Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 ( Empat Sekawan)


__ADS_3

"Ampuuun papaaaaaaa!!!!" teriak Boy


Kay merasa ngeri sendiri melihat Papa nya ngamuk pada Boy, ketahuan sudah perbuatan Boy yang melakukan malam pertama bahkan sebelum mereka menikah. ketiga temen nya hanya bisa diam memandang drama mertua dan menantu yang susah sekali akur tersebut.Johan terlihat sangat sadis jika berhubungan dengan Boy, mungkin saja Johan merasa tersaingi sebagai seorang Papa, sebagai cinta pertama anak gadisnya, karena di usia yang ke 18 tahun, Kay sudah menjadi seorang istri dan menemukan cintanya.


Johan tau bahwa Boy sangat mencintai Kay, namun entah mengapa jika menyangkut Kay yang kenapa-kenapa, Johan langsung naik pitam.


"Besok kamu baru boleh pulang Kay, dan kamu Boy, kemasi barang-barang kalian, selama hamil Kay dan kamu tinggal di rumah Papa, papa akan bicara dengan Daddy mu nanti!" kata Johan terlihat seperti sedang memerintahkan keduanya.


Boy hanya bisa pasrah saja, toh tinggal di mana saja asalkan ada Kay bagi Boy tak masalah.Johan meninggalkan tempat tersebut dengan kesal dan menggerutu tak jelas, dia di ikuti oleh asisten nya dan kembali ke kantornya.


Sedangkan Boy menelpon mommy nya memberi kabar bahwa Kay sedang hamil,Nayla berjingkrak di dalam mansionnya ketika mendengar berita baik dari Boy, namun Boy mengatakan kalau papa Johan mengetahui akan tingkah Boy yang sudah menghamili Kay sebelum pernikahan mereka dilangsungkan,oleh karena itu papa Johan meminta Boy untuk tinggal di rumah Papa Johan selama Kay hamil,Mommy Nayla sedikit kecewa dengan keputusan dari Johan namun Nayla tidak bisa mengatakan apa-apa karena Boy anaknya memang bersalah.


"Ya udah gue pulang dulu, ini Vita udah nelpon!" pamit Lee yang sudah di tunggu Tora di lapangan parkir rumah sakit.


"Ya hati-hati Lee, makasih ya" saut Boy


"Makasih ya kak" saut Kay.


"Loe gak ikut gue Bri?" tanya Lee


"Gue sama Leo aja, gue balik ke rumah papa dulu" jawab Fabri


"Okey....gue cabut dulu ya" pamit Lee


Akhirnya setelah mereka semuanya pergi, tinggal Boy dan Kay yang berada di ruangan tersebut, Boy langsung naik ke ranjang dan tidur memeluk sang istri.


"Makasih Kay, gak papa kan sayang,kita jadi mami dan papi muda?" tanya Boy


"Gak papa! Kay seneng kok!" balas Kay.


"Cuti dulu ya kuliah kamu" pinta Boy


"Gak kak, aku nanti gak ada kegiatan! aku gak mau" rengek Kay.


"Iya deh sayang...udah yuk tidur, mumpung si heboh belum datang!" ucap Boy

__ADS_1


"si heboh?" tanya Kay balik


"Ya.. mertua lelaki mu belum tau kalau kamu hamil! kalau sampai Daddy tau! dia akan heboh banget dan mengangguk kita!" kata Boy sambil memejamkan mata dan memeluk Kay.


Di dalam mobil Leo, Fabri hanya diam memandang ke arah jendela mobil Leo karena Leo sedang asyik menelpon Ayana sang kekasih, Ayana sedang bersama dengan mama Valeria, orang tua Leo. Ayana bercerita bahwa seorang temannya sedang naksir Fabri, dan Ayana meminta ijin Leo untuk meminta nomor telepon Fabri, tentu saja Leo tak mau memberikan nya tanpa ijin Fabri, karena bagi mereka Nomor ponsel mereka,tak bisa di berikan pada orang sembarangan.


"Bri....ada cewek naksir loe nih!" kata Leo setelah mengakhiri sesi telponnya dengan Ayana.


"Maksud loe?" tanya Fabri tak mengerti


"Salah satu temen Ayana naksir sama loe, dan minta nomor ponsel loe! kira-kira loe mau gak?" tawar Leo


"Loe coba mau jadi Mak jomblang?" tanya Fabri kesal.


"Hahahahahaha barangkali aja loe mau move on dari si cewek itu, lagian dia juga ninggalin elo! ngapain loe pikirkan dia dalam-dalam" saut Leo


"Berisik loe!"


Karena kesal dengan Leo sesampainya di depan rumah, Fabri keluar mobil tanpa berpamitan dengan Leo, Leo hanya mampu berteriak menggodanya


Fabri menoleh dan mengacungkan jari tengah nya, bukannya marah Leo malah semakin terbahak, dia tau betul Fabri sedang sangat kesal.


Fabri melangkah begitu saja masuk ke dalam rumah, nampak terdengar jelas suara sang mama berbincang dengan seseorang, namun suara sang Mama lebih mendominasi.


"Bagaimana? apa sudah beres semuanya di sana?" tanya Desi


"Udah beres semua nyonya"


"Bibik juga sampai kangen lho" saut si bik Nur


" Trus apa rencana nya di terusin juga di sini?" tanya Desi


"Kalau iya, Aku bakalan beli ruko kue yang di tawarkan oleh temen ku kemarin" lanjut Desi


Fabri yang haus akhirnya mendekati dapur, tujuan nya pulang ke rumah untuk mengambil langsung beberapa berkas yang tertinggal di kamarnya di urungkan, dia berjalan mendekati dapur,karena memang haus dan kebetulan dia melewati makan siangnya. Fabri berhenti sejenak tatkala melihat tiga orang sedang berbincang di dapur sambil membuat sesuatu, nampak jelas perbincangan mereka, Sesekali mereka bercanda dan tertawa.sesekali juga mereka membicarakan Fabri yang nampak kacau, Mereka tak menyadari keberadaan Fabri di hadapan mereka.

__ADS_1


Fabri berjalan cepat menuju dapur dan dengan tergesa-gesa dia meraih tangan seseorang yang tengah mengambil telor dari dalam kulkas, hingga beberapa telor jatuh karena saking kagetnya, Ela....gadis itu adalah Ela, rasa kesal,marah dan rindu bercampur jadi satu dalam diri Fabri. Semua yang ada di dapur tak menyangka kalau Fabri pulang ke rumah hari ini.


Fabri menyeret Ela keluar dapur dapur dan naik menuju kamarnya.


"Eh.. Bri....mau di bawa kemana Lala?" teriak Desi


Fabri nampak tak peduli dengan teriakan sang Mama, rasa marahnya pada Ela membuat dia melupakan semuanya.


"Fabri!! berhenti!! Fabri!!" teriak Desi sambil mengikuti langkah lebar Fabri, namun bik Nur akhirnya menghentikan langkahnya.


"nyonya! berikan mereka waktu berbicara,saya yakin den Fabri tidak akan memukul atau berbuat kasar lainnya pada Ela!" bik Nur mencoba meyakinkan.


Desi mencoba berbesar hati, salahnya juga memisahkan Fabri dengan Ela, padahal dia hanya ingin Fabri meyakinkan perasaannya pada Ela, begitu juga Ela, Desi hanya ingin Ela melihat kesungguhan Fabri padanya.namun pada kenyataannya, anaknya terlihat hancur dan bahkan jarang pulang ke rumah, sebenarnya Ela hanya menyelesaikan pendidikan kesetaraan SMA di kota kelahirannya,dan setelah mendapatkan ijazah, Ela di jemput kembali oleh Desi.


Di dalam kamar Fabri.


"Berani kamu datang lagi setelah apa yang kamu lakukan padaku! hah!!???"


bentak Fabri yang terlihat sangat marah pada gadis yang sudah membuat hatinya porak-poranda.


"Ma-maaf" ucap Ela lirih sambil menunduk.


"Lihat aku!!!"


kata Fabri sambil menjepit dagu Ela dengan jari-jari tangan nya dan mengangkat nya agar bisa melihat dirinya yang telah di bakar amarahnya.


"Kau harus mendapatkan hukuman dari perbuatanmu!!"


teriak Fabri sambil melepaskan jepitan jarinya di dagu Ela.


Ela hanya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Fabri selanjutnya.


Entah apa kesalahan Ela, batin Ela terus,namun dia tak mau membuat kemarahan Fabri semakin naik dan berakibat lebih parah padanya nanti.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2