Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Akhirnya yang ditunggu tiba


__ADS_3

HOek.....hoek.....hoek....


Suara muntah-muntah terdengar dari kamar mandi di kamar Ray, Ray berlari setelah mendengar suara dari kamar mandi.Subuh bahkan belum menyapa,jam masih menunjukkan pukul 02.30 dini hari, namun ini hari kedua dimana Maysha mengalami muntah-muntah yang cukup menyita tenaga.


"May..." panggil Ray dari pintu kamar mandi yang memang tidak tertutup.


"Mas..hiks.....hiks.....!" tiba-tiba Maysha menangis melihat wajah khawatir sang suami.


Dengan cekatan Ray membawa Maysha ke dalam gendongan nya.Ray mendudukkan May di tepi ranjang.


"Aku buatin jahe anget dulu ya?" kata Ray dan di jawab anggukan dari Maysha.Dia sudah terlihat sangat lemas, semalam makan malam saja sudah susah sekali dia telan sekarang malah harus di kuras habis di kamar mandi.Ray dengan jalan cepat menuju ke arah dapur , di sana Ray mencari letak jahe, setelah menemukan nya Ray segera membuatnya untuk sang istri.


"Kita ke dokter besok! Biar aku minta Tian buat daftar dulu!"


kata Ray.


"Mas....sudah jahenya! aku laper"


"Mau makan apa? biar aku buatin!" tanya Ray


"Roti tawar aja, jangan dikasih apa-apa!"


"Mau makan pake susu?"


"Susu bikin aku tambah mual" kata May sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah, tunggu dulu....!"


Akhirnya setelah beberapa saat Ray datang dengan roti tawar beberapa lembar, baru juga dua gigitan, May sudah meletakkan roti kembali ke tempatnya.


"Kenapa gak di habiskan?" tanya Ray sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga May dengan rambut yang sedikit Berantakan.


"Mual mas! nanti kalo di terusin bisa muntah lagi!" ucap May lirih.


"Kalo begitu tidur lagi ya!" Ray merebahkan istri nya,dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 3.30 malam.May menurut saja apa kata Ray dan baru juga menyandarkan kepalanya ke bantal , May sudah beranjak dari kasur dan berlari ke arah kamar mandi dan..

__ADS_1


HOek.....hoek.....hoek....Keluar lagi roti tawar yang baru saja dua gigitan dia masukkan mulut. Ray bergegas mengganti


baju piyamanya dengan baju yang lebih sopan,dan mengambil jaket sang istri, Setelah di rasa mual May berangsur membaik, Ray segera membopong sang istri keluar kamar dan menuju garasi mobilnya, tanpa sopir dia bergegas mengeluarkan mobil dari garasi nya, terlihat sangat kaget beberapa satpam dan penjaga di rumah Ray mengetahui sang tuan keluar dengan mobil di bagi buta! tanpa berani bertanya, satpam membuka rumah Ray dan dua orang penjaga segera berlari ke mobil mereka dan mengikuti kepergian Ray.


"Kemana kira-kira tuan ya?" tanya Aris pada rekannya


"Mana aku tau! kita ikuti saja!" jawab Hari


Mereka berdua memang pengawal handal yang ditugaskan Jaya untuk berjaga di rumah Ray.


"Apa kita lapor sama bos!" tanya Hari


"Kita ikuti dulu! kalau ketahuan perginya kemana baru kita lapor!" kata Aris. Hari hanya manggut-manggut saja,benar juga dia tak mau menganggu bos Mereka, siapa lagi kalo bukan Jaya, Jaya tinggal di sebuah apartemen yang dekat dengan kompleks perumahan Ray agar mempermudah dia untuk mengawasi tuannya itu.dan Aris dan Hari adalah orang kepercayaan mereka yang akan mengikuti Ray kemanapun bila dia tak ada di sampingnya Ray.


Hingga mobil Ray masuk ke dalam parkiran rumah sakit tempat Tian berada, dia memilih tempat itu karena rumah sakit itu adalah tempat yang paling dekat dengan rumah Ray. Ray sudah menghubungi Tian dan Tian meminta dokter Cahya sebagai dokter kandungan di rumah sakit itu yang saat ini sedang jaga malam, Tian langsung merekomendasikan dokter kandungan karena mendengar penjelasan dari Ray.


Benar saja di depan dokter Cahya sudah menyambut Ray yang membopong istrinya, May tak sanggup berjalan karena sudah sangat lemas.


"Bagaimana dok?" tanya Ray dengan gaya seperti biasa, dingin dan datar.hal itu membuat dokter Cahya menelan salivanya dengan susah payah, semua dokter senior dan dokter tetep di rumah sakit memang tau bahwa Ray adalah pemilik saham terbesar rumah sakit ini termasuk dokter Cahya,wanita 45 tahun ini sudah mengabdi di sana sejak rumah sakit ini masih menjadi pemilik lama.


"Memang nya ada masalah dengan kehamilan istri saya dok?" Ray sudah tak kaget lagi karena sepanjang jalan tadi Tian menjelaskan kemungkinan kehamilan Maysha.


"Saya harap tidak tuan Ray, tapi melihat kondisi nyonya saya sarankan untuk di rawat saja, besok siang kita akan melakukan tes guna menjawab kecurigaan saya tuan!" dokter Cahya menjelaskan.


"Baiklah siapkan ruang VVIP untuk istri saya!" ucap Ray terdengar seperti sebuah titah bagi dokter Cahya


"Baik tuan, ini tuan!" kata dokter Cahya memberikan sebuah hasil foto USG.


"Apa ini?" tanya Ray


"ini foto janin Anda dan nyonya tuan! kehamilan nyonya sudah mencapai 7 minggu, apa nyonya tidak merasakan hal-hal aneh selama ini?" tanya dokter Cahya


"Aku hanya mual selama dua hari ini saja dok! selebihnya aku hanya merasa cepat lelah!" jawab May lirih


"Mulai sekarang jangan beraktivitas terlalu berat nyonya, bahkan kalo perlu nyonya jangan melakukan apapun, cukupkan istirahat! dan semua makanan yang masuk kembali di muntahkan bukan?" tanya dokter Cahya

__ADS_1


"Benar dok! dia baru saja muntah juga, padahal hanya dua gigitan roti!" jelas Ray yang ikut bicara.


"Tidak apa tuan, kalau mual selalu datang,beri dia jahe hangat tuan, perbanyak camilan berupa biscuit dan kalau makanan bisa masuk perbanyak makanan yang mengandung karbohidrat!"


"Terimakasih dok!" ucap May bersamaan dengan seorang suster yang membawa kursi roda masuk ke ruangan tersebut setelah mengetuk pintu sebelumnya.


"Maaf dok! tuan kamarnya untuk nyonya sudah siap!" lapor si suster


"Baiklah tuan, masih ada yang mau di tanya kan?" tanya dokter Cahya


"Tidak terimakasih.." kata Ray


"mari nyonya,tuan saya antar!" tawar si suster.


Setelah nya Ray dan May keluar dari ruang dokter Cahya menuju kamar VVIP yang di siapkan untuk Maysha atas arahan dari suster.Yang tertinggal hanya dokter Cahya di dalam ruangannya,dan menelpon seseorang untuk masuk membawa minuman air putih.


ceklek.....


"Ini dok!" kata seorang suster menyodorkan minuman botol, dan dokter Cahya menegak habis sekali teguk.


"Oohh Tuhan!!!!suster!! disini tadi hawanya dingin banget!!" kata dokter Cahya.


"memang ada apa dokter? kenapa bisa dingin? apa AC baru di cuci?" tanya si suster yang tak tau apa-apa.


"Kau tau!!?? tuan Ray... istrinya hamil!!! dan...dan aku yang menangani nya!!! dasar dokter Tian!!!"


"Apa???'" pekik si suster yang tak lain adalah asisten dokter Cahya.


"Sus!! baru di periksa satu kali aja udah dingin hawanya, gimana kalo tiap bulan ketemu dan gimana kalo persalinan nanti??!bisa beku aku sus!!" ucap dokter Cahya terlihat panik.


dug..dug...duggg.....


suara kepala dokter Cahya yang di benturkan ke meja kerjanya, si suster hanya diam saja,bahkan kakinya sudah gemetaran, kalo dokter Cahya saja takut, apalah dia cuma remahan peyek di dalam kaleng biscuit!.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2