
Kiara tergesa-gesa masuk ke dalam apartemen sang anak, dia sangat senang karena hari ini dia akan menjemput Sesil untuk ke Butik langganan nya dan mencoba baju pengantin yang akan di pakai Sesil di acara pernikahan mereka satu Minggu lagi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya pernikahan mereka di gelar juga, Tentu saja Johan ikut membawa Kevin dalam diskusi tentang pernikahan anaknya, karena bagaimanapun keluarga Kevin masih berduka atas meninggalnya Ela, dan Kevin serta Fabri tidak keberatan atas keputusan mereka.Dan akhirnya pagi ini Kiara datang ke apartemen sang anak untuk mengajak calon menantu nya keluar,dan siapa yang menyangka bahwa Levin hari ini tidak masuk kerja, karena hampir tak pernah Levin bolos kerja kalau bukan dalam keadaan darurat sekali.
Braaaakkk.......
Suara pintu di buka dengan begitu keras,hingga membuat Levin membuka matanya seketika, Kiara nampak berdiri di ambang pintu dan mencoba mengamati sekitarnya, Levin terlihat sedikit kaget ketika sang Mama memergokinya sedang terbaring berpelukan tanpa busana bersama Sesil.
"Leviiiiiiiiiiinn" teriak Kiara, Levin menutup telinga nya.
Beberapa menit setelah kepergok berduaan, Kiara ngomel tiada henti, bahkan Levin sekarang yang di minta oleh sang Mama untuk membuat sarapan pagi, bukan pagi lagi karena jam dinding menunjukkan pukul 10 lebih 30 menit, sedangkan sisi sedang mandi di kamar mandi MK Dia benar-benar sangat malu ketika dipegang oleh calon mertuanya tidur bersama dengan Levin tanpa busana, berulang kali Sesill memukul pelan kepalanya sendiri karena sangat malu dengan keadaannya.
"Kamu apakah calon menantu Mama?" tanya Kiara dengan penuh selidik.
"Gak di apa-apain Ma, tanya aja sama Sesil kalau gak percaya" jawab Levin dengan santai nya, sambil membalik omelette di atas penggorengan.
"Keterlaluan!! kamu aja, adikmu di gre*pe- gre*pe- sama Boy marah, sekarang anak orang kamu remas-remas juga!" sungut Kiara
"Ma...apa sih yang di remas-remas!! mama mulai ketularan Papa! ngaco!" ucap Levin.
__ADS_1
Ya Levin memang lebih doyan bicara bila sudah berhadapan dengan sang Mama, bagi Levin Kiara bagai magnet tersendiri, dia adalah cinta pertama sang anak lelakinya, semua perkataan Kiara adalah mutlak baginya, jadi bila hari ini dia kepergok sang Mama,maka jalan satu-satunya adalah menurut apa yang di katakan sang Mama, jangan sampai Sesil di bawa oleh Mama nya ke rumah utama. Bisa mati kuri Levin.
"pagi ma..." sapa Sesil dengan sangat malu.
"Pagi sayang......sini duduk, kamu pasti lapar kan?" tanya Kiara pada Sesil.
"Iya ma" saut Sesil pelan.
''Eh anak nakal! mana sarapan buat menantu Mama?" tanya Kiara
"Galak amat Mama cantik nya Levin" kata Levin sambil meletakkan makanan di meja dan menciumi pipi wanita itu.
"Apa?? Levin emang sayang kok sama Mama!" kata Levin
"Sayang.....makanlah, setelah ini kita akan ikut mama ke Butik" lanjut Levin.
"Kita?? Mama sama Sesil aja kali, kamu nya enggak!" kata Kiara
__ADS_1
"Hah?? gak bisa dong ma! aku sengaja libur kerja buat nemenin Sesil hari ini! kok jadi Mama yang sabotase Sesil sih!!!?" kata Levin yang mulai terlihat tidak suka.
Sedangkan yang di perdebatan sedang asyik sarapan,jujur Sesil sangat lapar.
"Mana Mama peduli!! pokoknya Mama mau berdua sama Sesil hari ini!" kata Kiara
"Dan lagi...Sesil mulai malam ini akan tinggal di rumah utama!!" lanjut Kiara
"Apa?? gak!!! Levin gak setuju!!" ucap Levin dengan kaget sambil berdiri dari kursinya.
"Mama gak peduli! Mama takut Sesil kamu apa-apain tiap malam!"kata Kiara, seketika wajah Sesil merona karena malu.
"Lagian seminggu lagi kalian kan akan menikah! sekarang milih aja, Sesil ikut tinggal sama Mama? atau kamu gak jadi menikah Minggu depan?" lanjut Kiara
"Maamaaaaa" rengek Levin persis seperti anak kecil.
Sesil hanya bisa melongo melihat kekasihnya seperti itu, Sesil pikir di mana lelaki dingin dan sangar yang selama ini di perlihatkan semua orang.
__ADS_1
"Manis sekali!.....dia seperti kucing yang manis!" batin Sesil sambil menahan senyum manisnya.
bersambung