Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Season 2 (Empat Sekawan)


__ADS_3

Acara resepsi dan pertunangan Boy dan Kay masih berlangsung, namun sekarang yang tertinggal hanya sanak saudara saja.Tian bahkan datang sedikit terlambat karena ada operasi dadakan. Kesibukan tiga serangkai membuat mereka jarang bisa berkumpul di markas mereka.Markas yang sekarang di tempat i oleh anak-anak mereka, ya setelah rencana pernikahan Lee, Lee akhirnya menyarankan untuk memakai markas lama orang tua nya untuk tempat berkumpulnya mereka, dan tanpa keberatan yang berarti mereka menyetujui nya.


"Kenapa?"


tanya Tian yang menepuk bahu Johan, Johan yang duduk sambil menenteng minuman di tangan kanannya tak lepas menatap Boy dan Kay yang terlihat sangat bahagia.Ray masih sama saja, si gunung Everest itu masih saja diam ketika mereka bertiga berkumpul,dan menyimak perbincangan kedua sahabatnya.


"Gak nyangka gue!! anak gue udah besar!" kata Johan sambil meminum minuman yang ada di tangan.


"Dan kita semakin tua!" saut Tian.


"Dan siapa yang menyangka kalau si Ray malah mantu duluan!" lanjut Johan


Ray hanya tersenyum kecil sambil mengedarkan pandangannya ke arah pelaminan, di mana anak sulungnya Lee bersanding dengan gadis pujaan hatinya.


Ray sosok yang sedikit tertutup kalau soal wanita, diusia matang dia baru bisa mendapatkan Maysha dengan drama penolakan dari May dulu, sedangkan Lee usianya yang baru menginjak 19 tahun sudah memutuskan untuk menikahi seorang gadis.


"Ya....dari dari kalian berdua! gue yang selalu nomor 3 hahahhaha, bahkan menikah saja gue yang paling terakhir!" kata Tian.


"Bersyukur Tuhan masih memberi kita kesempatan sampai di titik ini!" kata Ray membuka suara.


"Kau benar Ray!" kata Johan dan di anggukin oleh Tian. percakapan mereka mengalir begitu saja, karena jarang bisa berkumpul seperti saat mereka masih muda dulu, tiga serangkai itu melepaskan rindu satu sama lain di acara resepsi pernikahan Lee, karena hanya di sini saja mereka bisa berbicara santai.


Di sisi lain, seorang lelaki muda tengah menatap tanpa berkedip gadis yang membuat hari-harinya terasa sesak, bagaimana tidak, sejak pertemuan terakhirnya dengan gadis tersebut, Leo adalah lelaki muda tersebut, nyatanya terus terbayang-bayang wajah sepupu dari Kay. Namun kala itu juga menjadi pertemuan terakhir antara Ayana dan Leo,karena Ayana memutuskan kembali ke kota neneknya setelah acara pemutusan pertunangan nya.


"Ngapain?" tanya Fabri tiba-tiba mengejutkan Leo. Fabri melihat ke arah mata Leo memandang, Fabri tak heran karena beberapa hari ini memang Leo terlihat uring-uringan, dan tentu saja informasi yang di dapat oleh Fabri selalu akurat.


"Dia masih single!" kata Fabri


"Beberapa hari yang lalu dia sudah pindah lagi ke sini!"


"Bahkan dia kuliah di universitas yang sama dengan kita!"


"Samperin gi.., daripada di serobot orang lain!!"


Begitu lah serangkaian kata-kata yang keluar dari mulut Fabri, Leo sampai tak percaya kalau Fabri tau banyak tentang Ayana.

__ADS_1


"Darimana loe tau soal dia?" tanya Leo curiga.


"Loe lupa siapa Fabri??? soal urusan gini mah...kecil dan gampang buat gue!!" jawab Fabri sombong.


Tanpa mempedulikan Fabri lagi, Leo berjalan menuju ke arah Ayana,Ayana sedang berbincang-bincang dengan sepupu dan juga keluarga lain dari Kayra si pemilik acara. Leo melangkah perlahan menuju kearah Ayana sambil terus memandangi gadis yang sedang tersenyum tersebut.


"permisi! boleh pinjam Ayana nya?" tanya Leo dengan penuh percaya diri,sedangkan Ayana hanya menoleh kearah Leo dengan wajah keheranan.


Setelah mendapat anggukan dari salah satu diantara mereka entah siapa itu, Leo tak begitu memperhatikannya, dengan segera Leo menarik tangan Ayana menuju tempat yang lebih sepi dan mendudukkan Ayana di sebuah kursi kemudian,1 kursi ditarik di depan Ayana dan Leo duduk di depannya, akhirnya mereka saling berhadapan.


"Apa kabar?" tanya Leo lembut.


"Ba-baik, ka-kamu sendiri?" tanya Ayana entah mengapa tiba-tiba dia merasa gugup dengan tatapan lembut mata Leo.


"Aku tidak baik! jantung ku kurang sehat!!" kata Leo


"A-apa??? apa perlu kita ke rumah sakit?? apa kita.....kita....!!" kata Ayana panik.


"Kita pacaran saja!" potong Leo yang membuat Ayana diam seribu bahasa, yang bisa di lakukan nya adalah mengigit bibir bawahnya.


"Aku harus pergi!" kata Ayana spontan berdiri dan ingin pergi meninggalkan Leo, ketika mendengar kata-kata Leo.


Leo yang tahu bahwa Ayana akan pergi meninggalkannya ikut berdiri dan menarik tangan Ayana menuju sebuah lorong yang cukup sepi.


"Ay......mau gak jadi pacar aku?" tanya Leo


"Aku....." kata Ayana terpotong.


"Aku tau kamu gak punya pacar saat ini! aku tau semuanya Ay!! mau kan?" kata Leo yang sudah menaikkan dagu Ayana karena tertunduk.


"Kau tau rasanya cinta pada pandangan pertama?" tanya Leo, dan Ayana menggelengkan kepalanya.


"Aku mengalami nya Ay.....! sama kamu!! sejak saat itu aku benar-benar gila ketika kamu meninggalkan ku Ay!'' kata Leo


"Mau kan?' Kata Leo lagi.

__ADS_1


Merasa tak mendapatkan respon Ayana yang sedang asyik terbengong,Leo maju dan mendekatkan mulutnya ke telinganya Ayana kemudian membisikkan kata yang cukup membuat Ayana tercengang.


"Aku memaksa Ay! Mulai sekarang kau adalah pacarku!!" bisik Leo


Leo yang baru akan menjauhkan bibirnya dari telinga Ayana, tiba-tiba mendapatkan jeweran di telinga kirinya.


"Anak nakal!!! kamu apakah anak gadis orang hah???" pekikan suara wanita terdengar jelas di telinga Leo dan yang pasti sangat di kenali nya.


"Awwow...Mami!!!! sakit awooww malu Mi!!! lepaskan!!!" kata Leo.


Beberapa saat kemudian Mami nya yaitu Valeria, melihat ke arah Ayana yang terdiam di sana, dia spontan melepaskan tangannya dari telinga Leo,dan segera menghampiri Ayana.


"Apa Leo nakal sayang? maafkan anak Mami ya?" kata Valeria


"hah?? e-enggak Tante!" kata Ayana bingung.


"Tentu saja gak papa Mi!! Leo nih yang sakit!!" kata Leo mendekat sambil menggosok telinga nya yang panas karena jeweran sang Mami.


"Salah sendiri!!! Mami dari tadi ngawasin kamu tau!!! seenaknya saja main tarik-menarik anak orang!!" kata Valeria yang tak mau di salahkan anaknya.


"Nama kamu siapa sayang?" tanyanya pada Ayana


"Ayana Tante!" jawab si lembut Ayana, dia memang wanita yang lemah lembut. Leo hanya memandang Ayana sambil tersenyum-senyum sendiri. Ayana menyadari semua nya, bahkan dia nampak salah tingkah.


"Kamu teman kuliah Leo?" tanya nya lagi.


"Aku........!" kata Ayana namun terpotong dengan kata-kata Leo


"Dia calon mantu Mami!!" kata Leo sambil tersenyum tanpa melepaskan pandangannya dari Ayana.


"Eh.....lhoo kok??!!" jawab Ayana spontan karena kaget dengan kata-kata Leo barusan.


Sedangkan Leo seakan tak peduli dengan keterkejutan Ayana, dia hanya tersenyum saja.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2