
BANYAK BANGET KERJAAN AKU AKHIR-AKHIIR INI ...DARI PAGI BUTA SAMPAI MALAM PUKUL 10, MAU LANJUT NULIS TENAGA UDAH LOW......"LAGI JAGA KESEHATAN BANGET DI ZAMAN YANG SEPERTI INI,KALAU SAKIT SUSAH DITERIMA RUMAH SAKIT'
RINDU UP DATE TIAP HARI,TAPI GAK BISA....
SEMOGA KALIAN MASIH SETIA SAMA NOVEL KU WALAUPUN UP NYA NGASAL AJA WAKTUNYA....
SEKALI LAGI MAKASIH.....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Disinilah Lee dan Boy sekarang, dengan kerja keras atau mungkin Jay enggan dihukum untuk menikah makanya berbagai cara di lakukan Jay untuk menemukan duo bocah tengil tersebut. dan benar saja dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya satu jam kurang 10 menit tepat! anak buah Jay menemukan di mana keberadaan Lee dan Boy.
"Apa kalian bersenang- senang tuan muda?" tanya Jay dengan wajah datarnya.
"Lee lebih terlihat senang paman!" ucap Boy hal itu membuat Lee melotot sempurna.
Mereka di bawa oleh Jay ke markas besar milik sang Papa, tempat di mana semua anak buah Ray berada, markas yang dijadikan Ray sebagai tempat interogasi musuh-musuh nya yang bermasalah.Jay sampai harus melibatkan Sara, istri Antoni mantan hacker yang bekerja untuk tuan Adrian. tentu saja melacak jam tangan milik Boy tanpa sepengetahuan si empunya, kalau berurusan dengan Lee, cowok kecil itu lebih cerdik daripada sang papa, alat penyadap apapun tak bisa terpasang di tubuh nya.Karena kalut, Jay baru terpikir akan hal itu setelah setengah jam pencarian nya, dan benar saja mereka berada tak jauh dari kota, di sebuah hutan buatan yang tentunya dengan gaya nakalnya, Lee dan Boy bisa menyelinap masuk ke sana.
Mendengar jawaban Boy, Jay seketika menatap nya tajam, merasa ada yang salah Boy langsung membuang pandangannya ke arah samping pelan. Baru berumur 10 tahun saja sudah membuat darah tinggi untuk Jay apalagi kalau Ray meminta Jay untuk mengurusi duo tengil ini, bisa-bisa semua penyakit mampir ke tubuh lelaki gagah tersebut.Lee dan Boy tiba-tiba duduk diam di kursinya masing-masing ketika mendengar suara sepatu dari lorong rumah tersebut, mereka sudah berkesiap dan menerka suara sepatu siapakah itu. Lee berharap itu suara tuan Adrian sang majikan papanya yang selalu memuji kehebatan Lee karena ini adalah markas milik tuan Andrian. Sayangnya pikiran Lee melenceng jauh dari harapan nya, Ray sang papa di dampingi Ben Daddy Boy sedang berdiri dengan dinginnya sambil memasukkan tangan mereka ke dalam saku celananya.
"Hai Lee..... Boy!" sapa Beniqno.
Boy yang awalnya tak memperhatikan ke arah pintu, seketika menengang demi mendengar suara bariton yang sangat dia kenal.Sang Daddy,sosok yang sangat manis di depan Mommy nya, namun sadis dan kejam terhadap musuh-musuh nya, karena tanpa sengaja Boy pernah melihat bagaimana sang Daddy berhadapan dengan musuhnya.Boy berpikir apakah hukumannya kali ini!
Dengan tenang Ben dan Ray duduk di kursi di depan anak-anak nya.Terlihat jelas raut ketakutan di wajah Lee dan Boy.
"Jelaskan!!" kata Ray membuka suara.
hening....tak ada jawaban dari keduanya, dan bukan itu yang diinginkan oleh Ray, Ray hanya ingin mereka bersikap berani! berani berbuat juga harus berani bertanggung jawab! begitulah yang diinginkan oleh Ray atas tindakan Lee dan Boy yang melukis indah di mobil Ben yang bernilai milyaran rupiah, bukan karena harga mobilnya, bukan pula karena itu adalah mobil baru namun lebih ke tanggung jawabnya yang sudah merusak mobil Ben yang tak bersalah sama sekali.
__ADS_1
"Lee...?" panggil Ray meminta jawaban anaknya.
"Boy...?" kini giliran Beniqno.
"Sorry Dad!...maaf pa!!" ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Pertanggungjawaban semuanya Lee.. Boy!!" ucap Ray.
"Jay.....!" panggil Ray, Jay yang sedikit berlari menuju ke ruangan di mana dia menempatkan kedua anak Bos nya tersebut.
"Saya Tuan!" jawab Jay.
"Aku serahkan hukuman yang pantas untuk mereka berdua padamu!!" kata Ray yang sontak membuat kedua bola mata duo tengil itu hampir meloncat ke luar. Sedangkan Jay seketika wajahnya berubah kaget namun beberapa detik kemudian senyum licik terlihat jelas oleh Lee dan Boy di wajah Jay walaupun sangat samar.
"Baik Tuan! serahkan saja Mereka berdua pada saya Tuan!" kata Jay penuh kemenangan.
"Oh Tuhan rencana apa yang di pikirkan paman Jay!!" batin Lee
"Tuan saya ada ide!" celetuk Jay tiba-tiba.
"Katakan Jay!!" kata Ben antusias.
"Begini...............!" terdengar Jay sedikit berbisik pada kedua Tuan nya tersebut, Ray nampak biasa saja, namun beberapa saat kemudian dia memejamkan matanya, sepertinya dia berpikir untuk menjelaskan semuanya pada May, sedangkan Beniqno, bapak lucknat itu nampak begitu senang dengan ide Jay, dan terlihat senyum nya sangat lebar.
Tak berapa lama, Ray kembali bersama Lee yang terlihat lesu, Opa Arya dan sang Mama yang sedang bersantai tanpa tau perbuatan sang anak nampak menyambut kedatangan Mereka.
"Mamaaaa!!" rengek Lee, tak seperti biasanya, Lee yang bilang sudah besar dan enggan di cium sang mama, kini malah minta di peluk dan di cium. May yang merasa heran dengan kelakuan sang anak hanya bisa diam dalam heran, sedangkan Opa Arya sudah memandang Ray anaknya seakan meminta penjelasan, dan Ray memberikan tanda yang membuat Opa Arya menghela nafasnya pelan.
Sedangkan di kediaman Beniqno, Boy sedang di sidang di ruang keluarga.
__ADS_1
"Apa???????" teriak Nayla mendengar pengakuan dari Boy,dan seperti itulah ajaran harus jujur pada Mama dan papanya, membuat Boy tak berkutik kali ini.
"Sayang duduk lah!! jangan emosi!" kata Ben sambil memeluk pinggang sang istri sambil menarik nya kembali duduk.Sekarang Nay hanya bisa pasrah dan memijat pangkal hidung nya mendengar hukuman yang di berikan Ray pada Boy dan Lee.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Wellcome to the new world... Lee... Boy....disini kalian bukan tuan muda ku!! kalian hanya keponakan dari Mas Jaya!!"
ucap Jay yang memang mempunyai nama Jaya, dan Ray lebih senang memanggil Jay, singkat!! Duo tengil itu menelan salivanya kasar, mereka melihat sekeliling nampak asing bagi mereka.
"Tanpa hp, lap top, tanpa semua barang elektronik!!" begitulah pesan papa Ray yang masih di ingat jelas oleh Lee dan Boy.
"Eh mas Jaya!! tumben lho balik kampung...ono opo?(ada apa?)" tanya seorang lelaki paru baya.
"Ini pak, ngajakin anak-anak belajar berkebun!" kata Jay menanggapi seseorang tersebut.
"Lhoo lak yo masuk sawah nanti!!" kata orang tersebut
" nggeh pak!(ya pak!)'" jawab Jay.
Benar!!! di sinilah Lee dan Boy, kembali ke kampung halamannya Jay, berencana bercocok tanam di sawah milik Jay yang kini di kelola saudara ayahnya.
"Tidaaaaakk!!!!!!" teriak Lee dan Boy namun di hati saja.
The End
ALHAMDULILLAH...... AKHIRNYA SELESAI JUGA NOVEL INI!!
TAPI TENANG SAJA,AKU AKAN BIKIN CERITA BOY DAN LEE...DI SINI AJA YA....MALES BUKA NOVEL BARU🤭🤭. SEKALI LAGI MAKASIH UDAH MAU NGIKUTIN NOVEL KU.
__ADS_1
MAKASIH DUKUNGAN KALIAN SEMUA..
SETELAH INI AKU KASIH KISAH BOY DAN LEE SEBAGAI EKTRA PART AJA YA,MEREKA YANG DI AJAK JAYA KE SAWAH! KISAH REMAJA MEREKA...DAN PERCINTAAN MEREKA......