Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 Empat Sekawan


__ADS_3

Lee kembali ke rumahnya cukup larut, dia yang paling terakhir di antar oleh Leo, sedangkan Boy mengantarkan Levin sampai ke apartemen nya.Fabri yang lebih dulu di antar oleh Leo karena berharap setelah insiden yang baru saja terjadi, membuat nya lebih lega dan tegar setelah melihat anaknya.


"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Vita ketika melihat sang suami baru saja pulang.


"hmmmm semuanya beres sayang" jawab Lee seraya mengecup bibir Vita singkat.


"Kenapa belum tidur?" tanyanya pada sang istri


"Aku nunggu kamu....kamu sudah makan?" tanya Vita sambil menyiapkan baju ganti sang suami.


"Setelah mandi saja sayang...." saut Lee


Vita baru saja menyiapkan air hangat agar Lee bisa berendam di dalamnya, Vita tahu, pasti terjadi sesuatu ketika Lee dan teman-temannya mengurus Vandi dan juga Edo yang sudah membuat onar dan dipastikan juga Lee sangat lelah saat ini, karena itu Vita menyiapkan air hangat ketika melihat sang suami masuk ke rumah mereka, Lee menuruti semua keinginan Vita,dia melepaskan semua bajunya dan masuk ke kamar mandi, Vita hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Lee,Lee tak pernah mau membuka bajunya di kamar mandi, dia selalu membuka di kamar dan berjalan dengan polos masuk ke kamar mandi.


Setelah berendam mampir setengah jam lamanya akhirnya Lee keluar dari kamar mandi,dia melihat sang istri sudah membawa sebuah nampan yang berisi makanan dan juga teh hangat yang biasa Vita campur dengan jahe.


"Perlu di pijat?" tanya Vita ketika melihat sang suami sudah menghabiskan makanannya dan meminum teh jahe hangat bikinan nya.


"Iya sayang......aku perlu pijatan manja" kata Lee sambil berjalan menuju ke arah sang istri yang sudah duduk di pinggir ranjang.


"Baiklah, naiklah ke ranjang....aku akan mengambil minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh mu" kata Vita


"Tidak perlu sayang!...." kata Lee


"Aku hanya perlu tubuh mu untuk menghangatkan tubuh ku" bisik Lee dengan lembut kemudian menenggelamkan wajahnya ke leher sang istri, menghisap pelan dan mengigit nya agar tercetak kissmark yang lebih dari satu.

__ADS_1


"Apa?? ....dasar suami mesum!! apa kau tidak capek?" tanya Vita tak percaya dengan apa yang di dengar nya,Lee tetap lah Lee, dia mana bisa di bantah oleh siapapun termasuk sang istri.


Dengan cepat dia mendorong pelan Vita di atas ranjang, mulai menjelajahi setiap jengkal leher Vita, dia tau betul daerah sensitif sang istri, ketika Lee mendengar desaahan pelan Vita, Lee mulai meninggalkan area leher dan meluuumat pelan bibir ranum sang istri.Vita yang mulai terbawa suasana akhirnya meladeni sang suami, tugas baru dari Lee adalah mengandung lagi, Vita yang sudah melepaskan alat kontrasepsi nya berharap segera bisa memberikan adik untuk Shasa yang sudah menginjak umur 6 tahun. Bagi Lee sudah saatnya Shasha punya adik.


"Ahh....pe...pelan sayang!" ucap Vita di saat Lee mulai memasuki miliknya.


"Sesuai keinginan mu sayang" bisik Lee, perlahan-lahan Lee mengerakkan pinggulnya, Lee begitu menikmati penyatuan nya dengan sang istri, sudah satu Minggu lebih Lee tak pernah menikmati malam penuh gairah bersama sang istri karena permasalahan yang di alami Fabri, Lee terlalu sibuk membantu Fabri hingga mengabaikan istri nya.


Lee mengganti posisi nya, kini dia berada di bawah sang istri dan meminta Vita untuk memuaskan dirinya


"Bergeraklah sayang!" pinta Lee


Suara desaahan dan legu..han mereka saling bersahutan di kamar kedap suara tersebut, hingga setelah sekian kali Vita mengalami pelepasan nya, giliran Lee yang mencapai puncaknya. Berbeda dengan Lee, Boy malah di sabotase oleh Al anaknya.


Jujur saja, Boy sama saja dengan Lee yang belum menyentuh sang istri beberapa hari ini.


"Pokoknya Al mau bobok sama Papa! di kamar Al ya pa?" pinta Al, Boy menghela nafas nya pelan.


"Ya...kita ke kamar Al...okey?" Boy pada akhirnya mengalah, Kay yang melihat tingkah keduanya nampak senang, Al sengaja menunggu kedatangan Boy padahal hari sudah larut.


"Bersiap untuk serangan fajar sayang....aku sudah kangen!" bisik Boy pada Kay, sang istri hanya bisa geleng-geleng kepala nya saja.Dan akhirnya Al lah pemenang nya, dia bisa menguasai Boy malam ini, walaupun Boy sudah merencanakan untuk masuk ke dalam kamar sang istri ketika Al sudah bisa di tinggal sendiri.


Boy yang gagal meminta jatah, seperti nya bernasib sama dengan Leo, karena ternyata Ayana sedang terlelap dengan sang anak di samping nya, biasanya Rey akan berada di box bayinya, namun saat ini Leo tak tega melihat Ayana tidur sambil memeluk Rey anaknya, bahkan dadanya yang masih terbuka menandakan dia baru saja menyusui sang buah hati, dan bisa juga saking ngantuk nya dia sampai tak sempat menutup nya kembali.


"Oh Sh*it!!!" umpat Leo yang seketika bergairah hanya karena membenahi piyama tidur sang isteri di bagian dadanya.Namun sekuat tenaga dia tahan, akhirnya setelah membersihkan diri, Leo menyusul anak dan istrinya tertidur.

__ADS_1


Hawa panas juga tengah terjadi di kamar Levin, sesampainya di apartemen miliknya,dia tak menjumpai Sesil menyambut kedatangan nya seperti biasa, dia tau pasti Sesil kelelahan dan tak mengira bahwa Levin pasti pulang. Dan saat ini Levin tengah mencumbu Sesil karena sedari tadi susah di bangunkan, Levin hanya ingin di temani makan bersama, ternyata Sesil tak kunjung bangun, karena kesibukan Levin,dia tak tau bahwa Sesil baru saja menghabiskan waktu nya bersama Kiara untuk mencari gaun untuk acara pernikahan nya dengan Levin.


"Aahh Lev......" desaahan kecil keluar dari mulut nya ketika melihat dan merasakan Levin sedang melahap kedua buah dadanya secara bergantian.mereemas dan menghisaapnya.


"Kau sudah bangun?" tanya Levin di sela-sela kegiatan nya. Namun seperti seorang bayi, Levin kembali melahapnya dan bahkan sudah membuat tubuh Sesil yang terbalut piyama tidurnya polos seketika.


"Aku menginginkan mu malam ini!" bisik Levin dengan nafas memburu nya.


Sesil nampak mengigit bibirnya, dia terlihat ragu, pasalnya dia dan Levin belum menikah, jujur saja Sesil masih ragu,apa benar Levin benar-benar jatuh cinta pada nya.


"Tapi Lev... hhmmmmppp.."


Levin seakan tak mengenal kata penolakan, dia segera melahap bibir Sesil yang dia tau masih ragu dengan keinginan Levin. Gerakan Levin semakin menuntut, lagi-lagi.... pengendalian dirinya selalu runtuh di depan gadis yang dulu sangat dia musuhi.


bersambung


MAAF YA.....JANGAN PROTES KALAU AUTHOR ADA BOLONG NYA SAAT UP BAB BARU...


AUTHOR SEDIKIT KURANG ENAK BADAN......DAN KADANG IDE BUNTU KETIKA KITA MERASAKAN SAKIT DI BADAN!


TETAP KASIH SEMAKIN BUAT AUTHOR YA..


YANG GAK BISA KOMEN.....YA LIKE.....JANGAN JADI PEMBACA MISTERIUS, YANG CUMA BACA TAPI GAK BISA KASIH LIKE 🤭🤭🤭


MUMPUNG BESOK SENIN...VOTE YA.....BUNGA DEH.....EH KOPI... KOPI.... AUTHOR PECINTA KOPI...

__ADS_1


__ADS_2