Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

"Breeengsek!!!! bisa jalan dengan bener gak??!!!!"


hardik Boy pada seorang lelaki yang menyenggol tubuh nya saat berjalan di area taman kampus. Leo hanya geleng-geleng kepala saja, sedangkan Lee sibuk menertawakan Boy, sudah hampir satu minggu ini Johan benar-benar membuktikan hukuman nya,jadilah Boy uring-uringan gak jelas.


"Kak Boy!! mau kah kakak menerima undangan ulang tahun dari ku?"


tiba-tiba seorang gadis menghadang Boy yang tengah berjalan bersama kedua sahabatnya, Fabri saat ini sedang menemani Mama nya ke rumah sakit untuk cek up rutin. Lee sudah memandang iba pada gadis itu, karena dia tahu apa yang akan terjadi setelahnya, gadis itu tak pernah tahu bahwa Boy dalam mode yang sangat menyeramkan seminggu ini, jangankan menyapanya, mendekatinya saja aura dingin sudah keluar dari tubuh Boy,dan gadis seksi yang menjadi incaran banyak pemuda di kampus itu mencoba mendekati Boy namun Empat Sekawan sama sekali tidak tertarik dengan Isyana gadis seksi tersebut.


"Mohon di terima kak, besok malam,bisa kah kakak datang sebagai tamu spesial?"


kata Isyana dengan terlihat sangat percaya diri, beberapa kali bahkan dia menyelipkan rambut nya yang terurai panjang di belakang telinga. beberapa teman Isyana berada di belakang Isyana, 3 orang gadis sama-sama mengagumi ketampanan Boy, Lee dan juga Leo, Leo dengan wajah ala-ala Korea, turunan dari sang papi,Lee dengan wajah campuran India serta Boy dengan wajah bulenya.Isyana terlihat sangat percaya diri karena baginya,tidak ada seorang pria pun yang bisa menolak pesona seorang Isyana, Isyana memang cantik dan begitu seksi hingga banyak lelaki di kampus itu yang selalu mencoba untuk mendekatinya. namun sudah lama Isyana mencoba mendekati 4sekawan dan pilihannya jatuh kepada Boy, si bule yang selalu terlihat lebih pendiam dibandingkan teman-temannya.


"Bisa kan kak datang?" kata Isyana karena tak kunjung mendapat respon dari Boy.


"Minggir!!" kata Boy singkat dengan wajah dingin nya.


"Apa? apa maksud kakak?" tanya Isyana mencoba menyakinkan diri apa benar dia ditolak oleh Boy!.


"Minggir!!! atau aku lempar kau ke tong sampah!!!"


hardik Boy dengan lantang, seketika Isyana menyingkir dari hadapan Boy yang hendak meninggalkan tempat tersebut, bahkan ketiga teman Isyana merasa shock karena ini pertama kalinya Isyana ditolak oleh seorang lelaki, Lee dan Leo hanya diam saja sambil mengikuti langkah Boy meninggalkan tempat tersebut, mereka tahu suasana hati Boy sedang tidak enak, jangankan orang lain anggota Empat Sekawan pun jika salah sedikit saja Boy udah marah-marah tidak karuan.

__ADS_1


"Isyana!! gila loe di tolak sama Kak Boy?' tanya salah satu temannya.


"Diam loe!! gue gak bisa di giniin!!! gue bakal nyari cara agar Boy jatuh ke tangan gue!!!" kata Isyana dengan menggebu-gebu. Isyana menghentak-hentakkan kedua kakinya kemudian pergi meninggalkan tempat itu ketika punggung Boy dan teman-temannya sudah tak terlihat lagi.


Di tempat lain.


"Papa menuju ke sini? "tanya Febri


"iya Papa kesitu, biarkan papa yang jemput mamamu!" jawab Kevin


"baiklah kalau begitu tapi aku akan menemani Mama terlebih dahulu disini,sampai Papa datang!"


"tunggu lah di cafe rumah sakit," jawab Kevin


"ayo kita ke cafe papa dalam perjalanan menuju ke sini, katanya papa ingin mengajak mama makan siang!" kata Fabri.


"ya.... sebaiknya kamu pergi saja, Mama bisa menunggu Papa kamu sendirian!!" kata sang Mama


"Tidak perlu ma, aku bisa menerima Mama!"


akhirnya mereka berjalan ke cafe rumah sakit,di sana Fabri memesan minuman untuk sang Mama, teh hangat dengan jahe kesukaan mamanya dan kebetulan di cafe itu juga tersedia menu yang diinginkan oleh sang Mama, Sedangkan Fabri cukup minum dengan soft drink kaleng yang tersedia disana.

__ADS_1


"Ma Fabri ke toilet sebentar ya!" pamit Fabri dan sang Mama hanya mengangguk tanda setuju.


Putri meminta izin kepada pegawai cafe untuk memakai toilet yang ada di sana Dan setelah menunaikan hajatnya keluar dengan melewati sebuah lorong kecil yang ada di kafe tersebut, sayap-sayap dia mendengar seseorang sedang dimaki-maki dan dimarahi.


"Dasar bodoh!!! mencuci saja tidak bisa!! mau kerja apa lagi kamu!! hah???!" bagi seorang wanita kepada gadis remaja.


"maaf Bu tangan saya sedang terluka,jadi sangat perih bila terkena sabun karena itu saya sedikit terlambat mencuci piring,maaf bu saya tidak akan mengulanginya lagi, besok saya janji akan segera mengobatinya,maaf Bu!!!tolong jangan pecat saya!!!" gadis itu memohon dengan sangat.


"saya tidak peduli!!! saat ini juga angkat kaki dari Cafe saya, kamu saya pecat!!! satu lagi! kamu saya pecat tanpa pesangon apapun karena kamu sudah memecahkan beberapa piring milik saya anggap saja di sebagai gantinya!!" kata wanita tersebut.


"jangan bu!??? saya janji saya akan mengganti piring-piring itu, Tapi tolong jangan pecat saya bu, saya mau ke mana lagi Bu, saya mohon Bu! saya mohon sekali sama ibu,saya akan kembali memperbaiki semua pekerjaan saya bu,saya mohon jangan pecat saya bu! kalau ibu pecat saya bagaimana saya hidup ibu!!saya mohon saya mohon!!"


gadis itu bahkan sudah berlutut di kaki sang wanita dan memeluk kakinya tersebut,beberapa kali wanita itu mencoba untuk melepaskan kakinya dari pelukan gadis tersebut, memang benar,jika pergi mau kemana dia, karena di cafe itu dia bisa tidur di gudang tanpa harus membayarnya, hingga sebuah nama membuat Fabri yang tadinya ingin pergi dari sana kembali menoleh kearah pertengkaran kedua wanita beda usia tersebut.


"Frela!!!! menyingkir!!!" hardik wanita itu dan langsung berlalu dari sana.


ya gadis Malang tersebut adalah Frela,Frela mendapatkan pekerjaan di cafe rumah sakit,dan dengan murah hatinya saat pertama kali datang pengelola Cafe mengijinkan Frela untuk tidur di gudang, Frela sangat senang mendapatkan pekerjaan itu,2 bulan ini dia bekerja dengan sangat baik, tentu saja dia ingin menyewa sebuah tempat kos agar dia tidur dengan nyaman karena itu rela mempunyai 2 pekerjaan sekaligus, sebagai pencuci piring di kafe rumah sakit tersebut dan juga sebagai kasir di sebuah minimarket kecil disamping rumah sakit, dan beberapa hari yang lalu tangannya terluka karena menolong seseorang sehingga luka basah tersebut sangat sakit bila bersentuhan dengan sabun dan juga air dan sialnya lagi tiga hari ini Frela sudah menjatuhkan 5 piring milik cafe tersebut.


Frela duduk jongkok ditempat sambil menangisi nasibnya yang sangat malang, dia dipecat dari pekerjaannya, bukan itu sebenarnya yang menjadi pikiran Frela karena Frela juga mempunyai pekerjaan sebagai kasir minimarket, namun yang dipikirkan Frela saat ini adalah di mana dia harus tinggal bila dia diusir dari Cafe otomatis dia juga harus keluar dari gudang tempat dia menginap selama ini.


"Ela.....!!"

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2