Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Sakitnya papa Arya


__ADS_3

"Ray.....segera ke rumah sakit! papa Arya!!" Tian menelpon dari rumah sakit mengabarkan keadaan dari papa Arya, Ray yang saat itu tengah berada di ruangan Adrian segera meminta ijin untuk segera ke rumah sakit.


Dengan bantuan Raka ,dalam sekejap Ray sudah ada di rumah sakit.


"Gimana keadaan papa?"


"Sepertinya akhir-akhir ini papa banyak pikiran Ray? darah tingginya naik dan itu yang menyebabkan penyumbatan darah dan berakhir dengan stroke ringan!"


"Oh God!! lalu bagaimana?"


"Sudah di tangani, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat"


"Ray?" panggil pak Agung.


"pak..! bagaimana papa bisa...."


"Bapak menemukan papa kamu di depan kamar mandi dikamarnya Ray, maaf bapak tadi meminta Tian buat menelpon kamu! bapak panik dan tidak membawa hp!"


"Iya pak tidak apa-apa!"


Pak Agung menceritakan kembali bagaimana dia bisa menemukan papa Arya di kamarnya, memang sudah beberapa hari yang lalu bi Ana dan pak Agung pamit untuk tidak tinggal lagi di rumah papa Arya, karena anak menantunya membutuhkan mereka untuk ikut merawat anak-anak nya, dan papa Arya menyetujui permintaan mereka karena tak ingin menahan mereka lebih lama hanya untuk menemani papa Arya yang sendiri an.


Setelah di pindah di ruang rawat Ray menunggu sang papa, dengan meminta ijin tuan besar dan membawa pekerjaan nya ke rumah sakit.


"Gimana keadaan papa?" tanya Johan yang baru saja masuk, di susul Tian yang ada di belakangnya.


"Lagi istirahat!"


"Papa butuh perawat Ray!" kata Tian.


"Kasihan kalo gak ada yang nemenin!" lanjutnya.


"Loe ada rekomendasi perawat yang handal?" tanya Ray.


"Ada! dia pekerja keras dan beberapa hari yang lalu dia memang meminta bantuan bila ada yang mau mencari perawat yang gajinya lebih besar daripada di sini! loe mau gak?"


"Asal kerjanya bagus!! gue mau aja!"


"ok ntar biar gue urus aja kalo papa udah bisa pulang!"


"Kepikiran apa sih papa? sampai kayak gini? apa karena mertua gue pindah?" tanya Johan.


"Gak juga! gue udah ada pelayan baru yang nemenin papa, bi Asti dan mang Ujang suaminya!"


"Gue rasa dia rindu sama mama!" lanjut Ray

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu kan hari peringatan kematian mama! dari situ papa udah mulai murung!"


Mereka bertiga terdiam, gak ada yang tau harus berkata apa! seandainya yang di rindukan masih hidup bisa saja mereka menyeret seseorang tersebut tapi yang di rindukan sang papa adalah mamanya yang sudah sangat lama tiada.


Hingga larut malam, Tian masih setia menunggu di sana, sedangkan Johan di paksa pulang oleh Ray karena merasa kasihan dengan Kiara yang ditinggalkannya sendiri.


"Gue bikinin kopi dulu! apa loe mau roti?" tawar Tian


"Boleh, gue belum makan malam!" jawab Ray.


"Okey gue keluar dulu!"


Beberapa saat kemudian Tian sudah datang dengan dua gelas kopi dan sebuah bingkisan yang berisi roti.


Beberapa hari di rumah sakit, bi Ana yang menemani papa Arya walaupun hanya harus bergantian dengan pak agung, namun bila malam Ray yang akan menunggu sang papa, tanggung jawabnya pada perusahaan yang tak bisa dia tinggalkan begitu saja.


Jadi Ray meminta bantuan bi ana dan pak Agung secara bergantian, dan hari ini sudah di ijinkan pulang walaupun harus mengunakan kursi roda.


"Loe dimana?" tanya Ray sedang berbicara dengan seseorang di telpon


"Gue dijalan! nih udah dapet Suster yang merawat papa!"


"okey gue dah sampe rumah!"


Beberapa saat yang lalu papa Arya pulang dari rumah sakit. dan di sambut pelayan baru mereka yaitu bi Asti wanita berusia 50 tahun itu beserta suaminya mang ujang yang juga dipekerjakan oleh Ray.


"Udah den, bibi udah pindahin semuanya di lantai bawah den!"


Kamar papa Arya yang ada di lantai dua di pindahkan ke lantai satu di lantai satu selain kamar pelayan ada 3 kamar lagi, yaitu kamar tamu yang berdekatan dengan ruang tamu, dan dua kamar yang berdekatan dengan ruang keluarga, sedangkan di lantai atas ada 4 ruangan, 1 kamar Ray, 1 kamar sang papa ,1 kamar di jadikan ruang kerja Ray dan 1 ruang dijadikan tempat gym.


Karena akan kesusahan dengan keadaan papa Arya yang belum bisa berjalan dengan baik, Ray memindahkan kamar papa Arya ke bawah dengan bantuan bi Asti sebelum rencana papanya pulang dari rumah sakit.


Setelah kedatangan Tian beserta seorang wanita dengan koper di tangannya, wanita dengan baju suster itu adalah perawat baru untuk papa Arya.


"Suster Maysha ini tempat kerja kamu sekarang!"


Ucap Tian ketika sampai di ruang tamu rumah Ray, Ray masih di dalam kamar sang papa yang membantu memindahkan papanya ke tempat tidur dari kursi roda.


"Terimakasih dokter!"


"Silahkan duduk!"


"ini adalah kontrak kerja kamu, kamu akan di kontrak selama 2 tahun langsung" lanjut Tian.


"Baik dokter!"

__ADS_1


"Disitu tertera gaji serta hak dan kewajiban yang harus kamu penuhi"


"Dan ini adalah tuan Ray, majikan baru kamu!" Tian memperkenalkan Ray yang baru saja ikut bergabung dengan mereka.


"Salam kenal tuan Ray, nama saya Maysha....anda bisa memanggil saya dengan suster May saja!"


"Baiklah, saya harap kamu betah bekerja disini!" ucap Ray datar seperti biasanya.


"Terimakasih tuan Ray, saya akan berusaha sebaik-baiknya"


"Baik tanda tangan ni surat kontrak kerja kamu di sini!" pinta Tian


"Iya dokter!"


Setelah menandatangani kontrak kerjanya, suster May di bawa oleh bi Asti ke kamar yang ada di samping kamar papa Arya, agar mempermudah suster May mengontrol keadaan pasien nya.


Setelah meletakkan kopernya kini bi Asti membawa suster May ke kamar tuan besar nya untuk berkenalan terlebih dahulu.


Tian masuk bersama dengan Ray.


"Suster May,ini adalah data-data tentang tuan Arya serta beberapa obat yang harus beliau konsumsi setiap harinya."


"Baik dokter!"


"Dan ingat! hari libur kamu hanya satu bulan sekali jadi kalo kamu memang ada keperluan mendadak kamu harus ijin terlebih dahulu! paham suster May?"


"paham dokter!"


Akhirnya Ray dan Tian keluar kamar tersebut, dan mereka menuju ke markasnya.


"Semuanya akan baik-baik saja Ray! papa hanya mengalami stroke ringan jadi dia masih bisa pulih kembali!"


"Semoga!" jawab Ray singkat.


Ray hanya takut orang yang paling dia cintai dan sayangi meninggalkan dirinya, rasanya dia belum siap untuk kehilangan sang papa, bagi Ray papanya adalah segalanya tak akan bisa di bandingkan dengan siapapun bahkan dengan wanita yang melahirkan nya sekalipun. Dengan sekuat hati dan kesungguhan nya dia ingin menjaga sang papa.



Valeria



Bams... bodyguard baru Clarissa.


__ADS_1


suster Maysha, suster baru papa Arya


bersambung...


__ADS_2