Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Aksi penyelamatan 2


__ADS_3

Setelah mengatur taktik lepas dari lelaki yang menodongkan pistol di pinggang nya,Kiki memegang pistol tersebut dengan gerakan memutar dia berhasil lepas dari Anggara dan berhasil merebut pistol ditangannya,serta menendang perut Anggara hingga lelaki itu tersungkur di lantai.


"kucing seperti mu ingin bermain dengan singa seperti ku??? ciihh cari mati!!" ucap Kiki dengan angguh nya.


Kiki mengarahkan pistol itu ke arah Anggara namun Tuan Adrian memperingatkan untuk tidak membunuh Anggara, Tuan Adrian benar-benar ingin mencabik-cabik Anggara seorang diri, sambil terus menodongkan pistolnya ke arah Anggara, iki melepaskan ikatan di tangan dan kaki Tuan Adrian dengan pisau yang dibawanya. kemudian dia menyerahkan pistol itu kepada tuan Adrian dan tali yang mengikat Tuan Adrian digunakan Kiki untuk mengikat tangan Anggara. Kiki sengaja menyumpal mulut Anggara dengan kain yang dia temukan di ruangan tersebut dan membawa Tuan Adrian keluar dari ruangan tersebut untuk bergabung dengan Ray serta menghubungi Raka untuk segera menjemput Tuan Adrian.


namun Tuan Adrian menolak untuk kembali ke rumah singgah terlebih dahulu,dia tidak ingin membiarkan anak buahnya terjebak di tempat itu. Sedangkan Dia bebas melenggang aman pergi dar bahaya tersebut, Tuan Adrian tak mau melakukannya. Kiki menodongkan pistolnya di belakang kepala Anggara dan menggiring Anggara untuk keluar bersama mereka. sedangkan di luar pertarungan sengit masih berlaku berlangsung,banyak dari mereka yang sudah dikalahkan oleh anak buah Ray dan Johan namun anak buah Ray dan Johan pun banyak yang terluka.


karena pertarungan yang tak seimbang akhirnya kubu dari Ray mengalami kekalahan, Bams sudah babak beluk sama seperti Boras, pertarungan mereka berdua benar-benar sengit dan tidak ada yang bisa mengalahkan satu sama lainnya,mereka benar-benar seimbang. sedangkan Zen mengalami luka tusuk di sebelah perut kirinya namun dia masih bisa bertahan karena sepertinya luka tersebut pun tak terlalu dalam.Darka merasa puas dengan pertarungan mereka sehingga kubu dari Ray hanya tertinggal Ray,Johan, Bams dan Zen dengan menahan sakitnya serta 3 orang anak buah Ray, bahkan anak buah Johan sudah terkapar tak sadarkan diri dan ada yang meninggal dunia.


Ray dan Johan yang masih berdiri kokoh pun tak mampu bila harus melawan puluhan orang yang ada di hadapannya.


sesekali Ray melirik ke arah bangunan yang ada di belakang Darka, dia berharap Kiki bisa membawa keluar Tuan Adrian dengan selamat, dia bahkan tak peduli jika harus bertaruh nyawa agar tuan nya selamat.Ray mengabdikan diri untuk tuan Adrian dan itulah janji yang pernah dia berikan pada tuan Adrian saat pertama bertemu dan bekerja padanya, "Sekali melindungi,sampai mati!" .


"Jo!! loe masih kuat?" tanya Ray menyakinkan diri dan sahabat nya itu.


"gue gak mau Kiara jadi janda!!! jadi kerahkan sepenuhnya kekuatan loe Jo!! kita saling melindungi!! bahkan gue belum melihat anak gue Jo!!" lanjut Ray.


Johan menatap Ray, wajah Ray sudah berubah tenang! begitulah Ray,mengatur keseimbangan tubuhnya, bertarung tanpa amarah akan membuat pergerakan tubuh nya terkontrol dengan baik!dan sepertinya Ray sengaja mengatakan hal tersebut agar Johan mengeluarkan seluruh tenaganya! berbeda dengan Ray yang tenang! Johan malah sudah memerah matanya karena marah,iblis dari dalam tubuhnya seakan keluar, dengan amarah nya Johan bahkan lebih kuat, benar-benar berbanding terbalik dua sahabat tersebut.

__ADS_1


"Jo.....hitung sisa mereka!'' kata Ray dengan tenang namun waspada,Johan mengangguk, sedangkan Bams sepertinya sudah di incar oleh Boras,terbukti mata Boras hanya tertuju pada Bams saja, wajah mereka bahkan sudah sama-sama bengkak.


"Kau akan meninggalkan aku Ray?" suara tersebut mengagetkan Ray, Ray pikir Kiki sudah menyelesaikan misinya, mendapat tatapan bertanya dari Ray, Kiki segera membuka suara.


"Maaf tuan Ray, tuan Adrian tidak mau pergi!" ucap Kiki sambil memukul tengkuk Anggara hingga pingsan.


"Woooow....prefect!!!! Kalian berkumpul rupanya, hahahahahhaaha ini akan semakin menarik!!" ucap Darka yang sudah bersiap-siap terjun ke arena pertarungan mereka,karena sedari tadi dia hanya duduk manis saja!.


"Mari kita bermain sayang!!! eemuachhh!!" ucap Darka yang di tujukan pada wanita satu-satunya siapa lagi kalo bukan Kiki, dan dengan gaya angguh nya Kiki meludah ke arah samping!.


"Bangsaaat!!!! habisi mereka!!!"...teriak Darka.


"Kak..makan dulu!" pinta Kila


"Nanti aja Ki, kakak belum lapar!" saut May


"Kakak memang tidak lapar tapi adek bayi nya pasti lapar!"


mendengar Kila menyebutkan adek bayi, May terdiam seketika, benar kata Kila dia harus melindungi anaknya, jangan sampai janin yang baru beberapa bulan di jaganya dengan baik ini kenapa-kenapa!

__ADS_1


"Iya Ki aku harus makan! nanti kalo ada apa-apa sama anaknya, Ray pasti sangat kecewa!" kata May sambil duduk di ruang makan.


"Ray akan baik-baik saja May!" kali ini papa Arya ikut menenangkan Maysha.


"Dan ingat dokter mengatakan kamu tidak boleh terlalu banyak pikiran, ini tugas Ray May...jadi kamu harus paham! jangan cemas kan dia, biar hatinya tenang dan urusannya segera selesai!" kata papa Arya memberi nasehat.


Pantas saja May khawatir di medan pertempuran kubu Ray sudah kewalahan, Zen tak mampu bertahan, dia sudah tak bisa lagi melawan karena luka di perutnya,sang kekasih menjadi tameng nya saat ini, sedangkan Bams belum juga bisa merobohkan pertahanan Boras, anak buah mereka bahkan sudah tak tersisa, kini Bams, tuan Adrian , Ray, Johan dan Kiki yang masih tersisa.


"Hahahahahaaha...sudah kubilang tuan!! yang masuk ke sini!! makan mayatnya pun bahkan tak bisa keluar ! hahahaahaaha!!" ucap Darka dengan angguh nya.


"Kalian adalah lawan yang seimbang, aku suka!! bagaimana kalau kalian bergabung saja denganku! hemmm? terutama kau manis!! aku suka!! aku bisa menghangatkan mu di ranjang ku hahahahhahaha!!" ucap Darka yang ditujukan pada Kiki. Tenaga mereka yang tersisa sudah mulai kewalahan, banyak anak buah yang membutuhkan perawatan bahkan ada beberapa yang sudah meninggal.


"Wow...wow...wow ......kalian bersenang-senang tanpa aku?? waaahh serakah sekali anda Tuan-tuan!!!'"


Ucap lelaki gagah perkasa dengan samurai di tangannya yang dia angkat di bahunya, aura seorang pembantai sudah tercium cukup tajam!! bahkan sorot matanya sudah bisa mengetarkan siapa saja yang melihat nya.


"Sepertinya sudah lama aku tidak bersenang-senang!!" lanjutnya sambil merenggangkan otot-otot lehernya ke kanan dan ke kiri.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2