Sang Asisten Ceo

Sang Asisten Ceo
Pergerakan musuh


__ADS_3

"Kami sudah berusaha tuan....! Reaksi racunnya sangat cepat tuan!"


"Namun kami sudah berusaha mengeluarkan sisa-sisa racun di dalam tubuh pasien! sekarang pasien masih dalam keadaan kritis!" terang dokter tersebut.


"Baik dokter! terimakasih!"


Tian yang melihat Ray berada di rumah sakitnya berlari menghampiri Ray.


"Ada apa?"


"Ada yang berusaha menyerang ku!"


"Siapa yang ada didalam?"


Tian mencoba melihat lewat jendela kaca ruang UGD tersebut, namun terhalang seorang suster yang akan memindahkan pasien ke ICU.


"Suster May!"


"apa?? Suster May?"


"Ceritanya panjang nanti saja! aku ada urusan!"


"Aku menempatkan anak buah ku di sini!" lanjut Ray.


"aku akan minta suster Nayla untuk ikut menjaganya!"


"Baiklah aku pergi dulu!"


Ray bergegas pergi ke markas tempat biasa dia menangani penghianat tuan Adrian, namun sebelumnya dia menghubungi tuan Adrian dan mengatakan Bams yang akan mengawal beliau ke perusahaan.


Ray mendapatkan laporan kalau di rumahnya ada penyusup yang ikut bekerja sama dengan Monica.


Beberapa saat yang lalu,Mario sudah berusaha melacak keberadaan Monica melalui ponsel suster May yang melakukan panggilan terakhir dengan Monica dengan menggunakan ponsel adiknya, namun nihil, setelah anak buah Ray pergi ke tempat tersebut Monica sudah memindahkan mereka entah dimana. Dan jalan satu-satunya adalah sang penyusup yang dipaksa untuk mengatakan di mana tempat persembunyian Monica.


"Selamat datang tuan Ray!"


"Di mana dia?"


"Di ruang bawah tuan!"


Ray melangkah kan kakinya ke tempat tersebut dan melihat pak Edi satpam di rumahnya sudah babak belur dan terikat di kursinya.


"Bangun kan dia!" ucap Ray datar.


byyuuuur.....


Jaya meminta temannya untuk menyiram pak Edi dengan air dan seketika dia terbangun dari pingsannya atas penyiksaan Jaya karena terus saja melawan. Jaya tak se sabar Ray terhadap musuhnya dia akan lebih beringas dari tuannya tersebut.

__ADS_1


Melihat Ray yang duduk manis di hadapannya, Edi terkekeh, Ray heran Edi di kenal baik selama ini olehnya, dan tanpa seleksi yang ketat tidak ada yang bisa masuk menjadi pelayan di rumah nya sekalipun.


"Apa tujuan mu?" tanya Ray


"Kematian mu brangsaaat!!" teriak Edi lelaki berusia 40 tahunan itu.


"Apa untungnya kau dapatkan nyawaku?"


"Hahahahhahaa.... tentu saja kemulusan langkah nona Monica!" jawab Edi tegas.


Jaya membisikkan sesuatu pada Ray, dan sekarang Ray mulai paham.


"Dimana Edi?" tanya Ray


"Hahahhahahahahaha kau tau? harus ada tumbal untuk setiap kejadian tuan Ray hahahhahaha!"


"Kau membunuh Edi? siapa kau?" tanya Ray dengan tenang.


"Aku?? aku Edo! kami kembar identik!! ya....dia harus mengorbankan diri untuk kebahagiaan adiknya ini tuan Ray" ucap Edo tak kalah tenangnya.


"Kau di peralatan wanita ular itu?"


"Bangsaaat!!! jangan sebut dia wanita ular!!! kalian lah yang membuat dia menjadi seperti ini!!!! dia wanita baik-baik!! hanya dengan kehancuran keluarga Mahendra dia akan bebas dari dendamnya!!!" teriaknya


"Dan kami akan hidup bahagia bersama!" lanjutnya


"Kau tau Edo? kau bukan lelaki satu-satunya yang dia koleksi!!"


"Tutup mulut kotormu itu!" bentak Edo sambil berusaha melepaskan tali pengikat di tangannya.


Ray menyentikkan jarinya dan dengan segera Jaya membawa sebuah laptop ke hadapan Edo.


"Katakan kemana Monica membawa keluarga suster May? sebagai imbalannya aku akan menunjukkan siapa kekasih yang kau agung-agung kan itu!"


"Kau mau menipu ku tuan Ray?? ciihh kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan!!"


"Benarkah? Jaya!"


Jaya memutar video kedekatan dan kemesraan seorang wanita dan lelaki lengkap dengan tanggal kejadiannya, Edo memperhatikan dengan seksama namun dia masih diam saja, dia tak percaya bahwa itu adalah Monica. Mendapatkan reaksi Edo yang datar saja,Jaya memutar sebuah video yang lebih intim.


"Dia wanita baik-baik tuan Ray! kau salah telah memperlihatkan wanita lain yang menyerupai Monica!" ucap Edo


"Benarkah?"


Video ketiga adalah percakapan antara Monica dengan seorang lelaki, terlihat di dalam video tersebut sang lelaki sedang mencumbu Monica yang sedang berbicara di saluran telpon dan yang membuat Edo melotot seketika adalah orang yang di telpon Monica saat itu dirinya sendiri, terlihat beberapa kali dia menyebutkan nama Edo dan memerintahkan Edo dengan nada yang di buat selembut mungkin.


"Bagaimana Edo?? cerita kan apa yang kau tau tentang Monica!! kau tertipu wanita ular itu!!"

__ADS_1


"Bangsaaat!!! wanita binaal!!! pelaacuuur!!!" Edo mengumpat tanpa henti dengan wajah sendu, Jaya yang melihatnya tersenyum sinis dan terlihat mengejek Edo. Diketahui bahwa Edo adalah kekasih Monica yang di iming-iming i hidup bersama setelah balas dendam terhadap Keluarga Mahendra itu terbalas kan! Wanita ular itu berperan sebagai wanita baik-baik di depan Edo, sandiwara yang kerap dia lakukan pada mangsanya yang tergolong lelaki baik-baik.


"Katakan dimana dia?" tanya Ray.


"Dia di rumah di pinggiran kota!" jawab Edo lirih.


Edo yang merasa di permainan perasaannya oleh Monica merasa sangat geram terlihat dari tangannya mengepal menahan amarahnya tentu saja kemarahan yang ditunjukkan pada Monica wanita yang sangat dia cintai.Edo memberikan arahan lengkap di mana letak rumah tersebut, dan segera Ray dan anak buahnya meluncur ke sana.


Bersamaan dengan itu, Raka datang menemui Tuannya! Akhirnya Ray dan Raka berbincang di dalam mobil sambil menuju tempat yang di tunjukkan Edo.


"Bagaimana Raka?"


"Pengembangan racun bunga Poppy tuan! Kandungan racun dalam bunga Poppy di kembang kan kembali hingga mendapatkan jenis racun yang sangat ganas tuan! Racun ini akan cepat menyebar ke dalam organ tubuh yang lain bila banyak tertelan dalam tubuh! namun bila dalam kadar yang sedikit korban masih bisa di selamatkan tuan!!"


"Apa racun ini yang di telan oleh suster May tuan?"


"Dia dalam keadaan kritis Raka!!"


ucap Ray sambil menyandarkan punggungnya dan mendesah pelan.


"Bagaimana keadaan anda tuan?"


tanya Raka panik. namun Ray diam saja, dia hanya memejamkan matanya saja.


"Kakak!!! aku tanya bagaimana keadaan kakak?"


Raka jengkel dan membentak Ray.


Pletak.....


"Awwooow...." ucap Raka sambil mengelus kepalanya karena mendapat jitakan dari Ray...


"Berisik!!! kau tak liat aku baik-baik saja!!"


"Haiishhh aku hanya khawatir kak!!"


Tak sampai berlama-lama akhirnya Ray sampai pada rumah yang di tujukan,Ray masih mengamati rumah tersebut dari kejauhan,rumah terlihat sepi. Ray memerintahkan anak buahnya yang terbiasa menyelinap tanpa di ketahui siapapun masuk terlebih dahulu... beberapa saat kemudian Ray mendapatkan laporan melalu ponsel miliknya.


"Clear tuan!!" lapor si anak buahnya


"Tuan!! kami menemukan dua mayat di sebuah kamar!"


Ray segera memerintahkan Raka mendekati rumah tersebut, tanpa di ketahui Ray, seseorang wanita berpakaian petani sedang memperhatikan rumah yang sekarang ramai dengan beberapa mobil itu dari kejauhan.


"Ini baru permulaan asisten Ray!!" ucapnya sambil tersenyum sinis.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2