak, dia takut gadis yang sedang berjala. ke arahnya bersama bik Nur mendengar nya.
"Mama jangan aneh-aneh ya! Fabri gak suka?" kata Fabri dengan tegas, mode diam dan dingin sudah menyala otomatis.
"Iya...iya... Mama paham! Mama punya kandidat sendiri!" kata sang Mama membuat Fabri mendelik sempurna. sedang Desi tak peduli dengan protes dari tatapan mata Fabri.
__ADS_1
"Pagi Tante" sapa Rina ketika melihat Desi mendekat.
"Pagi....ini anaknya jeng Sari ya?" tanya Desi memastikan.
"Iya Tante, ini ada titipan dari Mama, maaf Tante terlalu pagi, ini sekalian aku berangkat kuliah" kata Rina sambil melirik ke arah Fabri yang tak bergeming, padahal Rina yakin Fabri tau bahwa ada Rina di sana.
"Ohh kebetulan Fabri juga mau kuliah, bareng aja kan Bri?" tanya Mama nya.
"Gak bisa ma, maaf ya .....siapa?" tanya Fabri
"Rina kak!" kata Rina dengan senyum manisnya
"Oh ya Rina,maaf ya,aku harus ke kantor Papa ku dulu ma, baru ke kampus, lagian ma, belum tentu kita searah" kata Fabri menolak halus perintah sang Mama.
"Kita satu kampus kak" kata Rina antusias
"Oya?"
Entah mengapa hari ini dia sangat senang, Mama nya membangunkan nya terlalu pagi dan pergi ke rumah Desi, teman mamanya. Dan siapa yang menyangka bahwa Rina akan bertemu dengan Fabri, Mamanya sudah mengatakan bahwa anak dari Tante Desi yang akan dia datangi sangat tampan walaupun kadang terlihat begitu dingin tatapan matanya,dan Rina yang penasaran dengan fabry lebih dekat, akhirnya mau menuruti kemauan mamanya untuk mengirimkan beberapa kue dan makanan untuk mamanya Fabri, Rina sering melihat Fabri dan Empat Sekawan yang menjadi idola anak kampusnya, namun tidak ada satupun wanita yang bisa mendekati mereka berempat dan Rina berharap kedekatan mamanya dengan mamanya Fabri menjadi jembatan dia untuk lebih dekat lagi dengan Fabri, terus terang Rina begitu menyukai Fabri dan Tina bertekad untuk mendekati Fabri.
"Oohh....Ya udah pamit dulu ya ma.." kata Fabri namun dia kembali masuk ke dalam.
"Lhooo pamit ke sana lagi sih?" tanya Desi heran.
"Butuh vitamin ma, mau makan buah bentar!" teriak Fabri
Dan akhirnya dengan berat hati Rina berpamitan kepada Desi, Desi akhirnya mengantar Rina sampai ke depan rumah,dia juga merasa tak enak sebenarnya dengan Rina yang dicuekin oleh Fabri, tapi sekarang Desi tidak mau mencampuri urusan percintaan Fabri, cukup Sania yang dulu sangat dia sayangi yang selalu dijodohkan dengan Febri dan malah menyakiti hati anaknya, sekarang Desi memberikan kebebasan kepada Fabriuntuk mencintai siapa saja dan membawa perempuan itu ke dalam rumah mereka dengan catatan perempuan itu adalah perempuan baik-baik.
Fabri yang tadi masuk ke dalam lagi sekarang berdiri di samping Ela, Ela hanya diam saja karena tak mau menghiraukan adanya Fabri di sampingnya,Ella sedang membenahi kulit buah yang dimasukkan kedalam keranjang yang dibawa untuk dibuang ke tempat sampah karena beberapa buah yang diminta oleh Desi sudah dikupasnya habis, hari ini menu yang ingin Desi buat untuk camilan nanti siang adalah salad buah dan di pagi hari Desi sudah biasa mengkonsumsi buah juga sehingga sebagian juga dipakai untuk camilan Desi setelah sarapan.
"aku butuh vitamin" kata Fabri
__ADS_1
"Ela gak tau ada vitamin apa gak? biar Ela cari in dulu tuan muda?" kata Ela yang mau beranjak dari kursi nya.
cup.....
Fabri mencium bibir Ela ketika Ela lengah, karena shock, Ela hanya bisa diam saja, merasa tak di tolak Fabri melumaaat bibir Ela perlahan.
"Ini vitamin C ku" bisik Fabri setelah melepaskan ciumaaannya,bersamaan dengan itu Desi datang dan melihat Fabri menjauh dari Ela sambil memakan buahnya.
"Ma.... Fabri pergi dulu" kata Fabri dengan nada bernyanyi
"Riang banget!!! kayak baru kena suntikan dana aja" kata si Mama
"Abis dapat Vitamin" ucap Fabri sambil menggoyangkan sepotong buah melon ditangan nya. dan dia pun menghilang keluar rumah.
"Ada-ada saja ulah tuh anak!" kata Desi sambil mendekati Ela,
Ella bahkan masih mematung dengan membawa keranjang sampah kulit buah di tangannya hingga panggilan Desi membuat Ela tersadar dari lamunannya.
"Lala??" begitulah panggilan Desi terhadap Ela,Desi jarang sekali memanggil dengan sebutan Ela,Dia lebih suka memanggil gadis itu Lala.
"Ya...ya...nyonya!!" kata Ela cepat setelah tersadar dari lamunannya.
"Memang nya bibir Fabri rasanya apa? sampai kamu bengong gitu!" kata Desi
"Melon Nyonya?!" Jawa Ela cepat, namun beberapa saat kemudian,. Ela menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, tangan itu sudah bergetar mendapatkan pertanyaan itu dari Desi.
"Anu.. Nyonya... begini...
anu.....!!"" ucap Ela gugup dan pada akhirnya dia hanya bisa diam sambil menunduk saja.
" Maaf nyonya!" ucapan terakhir Ela dengan sangat lirih, dia tak berhenti meremas ujung kaos yang dia kenakan. Ella berpikir,hancur sudah apa yang dia sembunyikan selama ini, dia bener-bener tak mau menanggapi Fabri dan ingin tinggal lebih lama di rumah tersebut,Namun karena perbuatan Fabri di pagi ini,semuanya sia-sia saja!! Ella menunduk dengan air mata yang menetes tiba-tiba.
__ADS_1
bersambung