Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Mulai waspada!


__ADS_3

"Pulang yuk? jangan nangis disini!!"


kata seseorang tanpa menoleh ke arah Camilla, orang yang sejak tadi melihat Camilla dengan tampilan acak-acakan berjalan di sepanjang trotoar.


"Tuan Raka?"


"Raka! panggil Raka aja! aku bukan tuanmu!"


"Terima kasih Raka!" ucap Camilla lirih.


"Ayo pulang!" ajak Raka.


Sebenarnya Camilla ragu, karena bajunya yang kotor takut membuat mobil Raka yang di kira mobil tuan besarnya ikutan kotor.Melihat gelagat Camilla, Raka tau


"Gak usah mikir, ini mobil punya gue sendiri, gak gue pecat kok kalo sampe kotor karena loe!"


"Makasih Raka!"


Akhirnya Raka memutuskan untuk mengantarkan Camilla ke rumah Bams karena sangat tidak mungkin kalo Camilla pulang dengan pakaian seperti itu, sebelumnya dia membelikan baju ganti untuk Camilla.


Camilla merasa sangat bersyukur masih ada orang yang peduli padanya, walaupun Raka tak banyak bicara dan Bahkan tak dekat dengannya, dia senang Raka mau membantunya.


Di kediaman kelautan Adrian


"Ria kamu gak ke butik?"


"Gak kak! aku lagi sama Caca!"


"lhoo Camilla kemana?"


"dia ijin keluar kak, tadi nyariin kakak cuma kakak lagi tidur jadi aku kasih ijin aja!"


"Kita nonton yuk ria! pasti seru deh! aku pengen makan di cafe Noon yang di mall pusat kota!"


"aduuhh kak ini udah lewat siang lhoo ntar kak Adrian marah lagi! kalo dia pulang gak ada kakak!"


"Bilang aja kamu pengen liat Ray!!!"


"Iihh apaan sih kak!!"


"ayooo dong Ria..... kita jalan-jalan aja deh gak udah nonton!"


"iyaa aku siap-siap dulu!".


Clarissa menelpon Raka untuk menjemput nya di rumah, dan setelah beberapa saat Raka kembali bersama Camilla.


"Lhooo Camilla kok bisa bareng Raka?"


"Ketemu di jalan nyonya" terang Camilla.


"Ya udah sekalian aja kamu ikut, Caca juga ikut soalnya!"


"Baik nyonya!"


Dari dalam muncul Valeria yang sudah cantik dan wangi tentunya.


"Ayo kak berangkat! bawa mobil aku aja!" ucap Valeria yang tak tau kalo dia pergi bersama Raka sebagai sopir mereka.


"Tidak Ria kita akan di sopiri oleh Raka!"


"Hah??!" Valeria kaget, dia beberapa hari ini menghindari Raka dan saat ini sang kakak tanpa memberitahu nya kalo hari ini kepergian mereka jalan-jalan di sopiri oleh Raka.

__ADS_1


"Selamat siang nona Valeria!" sapa Raka.


Valeria menatap sinis ke arah Raka, dan jangan ditanya bagaimana wajah si sopir imut tersebut.


'Iihh kenapa musti bertemu dia sih!!' batin Valeria.


Akhirnya perjalanan mereka di mall di warnai dengan cemberut nya wajah Valeria, Raka yang menyadari nya hanya cuek saja, dia tak menganggap itu sebuah masalah baginya.


******


"Bagaimana Ray? apa Artanawa membuat ulah lagi?"


"Seperti dugaan kita Tuan! tuan Beniqno di pengaruhi oleh wanita itu!"


"Ciihh dasar bodoh!! masih saja dia memelihara wanita ular itu!"


"Bagaimana sekarang?"


"Dia menyelidiki sendiri Tuan! dan menurut informan kita dia sudah tau! kalo dia hanya di jadikan alat untuk menyerang kita!"


"Sial!! apa tidak puas apa yang sudah aku berikan pada wanita ular itu!!"


"Keserakahan seseorang tak akan pernah ada habisnya tuan!"


"Bagaimana istriku!! apa dia mulai mengincarnya?"


"Ada Raka tuan!! jangan khawatir, dan saya sudah menambah satu orang lagi!"


"Siapa?"


tok...tok...tok....


"Maaf Tuan ada yang ingin bertemu! katanya sudah biat janji!" kata Frida sekertaris yang membantu Adrian dan Ray.


"Suruh masuk!" ujar Ray.


"Selamat siang Tuan Adrian, tuan Naraya!"


sapa seseorang tersebut.


Tuan Adrian mengerutkan keningnya dan memandang ke arah Ray seakan meminta penjelasan.


"Tuan ini adalah Bams, dia bodyguard yang saya tempatkan di dekat nyonya! kita tidak bisa mengandalkan Raka saja, Raka terbaik jika berada di jalanan! tapi Bams bisa kita andalkan di manapun dia. berada!"


"Oohhh.....apa kau siap mengabdi?" sorot mata tajam Adrian bagai menusuk jantung Bams.


'shit!!! gak tuannya! gak asisten nya kenapa seram banget sih!!!! aku kan ketua preman!! kenapa harus ciut nyali sih di hadapan mereka!!!' batin Bams melihat sorot mata tajam Adrian.


"Dan jangan coba mengumpat dalam hatimu!!" lanjut Adrian.


"Tentu Tuan!! saya siap mengabdi!" jawab Bams cepat dan tegas, dia ingin menunjukkan pada tuan barunya kalo dia pantas mengawal si nyonya besar.


"Bagus!! mulai besok kamu boleh mulai kerja!"


"Ray urus dia besok!"


"Baik Tuan! saya permisi!" pamit Ray undur diri.


"Permisi tuan!" di ikuti oleh Bams.


Sesampainya di luar ruangan, Ray mengatakan kalo besok pagi sekali Bams sudah harus ada di rumah utama, dan Bams meminta anak buah kepercayaan nya untuk di ajak serta bekerja bersama dengannya, dan Ray menyetujui itu, ada sekitar 4 orang yang akan di bawa oleh Bams. dan semuanya akan tinggal di rumah besar sebagai pengawal baru nyonya besar.

__ADS_1


Ray mengirimkan sejumlah uang ke rekening Bams dan meminta Bams membeli pakaian yang layak digunakan saat mengawal si nyonya besar.


*******


"Jadi dia sangat cekatan!!" tanya seseorang kepada mata-matanya.


"Benar nyonya! asisten itu sudah lebih dari 3 tahun bekerja dengan tuan Adrian!!"


"Hahahahahhaa aku punya banyak cara untuk menghancurkan Adrian!! walaupun dengan seorang Ray di dekatnya!!" ucap wanita tersebut sambil memegang sebuah majalah bisnis dengan foto Ray di sana.


"Kita lihat saja anak ganteng!! sampai mana usahamu menyelamatkan hidup keluarga Mahendra!"


ucap wanita itu sambil melempar majalah yang ada ditangannya.


Sedangkan di sebuah mall..


Clarissa dan Valeria sudah berkeliling bersama Camilla yang sedang mengasuh Caca, dan jangan lupakan Si imut Raka dengan kacamata hitam yang bertengger di tempatnya.


Mereka mengitari Mall dan mencari sesuatu yang di inginkan oleh Clarissa, Setelah menjelang makan malam, Clarissa yang sedari siang ngidam ingin makan di cafe Noon segera bergegas ke sana.


"Ria tolong ambil barangku di lantai 3 ya....aku akan menunggu di cafe aja...aku udah capek!"


"iya kak!" saat Valeria hendak pergi, Clarissa menyuruh Raka untuk menemani Valeria.


"Raka ikuti dia!"


"Tapi nyonya?"


"Aku masih ada Camilla yang menemani, sana pergi!"


Akhirnya Raka mengikuti Valeria naik ke atas di lantai 3, Valeria yang baru menyadari kalo Raka mengikuti nya merasa tak nyaman.


"Sebaiknya kau kembali saja! aku bukan nyonyamu yang harus kau awasi!"


"Aku tidak menerima perintah lain selain dari nyonyaku nona!"


"Dasar keras kepala!!"


ucap Ria masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka.


dan sialnya di dalam lift hanya ada mereka berdua.


Valeria menggeser tempat berdirinya, Raka merasa aneh dengan perlakuan Valeria, bahkan sudah beberapa hari Valeria sengaja menghindari nya, jelas saja dia tau soal itu.


Jiwa jail Raka muncul tiba-tiba melihat perlakuan dari Valeria.


"Apa kau takut padaku?" ucap Raka sambil maju dan memojokkan Valeria di dinding lift.


"A-apa maksud kamu anak kecil!!" ya Valeria tau kalo Raka 4 tahun lebih muda darinya.


"Kenapa? apa kau masih terpesona padaku!" ucap Raka sambil mendekatkan wajahnya ke Valeria.


Jantung Valeria sudah berlarian dengan sangat kencang, sampai-sampai Raka bisa mendengar nya.


"Kondisikan jantung mu nona!" bisik Raka disamping telinga Valeria. kemudian dia berlalu dari dalam lift karena pintu sudah terbuka, melihat Valeria yang masih mematung disana Raka sedikit berteriak.


"Apa kau tidak ingin keluar dari sana nona?"


'Sial!....sial!....sial!!..... Dasar anak kecil sialan!!!!' teriak Valeria dalam hatinya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2